Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
18Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Depag (Proyek Wajib Belajar Dikdas)

Depag (Proyek Wajib Belajar Dikdas)

Ratings: (0)|Views: 1,062 |Likes:
Published by Abdulrohman Yahya

More info:

Published by: Abdulrohman Yahya on May 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2012

pdf

text

original

 
 
1
 
BADAN PEMERIKSA KEUANGANREPUBLIK INDONESIAHASIL PEMERIKSAAN
ATAS
PROYEK PENINGKATAN WAJIB BELAJAR PENDIDIKAN TINGKAT DASAR PADADITJEN KELEMBAGAAN AGAMA ISLAM – DEPARTEMEN AGAMADIJAKARTA, BANDUNG, DAN LAMPUNG
Nomor : ….……………………Tanggal : ………………………
 
 
2 
BADAN PEMERIKSA KEUANGANREPUBLIK INDONESIARESUME HASIL PEMERIKSAAN
Berdasarkan Undang-Undang (UU) No.5 Tahun 1973 tentang Badan PemeriksaKeuangan RI dan UU No.15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan danTanggungjawab Keuangan Negara, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) telah melakukan pemeriksaan atas Proyek Peningkatan Wajib Belajar Pendidikan TingkatDasar (Proyek Peningkatan Wajar Dikdas) pada Direktorat Jenderal Kelembagaan AgamaIslam Departemen Agama (Ditjen Bagais Depag) di Jakarta, Bandung, dan Bandar Lampung..Pemeriksaan dilakukan dengan berpedoman pada Standar Audit Pemerintahan (SAP) BPK-RITahun 1995.Hasil pemeriksaaan yang dilakukan pada Proyek Peningkatan Wajar Dikdas TA 2003dan 2004 yang meliputi satu proyek dan dua Bagian Proyek (Bagpro), menunjukkan bahwaSistem Pengendalian Intern (SPI) telah dirancang untuk meningkatkan pengendalian ataskegiatan-kegiatan, namun belum cukup memadai untuk mencegah terjadinya penyimpangan- penyimpangan.Tujuan pemeriksaan adalah untuk mengetahui dan menilai apakah pengurusan dan pertanggungjawaban keuangan telah mematuhi peraturan keuangan yang berlaku, SistemPengendalian Intern proyek, baik terhadap laporan keuangan maupun terhadap pelaksanaanfisik telah dirancang dan dilaksanakan secara memadai untuk mencapai tujuan pengendalian, penggunaan anggaran proyek telah dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, hemat dan efektif sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.Lingkup pemeriksaan diarahkan pada kegiatan utama proyek dan bagian proyek TA 2003 dan 2004 (s.d. tanggal 31 Desember 2004)
,
yaitu pertanggungjawaban keuangan, pelaksanaan pemborongan pekerjaan dan pengadaan barang/jasa, dan pencapaian target dan pemanfaatan hasil kegiatan.Anggaran Proyek Peningkatan Wajar Dikdas dalam Tahun Anggaran (TA) 2003sebesar Rp96.341.901.000,00 sampai dengan 31 Desember 2003 telah direalisasikan sebesar Rp95.957.171.981,00 atau 99.60%. Pemeriksaan mencakup realisasi anggaran sebesar Rp28.686.246.223,00 (29,89%) dengan nilai temuan sebesar Rp8.136.877.474,54 atau28,37% dari nilai anggaran yang diperiksa. Sedangkan pada TA 2004 anggaran sebesar Rp50.812.682.000,00 dan sampai dengan tanggal 31 Desember 2004 telah direalisasikansebesar Rp49.954.387.744,00 atau 98,31%. Pemeriksaan mencakup realisasi anggaran sebesar Rp34.310.289.048,00 (68,68%) dengan nilai temuan sebesar Rp23.280.903.010,00 atau67,85% dari nilai anggaran yang diperiksa.Temuan-temuan pemeriksaan dimaksud adalah sebagai berikut :
1.
Kelemahan Yang Mengganggu Kewajaran Penyajian Laporan Keuangan (01) :
 
 
3(01.04) Dana bantuan BOMM TA 2003 senilai Rp5.250.000.000,00 dan TA 2004 senilaiRp18.720.000.000,00 dan Imbal Swadaya TA 2004 senilai Rp1.950.000.000,00 padaProyek Peningkatan Wajar Dikdas belum dipertanggungjawabkan oleh penerima bantuan.
2.
Penyimpangan Terhadap Kriteria/Peraturan Yang Telah Ditetapkan (02) :
a.
 
