Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
56Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Landasan Moral Dan Etika Kepemimpinan

Landasan Moral Dan Etika Kepemimpinan

Ratings: (0)|Views: 3,813 |Likes:
Published by Sumarsono Batu

More info:

Published by: Sumarsono Batu on May 03, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/14/2013

pdf

text

original

 
Landasan moral dan Etika Kepemimpinan
1
LANDASAN MORAL DAN ETIKA KEPEMIMPINANMakalahOleh : Sumarsono
 Asumsi yang terbangun selama ini setidaknya ada tiga musuh bangsa yang berpotensi menghancurkan bangsa, yaitu kemiskinan, kebodohan, dan kebobrokanmoral. Ketiga musuh ini harus secara simultan dan serius diperangi. Kemiskinandapat diberantas dengan pembangunan ekonomi agar kesejahteraan dicapai olehrakyat secara luas.Kekayaan alam Indonesia sangat potensial untuk dikelola dandimanfaatkan agar tak ada lagi rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan.Kebodohan diperangi dengan meningkatkan program pendidikan bagi semuakalangan, baik secara formal maupun informal. Kebobrokan moral harusdiberantas agar individu-individu terhindar dari perilaku yang merugikan diri,orang lain, dan masyarakat.Bagi bangsa Indonesia, masalah moralitas adalah suatu hal yang mutlak harus dimiliki oleh setiap pemimpin bangsa. Pemimpin harus memiliki moralyang tinggi, terutama dalam mengambil kebijakan yang terkait dengan erang banyak. Prinsip tasharruful imam ala rayatihi manuthun bil mas-lahah(kebijaksanaan pemimpin bergantung pada kemaslahatan rakyat) harus dipakaioleh setiap pemimpin dalam mengambil kebijakan/keputusan.
 LANDASAN MORAL KEPEMIMPINAN
 Pepatah Arab yang cukup terkenal di Indonesia mengatakan “Innamalumamu akhlaqu maa baqiat fain humu jahabat akhlaquhum jahabu” Artinya suatuumat akan kuat karena berpegang teguh pada moralitas yang ada, namun apabilamoral diabaikan maka tunggulah kehancuran umat tersebut.Bangsa Indonesia seyogyanya menyadari bahwasanya kepemimpinan dankepemerintahan yang baik akan mampu menyelesaikan permasalahan bangsasecara konkrit. Dalam hal ini alternatif kepemimpinan yang dapat membantumewujudkan kepemerintahan yang baik adalah kepemimpinan yang visioner sekaligus memiliki moral dan etika kepemimpinan yang baik pula.
 
Landasan moral dan Etika Kepemimpinan
2
Pemimpin yang visioner adalah pemimpin yang memiliki kompetensiuntuk mewujudkan visi organisasi secara bersama-sama dengan sumber dayamanusia (SDM) yang dipimpinnya. Seorang pimpinan yang memiliki kemampuanrethingking future. Pimpinan yang mampu menggerakkan seluruh potensi yangdimiliki organisasi kearah masa depan yang lebih cemerlang. Pimpinan yang berpenampilan menggetarkan dan penuh kewibawaan sehingga mampumembangun semangat setiap pribadi untuk ikut ambil bagian dalam mewujudkancita – cita bangsa. Pimpinan yang tidak hanya menguasai permasalahan yangdihadapi oleh bangsa., tetapi juga memiliki semangat membara untuk bersama – sama menyelasaikan masalah secara cepat dan tepat (high commitment and highabstraction).Setiap pemimpin dalam kepemerintahan yang baik seyogyanyamenumbuhkan semangat yang kuat untuk memimpin dirinya sendiri sebelummemimpin bangsanya. Seorang pemimpin harus beriman dan bertaqwa kepadaTuhan Yang Maha Esa agar dapat tampil sebagai pemimpin sejati. Pemimpinyang dapat dipercaya, jujur, patuh, disiplin, taat azas, mampu berkomunikasisecara efektif, tegas dan tekun menegakkan kebenaran sehingga mampumengalahkan musuh bangsa.Sebagai bangsa yang mayoritas beragama Islam tentu sangat efektif jika dimasa datang mencontoh dan meneladani kepemimpinan Rasulullah MuhammadSAW dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. DenganPancasila, seorang pemimpin bisa mengaktualisasikan kempimpinan Pancasiladalam seluruh aspek kehidupan terlebih dalam mengharmonisasikannya dengannilai global untuk menghadapi dan menyelesaikan krisis yang multidimensi saatini.Moral pemimpin yang bersumber pada Pancasila terutama dan terpentingadalah “moral ketaqwaan”. Pemimpin yang bermoral ketaqwaan dalam memimpin bangsa pasti mampu mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance).Ketaqwaan yang dimiliki seorang pemimpin mendorong mereka taat dan patuhserta konsisten menjadikan agama yang dianutnya sebagai point of reversencedalam melaksanakan tugas kepemimpinannya . Moral ketaqwaan melahirkanseorang pemimpin yang mampu menghargai pekerjaan orang lain, mengakui
 
Landasan moral dan Etika Kepemimpinan
3
kemampuan orang yang dipimpin dan menghormati mereka sebagai abdi Negarayang sama–sama beribadah mencari ridla Allah SWT.Moral ketaqwaan mampu mendorong seorang pemimpin bersikaptransparan, keterbukaan dalam melaksanakan amanah yang diembannya. Dalam proses penetapan kebijakan memberikan kesempatan orang yang dipimpinmemberikan kontribusi dalam agenda setting. Manfaatnya rakyat menjadi individuyang aspiratif dan responsive. Sementara pimpinan menjadi fasilitator yang penuhdedikatif dan responsif akomodatif terhadap kepentingan orang yang dipimpinnya.
 Landasan Moral Kepemimpinan Rasullullah
 Diantara rahasia sukses Rasulullah Saw memimpin umat ini adalahterletak pada kepribadiannya yang utuh, terarah dan berakhlakul karimah dalamsegala aspek kehidupan. ada kesesuaian antara kata dengan perbuatan.Berikut iniadalah sebagaian akhlak dan kepribadiaan Rasulullah Saw :
 Sidik (Kejujuran)
 Selama hidupnya Rasulullah Saw sama sekali tak pernah berdusta. Baik itusebelum beliau diangkat menjadi nabi atau sesudahnya. Sampai usia 40 tahun beliau tidak dikenal sebagai negarawan.pengkhutbah atau seorang orator. Ia tidak  pernah tampak berbicara tentang masalah-masalah etika, metafisika, hukum, politik, ekonomi ataupun masalah-msalah sosial. Namun tidak diragukan lagi bahwa ia memiliki karakter yang luar biasa baiknya, tutur kata dan perilaku muliadan penampilan yang menawan. Pada saat itu belum terjadi perubahan besar padadirinya yang membuat orang mengharapkan terjadinya perubahan luar biasa padadirinya di masa yang akan datang. Tetapi, ketika ia keluar dari gua Hira denganmembawa risalah kenabian, beliau benar-benar berubah. Dengan sifat sidik yangtertanam dalam jiwa tumbuh dan berkembang sifat yang dipengaruhi kebenarandan kejujuran, sehingga terhindar dari dirinya kesalahan atau tidak akan adakemungkinan lagi timbul dari dalam dirinya nilai-nilai kejujuran dan kebenaranserta keadilan, maka yang timbul adalah karakter dan kepribadian yang senantiasa jujur dan adil pula.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->