P. 1
dasar2 ilmu sastra

dasar2 ilmu sastra

Ratings: (0)|Views: 9,359 |Likes:
Published by theonlywann
hanya sebuah tulisan rintisan khusus untuk pelajar sastra tingkat mula.
hanya sebuah tulisan rintisan khusus untuk pelajar sastra tingkat mula.

More info:

Published by: theonlywann on May 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/15/2013

pdf

text

original

 
MENGENAL DASAR-DASAR ILMU SASTRAPenulis:Wawan SetiawanKata Pengantar
Sastra merupakan bagian dari kebudayaan. Oleh karena itu, mempelajari sastramerupakan bentuk penghargaan terhadap kebudayaan itu sendiri. Namun sastra seringkalimenjadi begitu asing bagi kita. Hal itu terutama disebabkan ketidaktahuan kita terhadap apasebenarnya sastra.Buku ini mengajak kita sedikit mengetahui sastra yang paling mendasar. Pertanyaansederhana yang berusaha diurai-jawab pada buku ini adalah apakah sastra itu, apa saja bentuk-bentuk sastra, dan bagaimana sastra pada masa lalu serta masa kini.Secara garis besar buku ini membahas tiga jenis atau genre sastra yang utama, yaitu puisi, prosa, dan drama. Selain itu, buku ini juga mencoba menguraikan perbedaan antarasastra tulis yang biasa kita baca saat ini dan sastra lisan yang sebenarnya masih sering kitasaksikan dan kita dengar.Penyusun sadar betul akan keterbatasan dan kekurangan penulisan buku ini. Oleh karenaitu kritik dan saran sangat diharapkan. Adapun sedikit materi yang terkandung di dalam bukuini semoga menjadi manfaat bagi pembelajaran sastra.Februari 2010,Penyusun
 
B
A
B
1PENGERTIAN SASTRAA.
 
Apa itu Sastra?
Sejak dulu definisi sastra selalu menjadi perbincangan yang hamper tidak  berkesudahan. Para ahli sastra sendiri tidak memberikan batasan yang jelas mengenai definisisastra. Namun demikian, berdasarkan fakta-fakta dan kecenderungan yang ada selama ini,dapatlah dirangkum beberapa pengertian tentang apa itu sastra.Secara sempit, sastra dapat diartikan sebagai seni yang berbentu karya tulis. Secaraharfiah, kata tersebut berasal dari kata bahasa latin (littera yang kemudian diserap pulamenjadi literature, yang artinya sesuatu yang tertulis). Pengertian ini jelas membatasi bahwasastra adalah karya seni yang berbentuk tulisan.Pengertian tersebut agaknya terlalu sempit, apalagi jika kita mengingat keragaman bangsa Indonesia yang sangat kuat dan kaya akan ragam tradisi lisan. Di antara tradisi lisanitu, terutama ada bentuk-bentuk puisi rakyat, mantra, pantun, dongeng, mitos dan legendadapat pula dikategorikan sebagai sastra. Sebagai perluasanatas definisi sastra sebagai karyaseni yang tertulis muncullah istilah sastra lisan yang seakan-akan menjadi dunia sastra yangterpisah dari budaya literer atau tertulis.Istilah Bahasa Jerman ³Wort kunst´ dapat pula menjadi alternative dalammendefinisikan sastra. Secara harfiah, kata tersebut dapat diartikan sebagai karya seni yangmenggunakan kata-kata atau bahasa. Dengan demikian, pengertian ini dapat mencakup karya-karya yang selama ini dianggap sastra, baik yang tertulis, maupun yang lisan/dilisankan ataudituturkan.Permasalahan yang muncul kemudian adalah bagaimana kita membedakan mana-mana saja karya yang termasuk sastra dan mana-mana saja karya yang bukansastra/nonsastra. Untuk menjawab pertanyaan ini tidak hanya diperlukan dugaan-dugaan yangtepat, akan tetapi diperlukan juga pengalaman dan penghayatan yang memadai terhadap bentuk-bentuk karya yang kita temukan. Sebagai contoh sederhana adalah bagaimana kita bisamembedakan buku novel dengan buku pelajaran sejarah atau geografi? Meskipun kitamengetahui dengan jelas perbedaan kedua ³karya´ tersebut, namun terkadang kita sulitmemaparkan berbedaan di antara keduanya. Kita sering kesulitan menjelaskan perbedaan diantara keduanya terutama jika lagi-lagi tersandung dengan batasan atau definisi.
 
Sebagai sedikit pemarkahan saja, sastra sering juga diartikan sebagai karya rekaan.Artinya sastra adalah karya yang dihasilkan dengan sebuah perenungan/kontemplasi dandiolah dengan diksi, ragam bahasa tertentu sehingga menimbulkan nilai rasa dansubjektivitas. Supaya lebih jelas, perhatikan dua ragam teks di bawah ini.Teks 1
Puncak 
B
anjir Jakarta
B
ulan Januari 2010
Kamis, 19 November 2009 | 07:13 WIBJAKARTA, KOMPAS.com ² Wahana Lingkungan Hidup Indonesia memprediksi bencana banjir di Jakarta akan datang lebih cepat, yaitu Januari 2010. Dengan kondisi Proyek Banjir Kanal Timur yang belum selesai, buruknya saluran drainase, masalah kerusakan di 13aliran sungai, dan musim hujan yang mencapai puncaknya pada bulan itu, banjir diperkirakanlebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya.´Banjir diperkirakan makin besar karena berbarengan dengan datangnya banjir air  pasang laut atau rob. Banjir terus terjadi karena negara salah urus dalam mengelola sumber daya dan penataan ruang,´ kata Direktur Eksekutif Walhi Jakarta Ubaidillah, Rabu (18/11).Walhi secara spesifik mengkritik kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Di bawahkepemimpinan Fauzi Bowo, tidak juga ada kebijakan yang mampu mempercepat akselerasi program penanggulangan banjir.Banjir kian menghantui warga Jakarta, setelah Fauzi Bowo sendiri, Selasa,mengingatkan warga yang tinggal di dekat Kali Pesanggrahan agar waspada.Dengan banyak fakta yang mengkhawatirkan itu, Walhi mendesak pemerintah bertindak cepat dan tepat. Walhi juga meminta masyarakat Jakarta kembali bersiapmenghadapi banjir.Secara terpisah, Pemerintah Kota Jakarta Timur mengimbau pelaksana Proyek BKTmenjaga kebersihan jalan yang dilewati truk-truk proyek yang mengangkut tanah galian.´Saya sudah menerima banyak keluhan warga tentang tanah yang berceceran di jalan itu,´ujarnya. (NEL/WIN)

Activity (98)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Opa Yat liked this
qinwenc liked this
Syifa Callista liked this
Dika Zuchdan Sumira added this note
NGEWE
Anaa Andriianii liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->