Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
EPISTAKSIS

EPISTAKSIS

Ratings: (0)|Views: 4,990|Likes:
Published by Billy Anthony Tohar
Tugas akhir sewaktu kepaniteraan THT di RS Bhakti Yudha Depok
Tugas akhir sewaktu kepaniteraan THT di RS Bhakti Yudha Depok

More info:

Published by: Billy Anthony Tohar on May 03, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/13/2013

text

original

 
BILLY ANTHONY TOHAR – FK UKRIDA - 2009
BAB IPENDAHULUANLATAR BELAKANG
Hidung merupakan organ penting yang seharusnya mendapat perhatian lebih dari biasanya; merupakan salah satu organ pelindung tubuh terpenting terhadap lingkungan yangtidak menguntungkan.
(1)
Rongga hidung kita kaya dengan pembuluh darah. Pada rongga bagian depan,tepatnya pada sekat yang membagi rongga hidung kita menjadi dua, terdapat anyaman pembuluh darah yang disebut pleksus Kiesselbach. Pada rongga bagian belakang jugaterdapat banyak cabang-cabang dari pembuluh darah yang cukup besar antara lain dari arterisphenopalatina.
(2)
Epistaksis adalah perdarahan yang berasal dari hidung dan dapat timbul spontan tanpadapat ditelusuri sebabnya.
(3)
Epistaksis bukanlah suatu penyakit melainkan suatu tanda ataugejala. Walau pada umumnya epistaksis dapat diatasi dengan mudah, namun perdarahanhidung merupakan masalah yang sangat lazim, sehingga tiap dokter harus siap menanganikasus demikian.
(1)
 Pada umumnya terdapat dua sumber perdarahan yaitu dari bagian anterior dan bagian posterior. Epistaksis anterior dapat berasal dari Pleksus Kiesselbach atau dari arteriathmoidalis anterior. Sedangkan epistakasis posterior dapat berasal dari arteri sphenopalatinadan arteri ethmoid posterior.Epistaksis biasanya terjadi tiba-tiba. Perdarahan mungkin banyak, bisa juga sedikit.Penderita selalu ketakutan sehingga merasa perlu memanggil dokter.
BAB IIPEMBAHASANVASKULARISASI
Epistaksis | 1
 
BILLY ANTHONY TOHAR – FK UKRIDA - 2009
Suplai darah cavum nasi berasal dari sistem karotis; arteri karotis eksterna dan karotisinterna. Arteri karotis eksterna memberikan suplai darah terbanyak pada cavum nasi melalui :1)Arteri sphenopalatina, cabang terminal arteri maksilaris yang berjalan melaluiforamen sphenopalatina yang memperdarahi septum tiga perempat posterior dandinding lateral hidung.2)Arteri palatina desenden memberikan cabang arteri palatina mayor, yang berjalanmelalui kanalis incisivus palatum durum dan menyuplai bagian inferoanterior septumnasi. Sistem karotis interna melalui arteri oftalmika mempercabangkan arteri ethmoidanterior dan posterior yang mendarahi septum dan dinding lateral superior.
Gambar 1. Vaskularisasi hidung(dikutip dari http://www.aafp.org/afp/ 20050115/305_f1.jpg)
DEFINISI
Epistaksis adalah keluarnya darah dari hidung; merupakan suatu tanda atau keluhan bukan penyakit
(1,3)
. Perdarahan dari hidung dapat merupakan gejala yang sangatmenjengkelkan dan mengganggu, dan dapat pula mengancam nyawa. Faktor etiologi harusdicari dan dikoreksi untuk mengobati epistaksis secara efektif 
(3)
.
ETIOLOGI
Perdarahan hidung diawali oleh pecahnya pembuluh darah di dalam selaput mukosahidung. Delapan puluh persen perdarahan berasal dari pembuluh darah Pleksus Kiesselbach(area Little). Pleksus Kiesselbach terletak di septum nasi bagian anterior, di belakangEpistaksis | 2
 
BILLY ANTHONY TOHAR – FK UKRIDA - 2009
 persambungan mukokutaneus tempat pembuluh darah yang kaya anastomosis
(4)
. Epistaksisdapat ditimbulkan oleh sebab-sebab lokal dan umum atau kelainan sistemik 
(3,4,5,6)
.
1) Lokal
a)TraumaEpistaksis yang berhubungan dengan neoplasma biasanya mengeluarkan sekretdengan kuat, bersin, mengorek hidung, trauma seperti terpukul, jatuh dan sebagainya.Selain itu iritasi oleh gas yang merangsang dan trauma pada pembedahan dapat jugamenyebabkan epistaksis. b)InfeksiInfeksi hidung dan sinus paranasal, rinitis, sinusitis serta granuloma spesifik, sepertilupus, sifilis dan lepra dapat menyebabkan epistaksis.c)NeoplasmaEpistaksis yang berhubungan dengan neoplasma biasanya sedikit dan intermiten,kadang-kadang ditandai dengan mukus yang bernoda darah, Hemongioma,karsinoma, serta angiofibroma dapat menyebabkan epistaksis berat.d)Kelainan kongenitalKelainan kongenital yang sering menyebabkan epistaksis ialah perdarahantelangiektasis heriditer (hereditary hemorrhagic telangiectasia/Osler's disease). Pasienini juga menderita telangiektasis di wajah, tangan atau bahkan di traktusgastrointestinal dan/atau pembuluh darah paru.e)Sebab-sebab lain termasuk benda asing dan perforasi septum.Perforasi septum nasi atau abnormalitas septum dapat menjadi predisposisi perdarahan hidung. Bagian anterior septum nasi, bila mengalami deviasi atau perforasi, akan terpapar aliran udara pernafasan yang cenderung mengeringkansekresi hidung. Pembentukan krusta yang keras dan usaha melepaskan dengan jarimenimbulkan trauma digital. Pengeluaran krusta berulang menyebabkan erosimembrana mukosa septum dan kemudian perdarahan.f)Pengaruh lingkunganMisalnya tinggal di daerah yang sangat tinggi, tekanan udara rendah atau lingkunganudaranya sangat kering.
2) Sistemik 
Epistaksis | 3

Activity (0)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
gustian_ballack liked this
Qhi Maulian liked this
derryherdhimas liked this
Winda Ramadani liked this
nunualone liked this
doctorwannabe liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->