Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Less Miserable

Less Miserable

Ratings: (0)|Views: 1|Likes:
Published by Supriyanto Nazareth

More info:

Published by: Supriyanto Nazareth on May 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/20/2014

pdf

text

original

Sebuah Resensi Film
Judul
:
\u201cLess Miserable\u201d
Produksi :
Columbia TriStar 1998

Film \u201cLess Miserable\u201d diadopsi dari kisah sebuah novel terkenal yang ditulis oleh Victor Hugo. Di dalam novel tersebut tersebut dikisahkan tentang kekuatan dan kuasa yang kontradiktif antara yang baik dan jahat, yaitu antara pengampunan dengan kebencian. Penulis skenario film ini membagi kisah dramatis ini dalam tiga babak yang dilatarbelakangi setting waktu jam revolusi industri di Perancis.

Babak Pertama berkisah tentang seorang pemuda yang bernama Valjean.

Ia baru saja dibebaskan dari penjara, setelah mendekam di sana selama 20 tahun. Karena kemurahan seorang Pendeta yang baik hati, Valjean diijinkan untuk menginap di rumahnya. Kebaikan hati sang Pendeta ternyata tidak berdampak mengubahkan tabiat buruk dan jahat dalam diri Valjean, yang kemudian membawa lari peralatan perak yang dicurinya. Tak lama kemudian, Valjean tertangkap Polisi kembali dan ia diperhadapkan dengan sang Pendeta. Sama sekali di luar dugaan Valjean, sang Pendeta memilih untuk mengampuni dan melepaskannya tanpa meminta kembali barang-barang curiannya. Sang Pendeta berkata, \u201cAku

telah menebusmu dari rasa takut dan sekarang aku menyerahkan kamu
kepada Tuhan. Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi.\u201d Perkataan yang
singkat ini telah menyentuh hati dan mengubah hidup Valjean untuk
seterusnya.
Babak Kedua dimulai dengan kehidupan baru Valjean beberapa tahun

kemudian di sebuah kota. Ia menjalani hidup yang sangat berbeda dengan yang terdahulu. Kegigihan dan kejujurannya telah membuat orang-orang yang mengenalnya pernah mencalonkan dia untuk menjadi Walikota. Akhirnya, Valjean merintis usaha industri kecil-kecilan dengan menggunakan modal yang ada. Hidupnya pun mulai dirasa cukup langgeng. Namun kemudian, kelanggengan ini terusik oleh kehadiran seorang inspektur polisi bernama Javert yang datang ke kota tersebut. Javert mengenali Valjean lengkap dengan latar belakangnya yang pernah di penjara di tempat bertugas sang inspektur pada waktu itu. Sejak kehadiran sang inspektur, hidup Valjean menjadi kacau, karena sang inspektur selalu berusaha mencari bukti untuk menjatuhkan Valjean. Sebenarnya, dengan kekuasaan dan reputasinya yang baik Valjean bisa

saja menyingkirkan bahkan melenyapkan Javert, tapi Valjean memilih
untuk tidak melakukan hal tersebut.
Babak Ketiga atau babak terakhir menceritakan tentang upaya Javert

untuk mendapatkan legitimasi dalam rangka memburu Valjean. Valjean kemudian melarikan diri ke Perancis. Di sana ia bekerja keras, hingga berhasil menjadi seorang saudagar yang kaya raya. Ia mengadopsi seorang anak perempuan bernama Cosette, anak yang lahir di luar nikah dari seorang mantan pengawainya yang telah meninggal. Mereka hidup bahagia hingga suatu hari Cosette bertemu dengan seorang pria yang tertarik kepadanya. Dari hubungan dengan pria ini, identitas Valjean terbuka kepada publik. Hal ini tercium oleh Javert yang terus menelusuri jejak Valjean. Dalam suatu peristiwa pertemuan antara Valjean dan Javert, Valjean berada di posisi yang menyelamatkan Javert dari maut. Pertolongan Valjean sungguh membuat Javert tidak percaya akan kebaikan Valjean atas dirinya. Saat berakhir Javert berhasil menangkap Valjean, ia menatap mata Valjean. Tak tahan menahan air matanta, Javert berkata, \u201cAku benci kepada diriku sendiri karena tidak mampu

melepaskan diri dari belengu kebencian. Aku tidak memiliki jiwa
mengampuni sebesar yang engkau miliki.\u201d Setelah itu, Javert
memalingkan wajahnya, memborgol tangan sendiri, lalu meloncat ke
dalam sungai.

Demikianlah film ini diakhiri dengan adegan tragis dan ironis yang amat mengejutkan, dimana terlihat sebuah kontras antara seseorang yang hidup di dalam terang dan seseorang yang hidup di dalam gelap. Kehidupan dalam terang akan selalu menang, karena kegelapan tidak akan pernah menguasai terang yang sejati.

\u201cKarena kamu semua adalah anak-anak terang
dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-
orang malam atau orang-orang kegelapan.\u201d
I Tesalonika 5:5

\u201cBarangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap
berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak
ada penyesatan. Barangsiapa membenci
saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan
hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->