Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
24Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Multiculturalism, Postmodernism and Media

Multiculturalism, Postmodernism and Media

Ratings: (0)|Views: 1,454 |Likes:

More info:

Published by: AG. Eka Wenats Wuryanta on May 08, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2012

pdf

text

original

 
Cultural Studies, Multiculturalism and Media Culture 
(
Ekstensi dan Refleksi Kritis atas Pemikiran Kritis artikel DouglasKellner dengan judul yang sama
)
( AG. Eka Wenats Wuryanta/0806402515)
Wacana kebudayaan adalahwacana yang tidak pernah habis untukdibahas. Perkembangan kebudayaanmodern juga menjadi tonggak telaahkritis di dalamnya, belum lagi ketikakebudayaan disebarkan dan”menunggangi kuda hitam” yang seringdisebut dengan media massakontemporer yang dengan kecanggihanteknologi mampu melakukan penetrasiyang dramatis dalam kehidupankontemporer. Dapat dikatakan bahwamedia massa modern selain menjadi”medium atau tool”, rupanya mediamampu menjadi ”pesan” itu sendiri (lih.McLuhan dengan sebutan
medium is a message 
) atau malah menjadi ”sangkomunikator” itu sendiri.Selain bahwa media merupakanalat representasi sosial, media massamelalui gambar-gambarnyamemberikan ruang perspektif manusia
1 | eka/media-posmo/uas-ui
 
untuk membentuk cara pandangnyaterhadap dunia berikut nilai-nilai yangada di dalamnya. Media massa melaluiwacananya menyediakan simbol, mitosdan ”
oase 
kebudayaan dalam sistemsosial masyarakat. Media massa melaluiperforma dan kinerja tontonan-tontonannya meredefinisikan siapayang berkuasa dan siapa yang harusdikuasai, siapa yang patut menjadikorban dan siapa yang perludipinggirkan.Dalam wacana kritis kajianbudaya, media massa diperlihatkansebagai entitas yang mampumembujuk. Tidak hanya membujuk, tapi juga mendidik dan mendikte tentangselera minum sampai selera pakaianyang harus dipakai untuk kesempatantertentu, Mendikte dari masalahmakanan apa yang dikonsumsi tubuhdengan golongan darah tertentu sampaimasalah shampoo apa yang cocokdengan rambut kita masing-masing.Oleh sebab itu, pembahasankajian budaya menjadi sangat pentingkarena kontribusi dan isu budaya yangberkembang sampai sekarang,termasuk di dalam bagaimana kitaharus mengkritisi fenomena
2 | eka/media-posmo/uas-ui
 
kebudayaan keseharian kita sampaikemampuan kita untuk mendefinisikanposisi sosial dalam konteks dan wilayahkultur tertentu.
Posmodernisme: Sebagai ArasDasar Cultural Studies.
Fenomena postmodern mencakupbanyak dimensi dari masyarakatkontemporer. Pada intinya, Postmodernadalah suasana intelektual atau "isme"-postmodernisme. Para ahli salingberdebat untuk mencari aspek-aspekapa saja yang termasuk dalampostmodernism. Tetapi mereka telahmencapai kesepakatan pada satu butir:fenomena ini menandai berakhirnyasebuah cara pandang universal. Etospostmodern menolak penjelasan yangharmonis, universal, dan konsisten.Mereka menggantikan semua inidengan sikap hormat kepada perbedaandan penghargaan kepada yang khusus(partikular dan lokal) serta membuangyang universal. Postmodernismemenolak penekanan kepada penemuanilmiah melalui metode sains, yangmerupakan fondasi intelektual darimodernisme untuk menciptakan duniayang lebih baik. Pada dasarnya,
3 | eka/media-posmo/uas-ui

Activity (24)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Poetri MeLini liked this
gede_subagia liked this
deqla_iela liked this
nyonkici liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->