Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2007 - 2011Kabupaten Kepulauan Sangihe
I - 2
Laju pertumbuhan penduduk yang terkendali dengan kualitaspenduduk yang baik, meskipun upaya penataan keserasian kebijakankependudukan dalam mendukung pembangunan berkelanjutanmasih akan terus ditingkatkan, penataan administrasi kependudukandalam rangka membangun sistem pembangunan, pemerintahan danpembangunan yang berkelanjutan.Tingkat kesejahteraan sosial masyarakat meningkat,pembangunan pemberdayaan perempuan dan anak dalampembangunan terus diberikan perhatian yang utama baik dalamkonteks sosial, pendidikan, kesehatan serta keterlibatan perempuandalam pelaksanaan pembangunan dan kegiatan publik lainnya danmembangun anak yang sehat, cerdas, ceria, bertqwa dan terlindungi.Pemahaman dan penghayatan nilai-nilai agama dalamkehidupan bermasyarakat sangat dominan menjadikan kehidupankerukunan antar umat beragama yang sangat kondusif yangdiaktualisasikan dalam perilaku hidup sehari-hari secara harmonisasidalam kehidupan sosial di dalam masyarakat.Pelaksanaan kebijakan otonomi daerah terus mengalamikemajuan, meskipun terdapat beberapa kendala yang masih perluditata antara lain dalam aspek penataan peraturan perundang-undangan, penataan kelembagaan pemerintah daerah, peningkatankualitas dan kapasitas aparatur pemerintah daerah, pengelolaankeuangan daerah, pelaksanaan kerja sama antara daerah, penataandaerah-daerah pemekaran. Dalam hal pengelolaan keuangandaerah, telah dilakukan pembuatan standar-standar pembiayaanyang baik, efektif, efisien, transparan dan akuntabel untuk menjadikanperimbangan pengelolaan keuangan daerah.Strukturisasi birokrasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari agenda pemerintah daerah di semua tingkatandimaksudkan untuk mewujudkan tata pemerintahan yang bersih danberwibawa, reformasi birokrasi saling terkait, mulai dari aspek kelembagaan, ketetalaksanaan, pengawasan hingga aspek pengelolaan sumber daya manusia aparatur termasuk tunjangankesejahteraan pegawai. Hal ini sangat berkaitan dengan perubahanyang terjadi sebagai upaya memposisikan birokrasi agar mampumenyesuaikan diri dengan dinamika lingkungan strategis danmendorong perubahan yang lebih baik dalam penyelenggaraanpemerintahan dan pelaksanaan pembangunan.Penanggulangan kemiskinan terus ditingkatkan meskipunprosentasi penduduk miskin cenderung menurun, namun secaraabsolut penduduk miskin masih tinggi. Upaya penanggulangankemiskinan didorong dengan meningkatkan kualitas hidup penduduk miskin dengan mengurangi kesenjangan antara orang miskin dantidak miskin dalam mengakses fasilitas sarana air bersih, sanitasi,pendidikan dan pelayanan kesehatan. Penanggulangan kemiskinanmerupakan prioritas pembangunan daerah yang tidak sajamencakup upaya mengatasi ketidakmampuan memenuhi kebutuhandasar penduduk miskin tetapi juga upaya untuk meningkatkanpartisipasi dalam proses pembangunan.