Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
51Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Aliran Kepercayaan Dan Kebatinan Sinopsis Disertasi

Aliran Kepercayaan Dan Kebatinan Sinopsis Disertasi

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 3,304 |Likes:
Aliran Kepercayaan/Kebatinan tumbuh dan berkembang di Indonesia sejak para Wali menyebarkan Islam. Perkembangannya bertambah pesat sejak Kraton Islam mengadopsi ajaran-ajarannya dan pada masa Orde Baru 1978 dilegalkan menjadi Ketetapan MPR dalam GBHN
Aliran Kepercayaan/Kebatinan tumbuh dan berkembang di Indonesia sejak para Wali menyebarkan Islam. Perkembangannya bertambah pesat sejak Kraton Islam mengadopsi ajaran-ajarannya dan pada masa Orde Baru 1978 dilegalkan menjadi Ketetapan MPR dalam GBHN

More info:

Categories:Types, Research, History
Published by: parlindungan siregar on May 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/28/2013

pdf

text

original

 
SINOPSIS DISERTASIPERKEMBANGAN ALIRAN KEPERCAYAAN/KEBATINANDI INDONESIA 1945 -1985 DAN RESPONS UMAT ISLAM
DisertasiDiajukan untuk Memenuhi Persyaratan MemperolehGelar Doktor Kajian Islam Bidang Sejarah Peradaban IslamOleh
PARLINDUNGAN SIREGAR 
 NIM.: 97.3.00.1.09.0163Promotor Prof. Dr. H. Moh. ArdaniProf. Dr. M. Din SyamsuddinSEKOLAH PASCASARJANAUNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)SYARIF HIDAYATULLAHJAKARTA
1429/2008
1
 
Disertasi ini telah diujikan pada Sidang Ujian Pendahuluan (Tertutup) pada tanggal 22 April 2008/16 Rabiul Akhir 1429 H.---------------------------------------------------------------TIM PENGUJI DISERTASIProf. Dr. Suwito, MA.Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, MA.Dr. V. IrmayantiProf. Dr. H. Moh. ArdaniProf. Dr. M. Din Syamsuddin, MA.2
 
ABSTRAK Disertasi ini membuktikan awal kemunculan aliran kepercayaan/kebatinan adalah pada akhir abad ke-15 dan awal abad ke-16 di Pulau Jawa ketika para Wali Songomenyebarkan agama Islam. Bukan sebagimana pendapat Warsito S. dkk.(
 Disekitar Kebatinan.
Jakarta;Bulan Bintang. 1973); Kristiadi Dkk. (
Studi Kepustakaan tentang Sejarah Perkembangan Kepercayaan dan Masalahn Yang  Dihadapinya.
(Jakarta:Depdikbud, 1983); atau Toeloes (
Sejarah dan Peranan Himpunan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
(Semarang.DPD Himpunan Penghayat Tk I Jawa Tengah. TT.) yang menyatakan bahwaaliran kepercayaan/kebatinan lahir sebelum agama-agama datang ke Indonesia.Disertasi ini juga menolak pendapat Niels Mulder (
Mysticism in Java
 
) yang berpendapat bahwa aliran
 
kepercayaaan/kebatinan merupakan produk jaman kolonial, khususnya pada jaman Keraton di Jawa Tengah akhir abad ke-19 dan awal abad ke 20.Penelitian ini memperkuat pendapat Kamil Kartapradja (
 Aliran-Aliran Kepercayaan/Kebatinan di Indonesia
. Jakarta:Yayasan Masagung, 1986 dan“Islam Dan Kebatinan/Kepercayaan”, dalam Majelis Ulama Indonesia.
SikapMajelis Ulama & Pemimpin2 Islam Indonesia terhadap Aliran Kepercayaan
Jakarta:Fajar Shadiq, T.T). Kata kebatinan berasal dari bahasa Arab bukan bahasaJawa, oleh karena itu aliran kebatinan/kepercayaan timbul di Indonesia pastisesudah datangnya Islam. Hamka (Perkembangan Kebatinan di Indonesia, BulanBintang: 1974) menguraikan konfrontasi para Wali dan Syekh Siti Jenar di sekitar ajaran mistik, manunggaling kawula gusti. Berdasarkan uraian Hamka, tampak dengan jelas sudah muncul aliran kepercayaan/kebatinan di jaman para wali. P.J.Zoetmulder (Maanunggaling Kawula Gusti, Gramedia Pustaka Utama, 1991, 368-369) mengindikasikan terjadinya diskursus mistik Hindu dengan Mistik Islam di jaman Demak. Inipun memperkuat tesis bahwa aliran kepercayaan/kebatinansudah lahir di jaman para wali.Perbedaan penelitian disertasi ini dengan penelitian H.M. Rasyidi, Hamka, KamilKartapradja, Simuh, P.J. Zoetmulder, bahkan dengan Mark Woodward adalah bahwa penelitian terdahulu hanya menarik garis merah ajaran mistik manunggaling kawula gusti dari jaman Demak hingga pasca kemerderkaan RItahun 1945, sementara penelitian ini juga menarik garis merah perkembangangerakannya dari jaman Demak hingga jaman Orde Baru dan melihat
 Historical background 
dari perkembangan ini, di antaranya munculnya faham dwi substansiyang didengungkan oleh Wongsonegoro yang juga adalah salah seorang
The Founding Fathers
nya Indonesia. Kemudian peneliti juga melihat adanya responsdari umat Islam terhadap perkembangan ini.Sumber utama disertasi ini adalah data-data tekstual dan transkrip yang tersebar di berbagai perpustakaan di Jakarta dan juga penuturan ahli-ahli aliran kepercayaan/kebatinan. Data-data yang terkumpul dianalisis dengan metode historisisme dan pendekatan fonosentrisme. Kedua metode ini dibantu oleh ilmu-ilmu lain,terutama sosiologi dan ilmu yang berkaitan dengan kronologi sejarah.3

Activity (51)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Adhy Bachtiar liked this
Cysh Likee Pinkk liked this
Sonny M Mardana liked this
Rahma Putri liked this
Chensink Wilda liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->