Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
82Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Federalisme

Federalisme

Ratings: (0)|Views: 5,577 |Likes:
Published by son1717

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: son1717 on May 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/25/2013

pdf

text

original

 
1
BAB 1PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Berdasarkan kepada masalah dan kasus yang berkembang di Indonesiapada saat ini, kami mencoba untuk melakukan suatu studi yang inginmemecahkan sistem konstitusi yang bagaimanakah yang tepat bagi bangsa ini.Kami disini berperan sebagai pihak yang akan memaparkan mengenaifederalism yang ternyata telah mulai diterpkan di negeri ini.Selain itu makalah ini juga disusun guna memenuhi salah satupersyaratan dari mata kuliah Kewarganegaraan. Tindak lanjut daripadapembuatan makalah ini adalah dengan menggunakannya sebagai bahan acuanuntuk proses debat.
1.2 MAKSUD DAN TUJUAN
Tugas ini mempunyai maksud dan tujuan untuk mencoba memahamibagaimana perbandingan sistem konstitusi Negara kita saat ini dengan sistemyang lainnya. Dalam hal ini kami membandingkan dengan federalisme. Adapun tujuan yang ingin di capai adalah memberikan sedikitpemahaman bagaimana kondisi dan situasi sistem kita dan pengarahan kea rahyang lebuh baik, salah satu media yang akan kami guanakan adalah dengancara berdebat.
 
2
 
BAB 2PEMBAHASAN
2.1
 
PENGANTAR
Bentuk pemerintahan adalah suatu istilah yang digunakan untuk merujukpada rangkaian institusi politik serta digunakan untuk mengorganisasikan suatunegara demi penegakan kekuasaannya atas suatu komunitas politik.Federal adalah kata sifat (adjektif) dari kata Federasi. Biasanya kata ini merujukpada pemerintahan pusat atau pemerintahan pada tingkat nasional. Federasidari bahasa Belanda,
federatie
, berasal dari bahasa Latin
foeduratio
yangartinya ³perjanjian´. Federasi pertama dari arti ini adalah ³perjanjian´ daripadaKerajaan Romawi dengan suku bangsa. Jerman yang lalu menetap di provinsiBelgia, kira-kira pada abad ke-4 Masehi. Kala itu, mereka berjanji untuk tidakmemerangi sesama, tetapi untuk bekerja sama saja.Dalam federasi atau negara serikat (bondstaat, Bundesstaat), dua atau lebihkesatuan politik yang sudah atau belum berstatus negara berjanji untuk bersatudalam suatu ikatan politik, ikatan dimana akan mewakili mereka sebagaikeseluruhan. Federasi adalah negara. Anggota-anggota sesuatu federasi tidakberdaulat dalam arti yang sesungguhnya. Anggota-anggota federasi disebut³negara-bagian´, yang didalam bahasa asing dapat dinamakan ³deelstaat´,³state´. ³canton´ atau ³Linder´.Dalam pengertian modern, sebuah federasi adalah sebuah bentukpemerintahan di mana beberapa negara bagian bekerja sama dan membentuknegara kesatuan. Masing-masing negara bagian memiliki beberapa otonomikhusus dan pemerintahan pusat mengatur beberapa urusan yang dianggapnasional. Dalam sebuah federasi setiap negara bagian biasanya memilikiotonomi yang tinggi dan bisa mengatur pemerintahan dengan cukup bebas.Federasi mungkin multi-etnik, atau melingkup wilayah yang luas dari sebuah
 
3
 
wilayah, meskipun keduanya bukan suatu keharusan. Federasi biasanyaditemukan dalam sebuah persetujuan awal antara beberapa negara bagian³sovereign´. Federasi modern termasuk Australia, Brazil, Kanada, India, Russiadan Amerika Serikat. Bentuk pemerintahan atau struktur konstitusionalditemukan dalam federasi dikenal sebagai
federalisme
.
2.2.1 FEDERALISME
Desentralisasi politik tidak bisa diharapkan terealisasi dalamsebuah negara kesatuan. Bentuk negara kesatuan membuat elite politikpusat, baik di pemerintahan ataupun di partai politik, merasa memilikiotoritas untuk mengatur, mencampuri dan menentukan setiap kebijakanpolitik di daerah.Mereka seakan lupa bahwa program otonomi daerah sudah diberlakukan.Oleh karena itu, diperlukan langkah yang lebih radikal dari sekedar melimpahkan sebagian kekuasaan dalam bentuk otonomi. Realisasidesentralisasi politik hanya bisa terwujud apabila kita mengubah lokuskekuasaan. Dengan otonomi daerah dalam kerangka negara kesatuan,kekuasaan tetap berasal dan berada di pusat. Pemerintah daerahhanyalah sebagai penerima sebagian kekuasaan yang dilimpahkan pusatkepadanya.Sekarang ini memang telah ditetapkan dalam konstitusi bahwa bentuknegara kesatuan telah final, tidak bisa diubah lagi. Namun bukankahkonstitusi itu sendiri bisa diubah dengan amandemen. Artinya,kemungkinan untuk mengubah bentuk negara, masih terbuka. Untukmengubahnya memang tidak mudah, karena konstitusi tidak bisa diubahsecara sembarangan. Namun setidaknya pemikiran ini akan menjadi awaldari sebuah bola salju yang terus menggelinding semakin besar sehinggapada akhirnya akan diperoleh cukup alasan untuk meninjau kembalibentuk negara kita.

Activity (82)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Kovindran Babu liked this
Erni Artis liked this
Ieyla Fana liked this
Teddy Adriansyah liked this
Adira Yusoff liked this
Feki Anrizal liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->