Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
UU No.39 Th.1999 Tentang HAM

UU No.39 Th.1999 Tentang HAM

Ratings: (0)|Views: 556 |Likes:
Published by Agus Yuniarso

More info:

Published by: Agus Yuniarso on May 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/18/2012

pdf

text

original

 
 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR 39 TAHUN 1999TENTANGHAK ASASI MANUSIA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang :
a.
 
bahwa manusia, sebagai mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yangmengemban tugas mengelola dan memelihara alam semesta dengan penuhketaqwaan dan penuh tanggung jawab untuk kesejahteraan umat manusia,oleh pencipta-Nya dianugerahi hak asasi untuk menjamin keberadaan harkatdan martabat kemuliaan dirinya serta keharmonisan lingkungannya.b.
 
Bahwa hak asasi manusia merupakan hak dasar yang secara kodrati melekatpada diri manusia, bersifat universal dan langgem, oleh karena itu harusdilindungi, dihormati, dipertahankan, dan tidak boleh diabaikan, dikurangi,atau dirampas oleh siapapun;c.
 
bahwa selain hak asasi manusia, manusia juga mempunyai kewajiban dasarantara manusia yang satu terhadap yang lain dan terhadap masyarakatsecara keseluruhan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, danbernegara;d.
 
bahwa bangsa Indonesia sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsamengemban tanggung jawab moral dan hukum untuk menjunjung tinggi danmelaksanakan Deklarasi Universitas tentang Hak Asasi Manusia yangditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta berbagai instrumen yangtelah diterima oleh negara Republik Indonesia;e.
 
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, b,c, dan d dalam rangka melaksanakan Ketetapan Majelis PermusyawaratanRakyat Republik Indonesia Nomor XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia,perlu membentuk Undang-undang tentang Hak Asasi Manusia.
Mengingat :
1.
 
Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 ayat (1), Pasal 26, Pasal 27, Pasal 28, Pasal29, Pasal 30, Pasal 31, Pasal 32, Pasal 33 ayat (1) dan ayat (3), Pasal 34Undang-undang Dasar 1945;2.
 
Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia NomorXVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi ManusiaDengan PersetujuanDEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
 
 MEMUTUSKAN :
Menetapkan :UNDANG-UNDANG TENTANG HAK ASASI MANUSIA
BAB IKETENTUAN UMUM
 
Pasal 1
Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan:1.
 
Hak Asasi Manusia adalah seprearangkat hak yang melekat pada hakikat dankeberadaan manusia sebagai mahluk Tugas Yang Mha Esa dan merupakananugrah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi olehnegara hukun, Pemerintahan, dan setiap orang demi kehormatan sertaperlindungan harkat dan martabat manusia.2.
 
Kewajiban dasar manusia adalah seperangkat kewajiban yang apabila tidakdilaksanakan, tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak asasimanusia.3.
 
Diskriminasi adalah setiap pembatasan, pelecehan, atau pengucilan yanglangsung ataupun tak langsung didasarkan pada pembedaan manusia atasdasar agama, suku, ras, etnik, kelompok, golongan, status sosial, statusekonomi, jenis kelamin, bahasa, keyakinan politik, yang berakibatpengurangan, penyimpangan atau penghapusan pengakuan, pelaksanaanatau penggunaan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam kehidupanbaik individu maupun kolektif dalam bidang politik, ekonomi, hukum, social,budaya, dan aspek kehidupan lainnya.4.
 
Penyiksaan adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, sehinggamenimbulkan rasa sakit atau penderitaan yang hebat, baik jasmani maupunrohani pada seseorang untuk memperoleh pengakuan atau keterangan dariseseorang atau dari orang ketiga, dengan menghukumnya atas suatuperbuatan yang telah dilakukan atau diduga telah dilakukan oleh seseorangatau orang ketiga, atau mengancam atau memaksa seseorang atau orangketiga, atau untuk suatu alasan yang didasarkan pada setiap bentukdiskriminasi, apabila rasa sakit atau penderitaan tersebut ditimbulkan oleh,atas hasutan dari, dengan persetujuan, atau sepengetahuan siapapun danatau pejabat publik.5.
 
Anak adalah setiap manusia yang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahundan belum menikah, termasuk anak yang masih dalam kandungan apabila haltersebut adalah demi kepentingannya.6.
 
Pelanggaran hak asasi manusia adalah setiap perbuatan seseorang ataukelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidakdisengaja atau kelalaian yang secara melawan hukum mengurangi,menghalangi, membatasi, dan atau mencabut hak asasi manusia seseorangatau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-undang ini, dan tidakmendapatkan, atau dikhawatirkan tidak memperoleh penyelesaian hukumyang adil dan benar, berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.7.
 
Komisi Nasional Hak Asasi yang selanjutnya disebut Komnas HAM adalahlembaga mandiri yang berkedudukan setingkat dalam negara lainya yangberfungsi melaksanakan pengkajian, penelitian, penyaluran, pemantauan, danmediasi hak asasi manusia.
BAB IIASAS-ASAS DASAR
 
 
Pasal 2
Negara Republik Indonesia mengakui dan menjunjung tinggi hak asasi manusiadan kebebasan dasar manusia sebagai hak yang secara kodrati melekat pada dantidak terpisahkan dari manusia, yang harus dilindungi, dihormati, dan ditegakkandemi peringatan martabat kemanusiaan, kesejahteraan, kebahagiaan, dankecerdasan serta keadilan.
Pasal 3
(1)
 
Setiap orang dilahirkan bebas dengan harkat dan martabat manusia yangsama dan sederajat serta dikaruniai akal dan hati nurani untuk hidupbermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam semangat persaudaraan.(2)
 
Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan perlakuanhukum yang adil serta mendapat kepastian hukum dalam semangat di depanhukum.(3)
 
Setiap orang berhak atas perlindungan hak asasi manusia dan kebebasanmanusia, tanpa diskriminasi.
Pasal 4
 Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kebebasan pribadi, pikiran dan hatinurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagaipribadi dan persamaan di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atasdasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapatdikurangi dalam keadaan apapun dan oleh siapapun.
Pasal 5
 (1)
 
Setiap orang diakui sebagai manusia pribadi yang berhak menuntut danmemperoleh perlakuan serta perlindungan yang samasesuai dengan martabatkemanusiaanya di depan hukum.(2)
 
Setiap orang berhak mendapat bantuan dan perlindungan yang adil daripengadilan yang objektif dan tidak berpihak.(3)
 
Setiap orang yang termasuk kelompok masyarakat yang rentan berhakmemperoleh perlakuan dan perlindungan lebih berkenaan dengankekhususannya.
Pasal 6
 (1)
 
Dalam rangka penegakan hak asasi manusia, perbedaan dan kebutuhandalam masyarakat hukum adat harus diperhatikan dan dilindungi oleh hukum,masyrarakat, dan pemerintah(2)
 
Identitas budaya masyarakat hukum adat, termasuk hak atas tanah ulayatdilindungi, selaras dengan perkembangan zaman.
Pasal 7
 (1)
 
Setiap orang berhak untuk menggunakan semua upaya hukum nasional danforum internasional atas semua pelanggaran hak asasi manusia yang dijaminoleh hukum Indonesia dan hukum internasional mengenai hak asasi manusiayang telah diterima negara Republik Indonesia.(2)
 
Ketentuan hukum internasional yang telah diterima negara Republik Indonesiayang menyangkut hak asasi manusia menjadihukum nasional.

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Markus Akim liked this
arsiregifa liked this
Susan Susanti liked this
zhandy85 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->