(02.10) Pengadaan Surat Tanda Lulus Pontren Salafiyah belum sepenuhnya sesuaidengan SKB Dirjen Binbaga Islam dan Dirjen Dikdasmen. b.
 
(02.16)
 
Pelaksanaan kegiatan pemetaan Pontren Salafiyah TA 2003 belumdirencanakan secara cermat.c.
 
(02.16)
 
Kegiatan penyusunan naskah buku TA 2003 dan 2004 belum sepenuhnyasesuai ketentuan.d.
 
(02.16) Pertanggungjawaban pelaksanaan sebagian kegiatan pendidikan dan pelatihanteknis pada Bagpro Peningkatan Pendidikan Keagamaan TA 2003 sebesar Rp522.095.000,00 dan TA 2004
 
sebesar Rp750.252.000,00 belum sepenuhnya sesuaiketentuan.e.
 
(02.16)
 
Pengelolaan keuangan negara pada Bagpro Peningkatan PendidikanKeagamaan TA 2003 dan 2004 belum sepenuhnya sesuai ketentuan.f.
 
(02.17) Pengeluaran atas biaya konsultan dan tim asistensi pada Proyek PeningkatanPendidikan Keagamaan TA 2003 sebesar Rp120.000.000,00 dan TA 2004 sebesar Rp120.000.000,00 belum sepenuhnya sesuai ketentuan.
3.
Kelemahan Yang Mengganggu Asas Kehematan (03) :
a.
 
(03.01) Pengiriman barang pada Proyek Peningkatan Wajar Dikdas belumsepenuhnya sesuai ketentuan dan tidak hemat untuk TA 2003 sebesar Rp25.493.468,00 dan TA 2004 sebesar Rp99.128.325,00. b.
 
(03.01) Pelaksanaan pengadaan pada Proyek Peningkatan Wajar Dikdas belumsepenuhnya sesuai ketentuan dan tidak hemat untuk TA 2003 sebesar Rp305.302.655,00 dan TA 2004 sebesar Rp137,302,685,00.c.
 
(03.10) Penetapan biaya pekerjaan penyebaran informasi BOMM melalui siarantelevisi pada Bagpro Peningkatan Mutu Pendidikan Tingkat Dasar TA 2004 tidak hemat sebesar Rp498.500.000,00.
4.
 
Kelemahan Yang Dapat Mengakibatkan Tidak Tercapainya Program YangDirencanakan (05)
a.
 
(05.08) Penetapan sebagian penerima bantuan pada Proyek Peningkatan Wajar Dikdas belum sepenuhnya sesuai ketentuan. b.
 
(05.09) Sebagian buku-buku pendidikan hasil penggandaan TA 2003 yangdiperuntukan bagi Pontren Salafiyah Tingkat Ula belum didistribusikan olehKandepag Kabupaten/Kota.c.
 
(05.09) Kekurangan buku-buku madrasah diniyah di Wilayah Jawa Barat danLampung minimal sebanyak 15.084 eksemplar senilai Rp39.880.317,00.Kelemahan tersebut secara umum antara lain disebabkan karena Pemimpin Proyek (Pimpro)/Pemimpin Bagian Proyek (Pimbagpro), dan Bendaharawan Proyek (Benpro)/Bendaharawan Bagian Proyek (Benbagpro) belum sepenuhnya menaati ketentuanyang berlaku, serta atasan langsung Pimpro dan Pimbagpro kurang efektif melakukan fungsi pengendalian dan pengawasan.Sehubungan dengan kelemahan-kelemahan tersebut disarankan agar Direktur JenderalKelembagaan Agama Islam (Dirjen Bagais) :

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Sahrul Abbas liked this
Nenk Tinche liked this
EnQieey Uyunk liked this
Haw Tibetox liked this
aulia59 liked this
Pamadhi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->