Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
51Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Mengenal Udang Putih Vanamei

Mengenal Udang Putih Vanamei

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 5,344|Likes:
Teknologi budidaya udang terus memerlukan penelitian dan pengembangan dari waktu ke waktu. Walaupun dalam dua dasawarsa terakhir telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, namun jika dibandingkan dengan teknologi pertanian (misalnya hortikultura) atau peternakan (misalnya unggas), teknologi budidaya udang masih sangat jauh ketinggalan
Teknologi budidaya udang terus memerlukan penelitian dan pengembangan dari waktu ke waktu. Walaupun dalam dua dasawarsa terakhir telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, namun jika dibandingkan dengan teknologi pertanian (misalnya hortikultura) atau peternakan (misalnya unggas), teknologi budidaya udang masih sangat jauh ketinggalan

More info:

Published by: AGUS FIRHAN OKTOSUHDA MAHAR MANIK on May 03, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/23/2013

pdf

text

original

 
MENGENAL UDANG PUTIH VANAMEI
Teknologi budidaya udang terus memerlukan penelitian dan pengembangan dari waktu ke waktu.Walaupun dalam dua dasawarsa terakhir telah mengalami perkembangan yang sangat pesat,namun jika dibandingkan dengan teknologi pertanian (misalnya hortikultura) atau peternakan(misalnya unggas), teknologi budidaya udang masih sangat jauh ketinggalan. Teknologi pertanian dan peternakan telah mencapai tahap
 genetic engineering 
(rekayasa genetika) dimanasecara genetik telah ditemukan bibit unggul yang lebih produktif dan tahan terhadap penyakit.Sedangkan teknologi budidaya udang baru memasuki tahap
 genetic mappin
(pemetaangenetika). Perkembangan terakhir teknologi budidaya udang difokuskan pada
 geneticimprovement 
(perbaikan genetika) melalui proses seleksi induk secara ketat. Namun proses
 genetic improvement 
ini masih berada pada tahap seleksi secara alami.Tingkat keberhasilan dari penerapan teknologi budidaya udang sangat bergantung pada tingkat penguasaan teknologi lingkungan perairan (sebagai tempat hidup udang) dan biologi udang itusendiri. Lingkungan perairan merupakan ekosistem yang sangat kompleks, yang terdiri darikomponen biotik dan komponen abiotik. Oleh karena itu diperlukan pemahaman yang benar tentang ekosistem perairan (tambak) sehingga dapat senantiasa menjaga keseimbangannya.Disamping itu, pemahaman tentang biologi udang merupakan hal yang tidak kalah penting,mulai dari anatomi, morfologi, fisiologi, habitat dan kebiasaan makan sampai pada pemahamanstructure genetiknya.Kondisi geografis juga memberikan pengaruh yang berbeda dalam hal struktur dan tekstur tanah,kualitas fisika dan kimia air serta kandungan unsur hara. Demikian juga dengan perbedaan iklimdan perubahan cuaca. Ini semua akan mempengaruhi pola dan jenis teknologi yang diterapkan.Pengaruh yang muncul dari perubahan cuaca, juga terlihat pada tingkat penyerangan penyakit.Pada musim penghujan misalnya, biasanya jumlah tambak yang terinfeksi penyakit lebih banyak dibandingkan pada musim kemarau. Hal ini diakibatkan oleh tingginya potensi fluktuasi kualitasair (terutama temperatur dan salinitas) yang mengakibatkan meningkatnya potensi stres udangdan virulensi penyakit.
 
Dari gambaran kondisi di atas untuk membuat Panduan Standar Budidaya Udang (PSBU) relatif sulit. Namun demikian, dengan menyadari dan memahami faktor-faktor yang mempengaruhikeberhasilan budidaya udang serta variasi kondisi alam tersebut, dapat disusun sebuah buku panduan yang mencakup keseluruhan tahap secara komperhensif yang disertai pedoman praktis,mulai dari persiapan tambak, persiapan air, persiapan tebar, proses penebaran benur, manajemenair, manajemen pakan, pengendalian penyakit hingga pelaksanaan panen. Standar operasi ini, bersifat dinamis seiring dengan permasalahan yang ditemukan di lapangan dan perkembanganteknologi budidaya udang yang ada.
A. SEBARAN GEOGRAFIS UDANG VANNAMEI
Daerah penyebaran
 L. vannamei
meliputi Pantai Pasifik, Meksiko, Laut Tengah dan SelatanAmerika. Sebuah wilayah dimana suhu air secara umum berkisar di atas 20
0
C sepanjang tahun.Di sini merupakan tempat populasi
 L. vannamei
berada. Karena spesies ini relatif mudah untuk  berkembang biak dan dibudidayakan, maka
 L. vannamei
menjadi salah satu spesies andalandalam budidaya udang di beberapa negara dunia.
Gbr. 1.1. Peta distribusi alami udang putih Litopenaeus Vannamei (Samocha,- )
 
B. TAKSONOMI UDANG VANNAMEI (
 Litopenaeus Vannamei 
)
Taksonomi udang vannamei adalah sebagai berikut :Phylum : ArthropodaClass : CrustaceaSubclass : MalacostracaSeries : EumalacostracaSuperorder : EucaridaOrder : DecapodaSuborder : DendrobrachiataInfraorder : PeneideaSuperfamily : PenaeoideaFamily : PenaeidaeGenus : PenaeusSubgenus : LitopenaeusSpecies : Litopenaeus vannamei
Udang Putih (
 Litopenaeus Vannamei 
) termasuk dalam :
1.
Crustacea yang tergolong dalam ordo Decapoda seperti halnya lobster dan kepiting sertaudang-udang lainya. Kata
decapoda
berasal dari kata
deca
= 10,
 poda
= kaki, hewan ini juga memiliki karapas yang berkembang menutupi bagian kepala dan dada menjadi satu(
cephalothorax
).2.Famili Penaeidae yang menetaskan telurnya di luar tubuh, setelah dikeluarkan oleh si betina dan udang ini juga memiliki tanduk (rostrum).
3.
Genus penaeus yang ditandai dengan adanya gigi pada bagian atas dan bawah rostrum juga ditandai dengan hilangnya bulu cambuk (
 setae
) pada tubuhnya. Secara khusus udangini memiliki 2 gigi pada tepi rostrum bagian ventral dan 8-9 gigi pada tepi rostrum bagiandorsal.
4.
Subgenus
 Litopenaeus
, yang ditandai dengan adanya organ seksual (
thelycum
) yangterbuka tanpa adanya tempat penampung sperma pada spesies betina. Nama-nama lain dari udang putih
 Litopenaeus vannamei
adalah
 Pacific white shrimp, West coast white shrimp, Penaeus vannamei, Camaron blanco Langostino, White leg 
 
 shrimp
(FAO),
Crevette pattes blanches
(FAO),
Camaron pati blanco
(FAO).

Activity (51)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Momok Cii Sr. liked this
Akbar Ramdani liked this
Andra Deztyni liked this
rinifikp liked this
Muslimin Mimink liked this
Aditya Irawan liked this
rinifikp liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->