BAB IIPEMBAHASAN1)Urgensi Ideologi dalam Gerakan Muhammadiyah
Muhammadiyah sebagai gerakan Islam bukan sekadar organisasi, lebih-lebih organisasi dalam pengertian administrasi yang bersifat teknis. Sebagaigerakan Islam Muhammadiyah merupakan suatu gerakan agama (
religiousmovements
), yang di dalamnya terkandung sistem keyakinan (
belief system
), pengetahuan (
knowledge
), organisasi (
organization
), dan praktik-praktik aktivitas(
practices activity
) yang mengarah pada tujuan (
goal
) yang dicita-citakan.Dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah ditegaskan bahwa Muhammadiyahadalah Gerakan Islam, Dakwah Amar Ma’ruf dan Tajdid, bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah. Muhammadiyah berasaskan Islam. Sedangkan maksud dantujuan Muhammadiyah ialah menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islamsehingga terwujud masyarakat yang sebenar-benarnya. Guna mencapai tujuantersebut dilakukan berbagai usaha, yang diwujudkan dalam amal usaha, program,dan kegiatan Persyarikatan.Kendati tidak ketat sebagaimana ideologi-ideologi dunia lebih-lebih yang bersifat totaliter, Muhammadiyah sebagai gerakan Islam memerlukan perekatideologi. Ideologi sebagai system paham dalam gerakan Muhammadiyah dapatdifungsikan untuk sejumlah kepentingan, antara lain sebagai berikut:
Pertama,
ideologi dapat memberi arah dan penjelasan mengenai sistem paham kehidupan yang dicandranya berdasarkan paham agama (Islam) yangdianutnya serta bagaimana seluruh warga Muhammadiyah bertindak berdasarkansistem paham tersebut.
Kedua,
dengan
ideologi maka Muhammadiyah dapat mengikat solidaritaskolektif (ukhuwah gerakan, dalam makna longgar
ashabiyyah
sebagaimanakonsep Ibn Khaldun), yang berfungsi untuk mempertahankan ikatan ke dalamdan menghadapi tantangan hingga ancaman dari luar.