Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
25Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
upacara

upacara

Ratings: (0)|Views: 2,369 |Likes:
Published by Anom Pa

More info:

Published by: Anom Pa on May 03, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/22/2013

pdf

text

original

 
Manusia Dalam Agama khususnya Agama Hindu
Sebelum kita membahas lebih jauh bagaimana manusia dalam agama atau dengan kata lainmanusia dalam beragama khususnya agama hindu, mari kita tengok sedikit bagaimana filsafahagama hindu yang mengandung banyak pedoman-pedoman untuk manusia dalam menjalanihidup.Sejarah menyatakan, bahwa pada jaman dahulu kala di wilayah Nusantara Indonesia telah berdiriKerajaan-Kerajaan Besar seperti salah satu di antaranya adalah Kerajaan Majapahit yaitu sebuahKerajaan penganut Agama Hindu yang merupakan Kerajaan terbesar yang bisa menyatukanseluruh wilayahnya sampai ke Madagaskar.Pada jaman itu sudah ada hubungan dagang dengan negara Luar Negeri terutama dengan NegeriCampa, yang saat ini Negara Cina.Kerajaan ini bertempat di Jawa Timur, yang pada jaman keemasannya dipimpin oleh seorangRaja yang bernama Hayam Wuruk dengan Patihnya bernama Gajah Mada.Pada jaman itu perkembangan budaya yang berlandaskan Agama Hindu sangat pesat termasuk diDaerah Bali dan perkembangan terakhir menunjukkan bahwa para Arya dari Kerajaan Majapahitsebagian besar hijrah ke Bali dan di Daerah ini para Arya-Arya tersebut lebih memantapkanajaran-ajaran Agama Hindu sampai sekarang.Masyarakat Hindu di Bali dalam kehidupan sehari-harinya selalu berpedoman pada ajaranAgama Hindu warisan para lelulur Hindu di Bali terutama dalam pelaksanaan upacara ritualdalam Falsafah Tri Hita Karana.
Arti kata Tri Hita Karana :
Tri artinya tiga
Hita artinya kehidupan
Karana artinya penyebab
Tri Hita Karana artinya :
Tiga keharmonisan yang menyebabkan adanya kehidupan yaituhubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, hubungan yang harmonis antaramanusia dengan manusia dan hubungan yang harmonis antara manusia dengan alam.Dalam pelaksanaannya tetap berlandaskan ajaran-ajaran Agama Hindu dan dalam kegiatanUpacara Keagamaan berpatokan pada Panca Yadnya.
Yang dimaksud dengan Panca Yadnya adalah :
Panca artinya lima dan Yadnya artinyaupacara persembahan suci yang tulus ikhlas kehadapan Tuhan yang dalam istilah Balimasyarakat Hindu menyebutkan Ida Sanghyang Widi Wasa.
Adapun pelaksanaan Panca Yadnya terdiri dari :
 
1. Dewa Yadnya, yaitu upacara persembahan suci yang tulus ikhlas kehadapan para dewa-dewa.2. Butha Yadnya, yaitu upacara persembahan suci yang tulus ikhlas kehadapan unsur-unsur alam.3. Manusa Yadnya, yaitu upacara persembahan suci yang tulus ikhlas kepada manusia.4. Pitra Yadnya, yaitu upacara persembahan suci yang tulus ikhlas bagi manusia yang telahmeninggal.5. Rsi Yadnya, yaitu upacara persembahan suci yang tulus ikhlas kehadapan para orang suciumat Hindu.
Untuk lebih jelasnya mengenai pelaksanaan Panca Yadnya secara simpel dapat diuraikansebagai berikut :1. Upacara Dewa Yadnya
Dewa asal kata dalam bahasa Sanskrit “Div” yang artinya sinar suci, jadi pengertian Dewaadalah sinar suci yang merupakan manifestasi dari Tuhan yang oleh umat Hindu di Balimenyebutnya Ida Sanghyang Widhi Wasa.Yadnya artinya upacara persembahan suci yang tulus ikhlas.Upacara Dewa Yadnya adalah pemujaan serta persembahan suci yang tulus ikhlas kehadapanTuhan dan sinar-sinar suciNYA yang disebut dewa-dewi.Adanya pemujaan kehadapan dewa-dewi atau para dewa karena beliau yang dianggapmempengaruhi dan mengatur gerak kehidupan di dunia ini.Salah satu dari Upacara Dewa Yadnya seperti Upacara Hari Raya Saraswati yaitu upacara suciyang dilaksanakan oleh umat Hindu untuk memperingati turunnya Ilmu Pengetahuan yangdilaksanakan setiap 210 hari yaitu pada hari Sabtu, yang dalam kalender Bali disebut SaniscaraUmanis uku Watugunung, pemujaan ditujukan kehadapan Tuhan sebagai sumber IlmuPengetahuan dan dipersonifikasikan sebagai Wanita Cantik bertangan empat memegang wina(sejenis alat musik), genitri (semacam tasbih), pustaka lontar bertuliskan sastra ilmu pengetahuandi dalam kotak kecil, serta bunga teratai yang melambangkan kesucian.
2. Upacara Bhuta Yadnya
Bhuta artinya unsur-unsur alam, sedangkan Yadnya artinya upacara persembahan suci yang tulusikhlas.Kata “Bhuta” sering dirangkaikan dengan kata “Kala” yang artinya “waktu” atau “energi” BhutaKala artinya unsur alam semesta dan kekuatannya.Bhuta Yadnya adalah pemujaan serta persembahan suci yang tulus ikhlas ditujukan kehadapanBhuta Kala yang tujuannya untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan Bhuta Kala danmemanfaatkan daya gunanya. Salah satu dari upacara Bhuta Yadnya adalah Upacara Tawur keSanga (Sembilan) menjelang Hari Raya Nyepi (Tahun Baru / Çaka / Kalender Bali).
 
