Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
38Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Contoh Interpretasi

Contoh Interpretasi

Ratings: (0)|Views: 8,669|Likes:
Published by yudiant

More info:

Published by: yudiant on May 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

 
CONTOH-CONTOH PENEMUAN HUKUM
 A. Berdasarkan Jenis-Jenis Interpretasi1. Interpretasi Subtantif Contoh:
Pasal 378; “ barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang
 lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu, dengan tipu muslihat, ataupunrangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatukepadanya, atau supaya memberi hutang maupun penghapusan piutang diancam karenapenipuan dengan pidana penjara paling lama
empat tahun.”
Unsur daripada penipuanadalah :a. dengan maksud untuk menguntungkan diri dengan melawan hukum;b. menggerakkan orang untuk menyerahkan barang sesuatu;c. dengan menggunakan salah satu upaya penipuan.Maksud penipuan tidak ada, atau tidak dijelaskan.2. Interpretasi GramatikalContoh:
Pasal 372 “barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu
yang seluruhnya atau sebagaian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalamkekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana
paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.”
 
Perkataan “memiliki dan “Menggelapkan” dalam pasal 372 tidak selalu mengandung sifat
bermanfaat bagi diri peribadi. Dan Pasal 372 KUHP perbuatan terdakwa tidak merupakanpenggelapan akan tetapi suatu kasus perdata.3. Interpretasi HistorisContoh: Undang-undang no. 10 tahun 2004 tentang pembentukan perundang-undangan. Ketikaalam suatu materi undang
 –
undang mebutuhkan interpretasi, maka salah satu metode
 
digunaka adalah metode histroris. Artinya meminta keterangan dari anggota legislatif yangmenetapkan atau yang terlibat dalam proses pembentukan undang
 –
undang sampai padakeputusan dalam lembaga legisatif.4. Interpretasi SistematisContoh: Dalam suatu masyarakat mengajukan perkara ke pengadilan maka pihak pengadilan tidakboleh menolak dengan alasan buka wewenang atau tidak ada hukum yang mengaturnya.Sebab undang dianggap sebagai suatu sistem yang utuh, tentu ada aturan dalamperundangn undangan yang mengaturnya.5. Interpretasi Sosiologis dan TheologisContoh: Kompilasi Hukum Islam (KHI) merupakan aturan untuk agama Islam pada soal perceraian,pernikahan dan warisan dalam KHI banyak pasal tidak berlaku dalam kondisi sosialsekarang ini; seperti persoalan pembagian warisan 1 : 2 akan tetapi dalam acaaraperadilan agama tetap menggunakan 1 untuk perempuan dan 2 untuk laki-laki. Walaupunaturan tersebut masyarakat belum mengetahui dan menyepakatinya.6. Interpretasi Komparatif Contoh: Perbandingan sistem Hukum antara anglo saxon dan eropa continental.7. Interpretasi FuturistisContoh: Hakim apabila mengadapi suatu kasus, dimana kasus tersebut belum diatur dalamperaturan perundang-undangan, tetapi Hakim mengetahui bahwa untuk kasus tersebuttelah mempunyai rancangan dan pasti akan disahkan oleh DPR, maka hakim dapatmenggunakan rancangan tersebut untuk melakukan penemuan hukum.8. Interpretasi Restriktif Contoh: Pasal 666 KUH Perdata dalah setiap tetangga termasuk seorang penyewa pekarangansebelanya. Tetapi kalau dibatasi menjadi tidak termasuk tentangga penyewa.
 
 9. Interpretasi Ekstensif Contoh:
Pada pasal 492 KUH Pidana ayat (1) “Barang siapa dalam keadaan mabuk di muka umum
merintangi lalu lintas, atau mengganggu ketertiban, atau mengancam keamanan oranglain,atau melakukan sesuatu yang harus dilakukan dengan hati
 –
hati atau denganmengadakan tindakanpenjagaan tertentu lebih dahulu agar jangan membahayakan nyawaatau kesehatan orang lain, diancam dengan pidana kurungan paling lama enam hari, ataupidana denda paling banyak tiga ratus tujuh puluh lima rupiah.B. Berdasarkan Konstruksi1. Metode Argumentum Per analogis (Analogi)Contoh: Dalam Pasal 1576 KUHPerdata hanya mengatur tentang jual-beli tidak mengatur tentangwakaf maka hakim wajib melakukan penemuan hukum berdasarkan asas ius curia novit.Mencari esensinya peralihan Hak, maka metode ini digunakan penalaran induksi, berfikir dari yang khusus (species) ke yang umum2.
Metode Argumentum A’Contrario
 Contoh: Pada pasal 53 UU No.10
Thaun 2004 menjelaskan “masyarakat berhak memberikan
masukan secara lisan atau tertulis dalam rangka penetapan maupun pembahasan
rancangan undang undang dan rancangan peraturan daerah”. Penjelasan partisipasi
tersebut ketika diatur dalam tatib legislatif. Artinya. keterlibatan bukan menjadi suatukemutlakan kecuali diizinkan dalam atau tertib legislatif.3. Rechtsvervijnings (Pengkongkritan Hukum)Contoh: P
asal 363 (1) KUHP “dengan tuduhan menyuruh melakukan pencurian, orang yang
disuruh melakukan harus orang yang tidak dapat dipertanggungjawabkan atas

Activity (38)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Didik Hartadi liked this
Rifqiy Kiki liked this
Rifqiy Kiki liked this
Hendry Junaidi liked this
Sih Yhoyo liked this
Elin Karlinah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->