Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Permen Kominfo RI No. 8 Tahun 2007 tentang Tata Cara Perizinan dan Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Swasta

Permen Kominfo RI No. 8 Tahun 2007 tentang Tata Cara Perizinan dan Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Swasta

Ratings: (0)|Views: 572 |Likes:
Published by Agus Yuniarso

More info:

Published by: Agus Yuniarso on May 03, 2010
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

06/05/2013

 
 
1
MENTERIKOMUNIKASI DAN INFORMATIKAREPUBLIK INDONESIAPERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKAREPUBLIK INDONESIANOMOR: 08/P/M.KOMINFO/3/2007TENTANGTATA CARA PERIZINAN DAN PENYELENGGARAAN PENYIARANLEMBAGA PENYIARAN SWASTADENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAMENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKAREPUBLIK INDONESIA,Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 2 ayat (3), Pasal 3 ayat(2), Pasal 7 ayat (11), dan Pasal 11 ayat (7) Peraturan PemerintahRepublik Indonesia Nomor 50 Tahun 2005 tentang PenyelenggaraanPenyiaran Lembaga Penyiaran Swasta, perlu menetapkan PeraturanMenteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia tentang TataCara Perizinan dan Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga PenyiaranSwasta;Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi(Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 154, Tambahan LembaranNegara Nomor 3881);2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran(Lembaran Negara Tahun 2002 Nomor 139, Tambahan LembaranNegara Nomor 4252);3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2000tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi (Lembaran NegaraTahun 2000 Nomor 107, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3980);4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2000tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit(Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 108, Tambahan LembaranNegara Nomor 3981);5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2005tentang Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Swasta(Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 127, Tambahan LembaranNegara Nomor 4566);6. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telahdiubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2005;
 
 
2
7. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan TataKerja Kementerian Negara Republik Indonesia;8. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian NegaraRepublik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan PeraturanPresiden Nomor 15 Tahun 2005;9. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor:01/P/M.KOMINFO/4/2005 tentang Organisasi dan Tata KerjaKantor Departemen Komunikasi dan Informatika.MEMUTUSKAN:Menetapkan : PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKATENTANG TATA CARA PERIZINAN DAN PENYELENGGARAANPENYIARAN LEMBAGA PENYIARAN SWASTA.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:1. Siaran, Penyiaran, Spektrum Frekuensi Radio, Forum Rapat Bersama, dan IzinPenyelenggaraan Penyiaran adalah sebagaimana dimaksud dalam Undang-UndangNomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran dan Peraturan Pemerintah Nomor 50Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Swasta.2. Lembaga Penyiaran Swasta yang selanjutnya disebut LPS adalah lembagapenyiaran yang bersifat komersial berbentuk badan hukum Indonesia, yang bidangusahanya hanya menyelenggarakan jasa penyiaran radio atau televisi.3. Komisi Penyiaran Indonesia, selanjutnya disebut KPI, adalah lembaga negara yangbersifat independen yang ada di pusat dan di daerah, sebagai wujud peran sertamasyarakat di bidang penyiaran, yang tugas dan wewenangnya diatur dalamUndang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.4. Uji Coba Siaran adalah siaran percobaan yang dilakukan oleh Pemohon sesuaidengan materi uji coba siaran, dalam rangka mendapatkan izin penyelenggaraanpenyiaran.5. Evaluasi Uji Coba Siaran adalah pengujian dan penilaian atas penyelenggaraan ujicoba siaran yang dilakukan oleh Tim Uji Coba Siaran.6. Stasiun Penyiaran/studio adalah tempat diselenggarakan acara siaran radio atautelevisi secara tetap.7. Stasiun Pemancar adalah tempat beradanya perangkat transmisi penyiaran
 
yangberfungsi untuk memancarluaskan siaran radio atau televisi.8. Wilayah jangkauan siaran adalah wilayah layanan siaran sesuai dengan izin yangdiberikan yang dalam wilayah tersebut dijamin bahwa sinyal dapat diterima denganbaik dan jelas dari gangguan atau interferensi sinyal frekuensi radio lainnya.9. Pemohon adalah perseorangan, warga negara Indonesia, yang bertindak untuk danatas nama badan hukum Indonesia.10. Menteri adalah menteri yang ruang lingkup tugas dan tanggung jawabnya di bidangkomunikasi dan informatika.
 
 
3
BAB IIPENYELENGGARAAN PENYIARAN MELALUI SISTEM TERESTRIALPasal 2(1) LPS jasa penyiaran radio secara analog dapat menyelenggarakan penyiaranmelalui sistem terestrial dengan ketentuan sebagai berikut:a. penyiaran radio AM/MW yang menggunakan pita frekuensi MF harus mengikutiketentuan
International Telecommunication Union
(ITU) dan/atau yang berlakusecara nasional, antara lain mengenai frekuensi, jadual penggunaan frekuensi,daya pancar, sistem antenna, dan wilayah jangkauan siaran;b. penyiaran radio FM yang menggunakan pita frekuensi VHF harus mengikutiketentuan
International Telecommunication Union
(ITU) dan/atau yang berlakusecara nasional antara lain mengenai frekuensi, daya pancar, dan wilayah jangkauan siaran.(2) LPS jasa penyiaran televisi secara analog dapat menyelenggarakan penyiaranmelalui sistem terestrial dengan menggunakan pita frekuensi VHF dan/atau UHFdan harus mengikuti ketentuan
International Telecommunication Union
(ITU)
 dan/atau
yang berlaku secara nasional.(3) Ketentuan penggunaan pita frekuensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) danayat (2) harus mengikuti rencana induk frekuensi termasuk rencana migrasi darianalog ke digital.Pasal 3LPS yang menyelenggarakan penyiaran melalui sistem terestrial yang berjaringandapat menggunakan satelit untuk mendistribusikan siarannya ke anggota jaringandengan ketentuan:a. mengutamakan penggunaan satelit domestik; dan/ataub. dapat menggunakan satelit asing yang telah memperoleh hak labuh (
landing right 
)di Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku.BAB IIIPERSYARATAN PENDIRIANBagian PertamaTata Cara Pendirian Pasal 4(1) Pendirian LPS harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:a. didirikan oleh warga negara Indonesia;b. didirikan dengan bentuk badan hukum Indonesia berupa perseroan terbatas;c. bidang usahanya hanya menyelenggarakan jasa penyiaran radio atau televisi;dand. seluruh modal awal usahanya dimiliki oleh warga negara Indonesia dan/ataubadan hukum Indonesia yang seluruh sahamnya dimiliki oleh warga negaraIndonesia.(2) Setiap gedung stasiun penyiaran/studio dan/atau stasiun pemancar harusmemasang identitas berupa papan nama yang jelas dan mudah terlihat.

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Amirudin Undip liked this
Wiyono Papa Aqil liked this
Febro Handoyo liked this
Dhee Chan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->