Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Amar Putusan MK No 63 Tahun 2004 Tentang UU Penyiaran

Amar Putusan MK No 63 Tahun 2004 Tentang UU Penyiaran

Ratings: (0)|Views: 400 |Likes:
Published by Agus Yuniarso

More info:

Published by: Agus Yuniarso on May 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2011

pdf

text

original

 
Putusan Perkara Nomor 005/PUU-I/2003 Dimuat Dalam Berita Negara Republik IndonesiaNomor 63 Tahun 2004, Terbit Hari Jumat tanggal 06 Agustus 2004
P U T U S A NPerkara Nomor 005/PUU-I/2003DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESAMAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA
Yang memeriksa, mengadili, dan memutus perkara konstitusi pada tingkatpertama dan terakhir, telah menjatuhkan putusan dalam perkara permohonanPengujian Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2002 tentangPenyiaran terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,yang diajukan oleh:1.
Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI),
dalam hal ini diwakili oleh Ray Wijayadan Syafurrahman Al-Banjary, Pekerjaan keduanya Ketua Umum dan SekretarisJenderal Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia, beralamat di Jalan Danau Poso No.18, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, untuk selanjutnya disebut sebagaiPEMOHON I ;2.
Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI)
, dalam hal inidiwakili oleh Drs. H. Gandjar Suwargani dan Ir. Irwan Hidayat, Pekerjaankeduanya Ketua Umum dan Sekretaris Umum Persatuan Radio Siaran SwastaNasional Indonesia, Jl. Raya Pondok Gede No. 96, Jakarta Timur 13810, untukselanjutnya disebut sebagai PEMOHON II ;3.
Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI)
, dalam hal ini diwakilioleh RTS Masli, Aswan Soendojo dan Iim Ibrahim, Pekerjaan ketiganya KetuaUmum, Sekretaris Jenderal dan Bendahara Persatuan Perusahaan PeriklananIndonesia,
 
beralamat di Gedung Dewan Pers Lantai 3, Jl. Kebun Sirih 32-34,Jakarta 10110, untuk selanjutnya disebut sebagai PEMOHON III;4.
Assosiasi Televisi Siaran Indonesia (ATVSI)
, dalam hal ini diwakili oleh KarniIlyas dan Nurhadi Purwosaputro, pekerjaan keduanya Ketua dan Sekretaris
 
 
2Jenderal Assosiasi Televisi Siaran Indonesia, dahulu beralamat di Jl. Damai No.11 Daan Mogot, Jakarta Barat 11510, sekarang di Kompleks PLN No. 9 Jl. S.Parman, Jakarta Barat, untuk selanjutnya disebut sebagai PEMOHON IV;5.
Persatuan Sulih Suara Indonesia (PERSUSI)
, dalam hal ini diwakili oleh IsmiKurniawan Burhan dan Suprayogie, pekerjaan keduanya Ketua Umum danSekretaris Jenderal Persatuan Sulih Suara Indonesia, beralamat di Jl. SaptaNo. 41, Menteng Dalam, Jakarta Selatan, untuk selanjutnya disebut sebagaiPEMOHON V;6.
Komunitas Televisi Indonesia (KOMTEVE)
, dalam hal ini diwakili oleh GilangIskandar, beralamat di Jl. Padang No. 21, Manggarai, Jakarta Selatan, untukselanjutnya disebut sebagai PEMOHON VI ;Dalam hal ini memberi kuasa kepada:1. Dr. Todung Mulya Lubis, SH. LL.M;2. Lelyana Santosa, SH. ;3. Atmajaya Salim, SH ;4. Fredrik J. Pinakunary, SH;5. Marulam J. Hutauruk, SH;Berdasarkan Surat Kuasa Khusus, tanggal, 26 Pebruari 2003, untuk selanjutnyadisebut sebagai
PARA PEMOHON;
 Telah membaca surat permohonan Para Pemohon;Telah mendengar keterangan Para Pemohon;Telah mendengar keterangan Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat RepublikIndonesia ;Telah mendengar keterangan Indonesia Media Law and Policy Centre selaku pihakterkait ;Telah membaca keterangan tertulis Pemerintah dan Dewan Perwakilan RakyatRepublik Indonesia ;Telah memeriksa bukti-bukti;Telah mendengar keterangan dan membaca keterangan tambahan Para Ahli;
 
 
3
DUDUK PERKARA
Menimbang bahwa Para Pemohon telah mengajukan permohonan dengansurat permohonannya bertanggal 12 Maret 2003 yang diterima di KepaniteraanMahkamah Konstitusi Republik Indonesia, pada hari Rabu, tanggal 15 Oktober 2003dengan Registrasi Perkara Nomor 005/PUU-I/2003, bahwa permohonan tersebuttelah diperbaiki dan diterima di Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi pada hariSelasa, tanggal 11 Nopember 2003, yang pada pokoknya mendalilkan hal-halsebagai berikut:1. Dasar
constitutional judicial review 
 Pasal 24C (1) UUD 1945 Hasil Amandemen Mahkamah Konstitusi berwenangmengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat finaluntuk menguji Undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar, ketentuantersebut telah diadopsi ke dalam Pasal 10 ayat (1) huruf a Undang-undangNomor 24 Tahun 2003, Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili padatingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk mengujiUndang-undang terhadap Undang-Undang Dasar;Permohonan
Judicial Review 
ini jangan diartikan sebagai anti Undang-undangNomor 32 Tahun 2002, atau advokasi untuk kembali kepada Undang-undangNomor 24 Tahun 1997. Para Pemohon memahami bahwa dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 banyak hal-hal baru yang Para Pemohonterima sebagai suatu keharusan, tetapi Para Pemohon ingin menggunakanhaknya sebagai warga negara yang dapat mengajukan
Judicial Review 
karenabeberapa hal dan pasal dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002menurut hemat Para Pemohon bertentangan dengan prinsip-prinsip yangdiatur dalam Undang-Undang Dasar 1945, dengan kata lain Para Pemohonbukannya menolak 100 % (seratus persen) Undang-undang Nomor 32 Tahun2002, apalagi ingin kembali kepada Undang-undang Nomor 24 Tahun 1997,karena yang Para Pemohon inginkan adalah sebuah Partial Judicial Review.2. Penjelasan tentang KPI sebagai Lembaga Negara.Pasal 7ayat (2) Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002: KPI sebagai lembaganegara yang bersifat independen mengatur hal-hal mengenai penyiaran.Ihwal “lembaga negara” ini membutuhkan suatu pengaturan konstitusionalsatu dan lain hal untuk memberikan kejelasan karena sekarang begitu banyaklembaga yang masuk dalam kategori
auxiliaries state agencies 
seperti

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
denoanrinaldi added this note
mas, saya deno, mahasiswa jjrnalistik unpad. numpang tanya, kalo di naskah UU-nya yang sudah direvisi, 2 pasal itu berubah ga? kok saya tidak menemukan perubahan antara naskah UU yg sebelum direvisi dan yang sesudah revisi. atau memang perubahan itu tidak dapat dilihat di naskahnya ya mas?! mohon pencerahannya. terima kasih sebelumnya
denoanrinaldi liked this
Ica Didinding liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->