3
Dengan diundangkannya UUPA, terjadi perombakan Hukum Agrariadi Indonesia, yaitu penjebolan Hukum Agraria kolonial dan pembangunanHukum Agraria nasional. Dengan diundangkannya UUPA, BangsaIndonesia telah mempunyai Hukum Agraria yang sifatnya nasional, baikditinjau dari segi formal maupun dari segi materilnya.Sifat nasional UUPA dari segi formalnya dapat dilihat dalam
Konsiderannya di bawah perkataan “menimbang” yang menyebutkan
tentang keburukan dan kekurangan dalam Hukum Agraria yang berlakusebelum UUPA. Segi materiilnya, Hukum Agraria yang baru harus bersifatnasional pula, artinya berkenan dengan tujuan, asas-asas dan isinyaharus sesuai dengan kepentingan nasional. Dalam hubungan ini UUPAmenyatakan pula dalam Konsiderannya di bawah perkataan
“berpendapat” salah satunya yakni bahwa Hukum Agraria yang baru harus
didasarkan atas hukum adat tentang tanah.
Dengan dicabutnya peraturan dan keputusan agraria kolonial, makatercapailah unifikasi (kesatuan) Hukum Agraria yang berlaku di Indonesia,yang sesuai dengan kepribadian dan persatuan Bangsa Indonesia. Dalamrangka mewujudkan unifikasi hukum tersebut, Hukum Adat tentang tanahdijadikan dasar pembentukan Hukum Agraria nasional. Hukum Adatdijadikan dasar dikarenakan hukum tersebut dianut oleh sebagian besarrakyat Indonesia sehingga Hukum Adat tentang tanah mempunyaikedudukan yang istimewa dalam pembentukan Hukum Agraria nasional.