Upacara Tawur ke Sanga (Sembilan) adalah upacara suci yang merupakan persembahan suciyang tulus ikhlas kepada Bhuta-Kala agar terjalin hubungan yang harmonis dan bisa memberikankekuatan kepada manusia dalam kehidupan.
3. Upacara Manusa Yadnya
Manusa artinya manusiaYadnya artinya upacara persembahan suci yang tulus ikhlas.Upacara Manusa Yadnya adalah upacara persembahan suci yang tulus ikhlas dalam rangka pemeliharaan, pendidikan serta penyucian secara spiritual terhadap seseorang sejak terwujudnya jasmani di dalam kandungan sampai akhir kehidupan. Upacara manusa yadnya erat sekalihubungannya dengan Catur Purusa Arta yang artinya empat tingkatan atau jenjang dalammenjalani hidup ini. Bagian dari catur purusa arta adalah brahmacari, grehasta, wanaprasta, dan bhiksuka. Dalam Jenjang-jenjang hidup inilah kita akan mengalami yang disebut manusia dalamagama tadi.Sebelum manusia itu dilahirkan dan masuk pada jenjang-jenjang kehidupan, Ada beberapa proses upacara Manusa Yadnya seperti :
1.Magedong- gedongan (Garbhadhana Samskara)
ArtiUpacara ini dilaksanakan pada saat kandungan berusia 7 bulan .Sarana1Pamarisuda: Byakala dan prayascita.2Tataban: Sesayut, pengambean, peras penyeneng dan sesayut pamahayutuwuh.3Di depan sanggar pemujaan : benang hitam satu gulung kedua ujungdikaitkan pada dua dahan dadap, bambu daun talas dan ikan air tawar,ceraken (tempat rempah-rempah).WaktuUpacara Garbhadhana dilaksanakan pada saat kandungan berusia 210 hari (7 bulan). Tidak harus persis, tetapi disesuaikan dengan hari baik.TempatUpacara Garbhadhana dilaksanakan di dalam rumah, pekarangan, halamanrumah, di tempat permandian darurat yang khusus dibuat untuk itu, dandilanjutkan di depan sanggar pemujaan (sanggah kamulan).PelaksanaUpacara ini dipimpin oieh Pandita, Pinandita atau salah seorang yang tertua(pinisepuh).TataPelaksanaan1lbu yang sedang hamil terlebih dahulu dimandikan (siraman) di parisuda,dilanjutkan dengan mabyakala dan prayascita.2Si lbu menjunjung tempat rempah-rempah, tangan kanan menjinjing dauntalas berisi air dan ikan yang masih hidup.3Tangan kiri suami memegang benang, tangan kanannya memegang bamburuncing.4Si Suami sambil menggeser benang langsung menusuk daun talas yangdijinjing si Istri sampai air dan ikannya tumpah.

Activity (25)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
La Lha Violet liked this
Dhexz Kristina liked this
Wayan Setiawan liked this
Wayan Setiawan liked this
Gede Suyasa liked this
Made Pawana liked this
Wira Parwata liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->