Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
7Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
tanjung priok

tanjung priok

Ratings: (0)|Views: 826|Likes:
Published by neti_07027

More info:

Published by: neti_07027 on May 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/26/2013

pdf

text

original

Pengamat: Kasus Tanjung Priok Akibat Kekeliruan Pendekatan
Kamis, 15 April 2010 21:27 WIB | Peristiwa | Politik/Hankam | Dibaca 11868 kali
Pengamat: Kasus Tanjung Priok Akibat Kekeliruan Pendekatan
Situasi pasca bentrok di Tanjung Priok/ilustrasi. (ANTARA/Saptono)
Yogyakarta (ANTARA News) - Pengamat sosial politik dari Universitas Gadjah Mada Arie Sudjito MSi

menilai tindak kekerasan sehingga terjadi bentrokan antara warga dan aparat di Tanjung Priok, Jakarta,
Rabu (14/4), akibat kekeliruan dalam pendekatan terhadap masyarakat.
"Bentrokan itu merupakan akumulasi dari dampak penerapan pendekatan keamanan yang lebih
dominan dalam kebijakan pembangunan," katanya di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, pola seperti itu semestinya tidak dipakai, dan lebih mengedepankan pendekatan melalui
diplomasi. "Selama ini banyak penggusuran yang menimbulkan perlawanan akibat kekeliruan dalam
pendekatan," katanya.

Ia mengatakan eksekusi hanya bagian kecil dari pendekatan tersebut, sehingga yang lebih utama adalah
diplomasi dengan masyarakat, baik itu menyangkut kebijakan yang berpihak kepada mereka, dan tata
ruang, maupun diplomasi melalui tokoh agama serta tokoh masyarakat.

"Sekarang sudah saatnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polri mengkaji ulang praktik
penegakan hukum dengan cara seperti itu," katanya.
Sebab, kata dia, apabila dalam penegakan hukum aparat keliru dalam melangkah, akan menyulut
kemarahan masyarakat.
Sedangkan dari pihak masyarakat, menurut Arie saat ini sedang mengalami frustasi, sehingga sangat
berpotensi terprovokasi.
"Bentrok seperti di Tanjung Priok bisa terjadi di mana pun apabila tidak ada koreksi dan perbaikan dari
kedua pihak," katanya.

Ia berharap kejadian tersebut menjadi akhir dari pendekatan keamanan yang dilakukan aparat, karena jika masih dilakukan cara seperti itu, kemungkinan akan kembali jatuh korban di kalangan masyarakat, Satpol PP, Polri maupun pihak lain.

Menurut dia, masyarakat saat ini mudah marah, karena ada gejala ruang dialog mereka semakin sempit.
Arie menilai adanya pengelompokan dan degradasi sosial di kota besar seperti di Jakarta, rentan terjadi
konflik dan tindak kekerasan, terutama terkait dengan kebijakan pemerintah dalam pembangunan.
Priok Berdarah Lewat Peta
Posted on 15 April 2010 by Rovicky
5 Votes
Naik Haji lewat Tanjung Priok (1925-1935)
Priok ? Ya tentunya smua tahu dimana itu Tanjung Priok. Tetapi kadangkala kalau ditunjukin
peta kita tidak tahu dimana lokasinya secara tepat, dan seperti apa situasi sekelilingnya.
Dimana Makam Mbah Priok ini ? Apakah didalam perkampungan yang juga akan digusur atau di
tanah lapang ?
\u00b3Wah, asik Pakdhe, melihat sebuah fenomena dari perspektif yang berbeda dengan yang
lain\u00b4
\u00b3Konon katanya mengenali itu harus didahulukan sebelum mencoba menyeleseikan masalah\u00b4
Sekilas Pelabuhan Tanjung Priok.
Tanjung Priok merupakan pelabuhan terpenting di Jakarta. Pelabuhan ini bukan pelabuhan ketika
membangun Jakarta. Kisah pembangunan Jakarta bisa dibaca disini :
y
Jakarta yang \u00b3makin\u00b4 sumpek \u00b11. Dulu namanya JACATRA
y
Jakarta yang \u00b3makin\u00b4 sumpek \u00b12. Tak se\u00b6sexy\u00b6 dulu !

Bandar pelabuhan ini yang dibangun pada 1877 di masa Gubernur Jendral Johan Wilhelm van
Lansberge yang berkuasa di Hindia-Belanda pada tahun 1875-1881 itu semakin mengukuhkan
perannya sebagai salah satu pelabuhan paling ramai di Asia setelah dibukanya Terusan Suez. Hal
ini juga didukung munculnya mesin upa yang menjadi penggerak kapal-kapal besar.

Tanjung Priok 7 Sept 1926

Penemuan kapal uap dan dibukanya Terusan Suez pada abad ke-19 semakin mempercepat
perjalanan menuju Asia yang membuat orang Eropa bergairah untuk berkunjung ke negeri
Timur.Demikian halnya ketertarikan orang Eropa untuk mengunjungi Jawa yang cukup besar.
Meskipun Jawa hingga abad ke-19 oleh Augusta de Wit, seorang pelancong wanita Belanda,
dalam kata pengantar bukunya Java: Facts and Fancies (1905) mengungkapkan bahwa Jawa
adalah sebuah nama dan tempat yang dianggapnya paling \u00b5tidak masuk akal\u00b6 untuk dikunjungi
(Spillane 1994:7). Jawa pada abad ke-19 menurut Arthur Walcott dalam Java and her neighbours
(1914) tidak memiliki cerita-cerita yang cukup layak menjual selain berita-berita mengenai
wabah penyakit, meletusnya gunung berapi, peperangan antar suku, dan kekerasan antar
penduduk asli sepertiamo k,san t et.Ditambah lagi adanya aturan yang membatasi bagi mereka
yang hendak mengunjungi Hindia Belanda.

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
Dhewi Ragiel liked this
gazgol liked this
ayuwd liked this
Gesa B Nalapunda liked this
aspalela12 liked this
cahyo_kamtis liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->