Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
54Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kritikan Teori Hukum Hans Kelsen

Kritikan Teori Hukum Hans Kelsen

Ratings: (0)|Views: 3,361 |Likes:
Published by yudiant

More info:

Categories:Business/Law
Published by: yudiant on May 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/28/2013

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUAN
 
A. Latar Belakang
Secara historis zaman terus berkembang melalui hierarkis perkembanganyang terus dibarengi pula dengan perubahan-perubahan sosial,dimana dua halini selalu berjalan beriringan. Keberadaan manusia yang dasar pertamanyabebas, menjadi hal yang problematik ketika ia hidup dalam komunitas sosial.Kemerdekaan dirinya mengalami benturan dengan kemerdekaan individu-individu lain atau bahkan dengan makhluk yang lain. Sehingga ia terus terikatdengan tata kosmik, bahwa bagaimana ia harus berhubungan dengan oranglain, dengan alam, dengan dirinya sendiri maupun dengan Tuhannya. Makamuncullah tata aturan, norma atau nilai-nilai yang menjadi kesepakatanuniversal yang harus ditaati. Semacamhal tersebut di ataslah peradabanmanusia dimulai,dimana manusia harus selalu menjunjung tinggi nilai-nilaikemanusiaan. la harus memegangi nilai-nilai aturan yang berlaku mengaturhidup manusia.
1
 Filsafat atau disebut juga ilmu filsafat, mempunyai beberapa cabang ilmuutama . Cabang Ilmu utama dari filsafat adalah ontologi, epistimologi, tentangnilai (aksiologi), dan moral (etika). Ontologi (metafisika) membahas tentanghakikat mendasar atas keberadaan sesuatu. Epistimologi membahaspengetahuan yang diperoleh manusia, misalnya mengenai asalnya (sumber)dari mana sajakah pengetahuan itu diperoleh manusia, apakah ukurankebenaran pengetahuan yang telah diperaleh manusia itu dan bagaimanakahsusunan pengetahuan yang sudah diperaleh manusia. I1mu tentang nilai atauaksiologi adalah bagian dari filsafat yang khusus membahas mengenai hakikatnilai berkaitan dengan sesuatu. Sedangkan filsafat moral membahas nilai
1
Abdul Ghofur Ansori, Filsafat Hukum Sejarah, Aliran dan Pemaknaan, Yogyakarta:Gadjah Mada University Press, 2006. Hal. 1.
 
2
berkaitan dengan tingkah laku manusia dimana nilai disini meneakup baik danburuk serta benar dan salah.
2
 Kemajuan yang terjadi di dunia Islam,temyata memiliki daya tarik tersendiri bagi mereka orang-orang Barat. Maka pada masa seperti inilahbanyak orang-orang Barat yang datang ke dunia Islam untuk mempelajarifilsafat dan ilmu pengetahuan. Kemudian hal ini menjadi jembatan informasiantara Barat dan Islam. Dari pemikiran-pemikiran ilmiah, rasional danfilosofis,atau bahkan sains Islam mulai ditransfer ke daratan Eropa. Kontak antara dunia Barat dan Islam pada lima abad berikutnya temyata mampumengantarkan Eropa pada masa kebangkitannya kembali (
renaisance
)
 
padabidang ilmu pengetahuan dan filsafat. Selanjutnya berkembang pada era baruyaitu era modern.
3
 Pada zaman ini Empirisrne yang menekankan perlunya basis ernpirisbagi semua pengertian berkernbang menjadi Positivisme yang menggunakanmetode pengolahan ilmiah. Dasar dari aliran ini digagas oleh August Cornte (1789- I857), seorang filsuf Perancis, yang menyatakan bahwa sejarahkebudayaan manusia dibagi dalarn tiga tahap: tahap pertama adalah tahapteologis yaitu tahap dimana orang mencari kebenaran dalam agama, tahapkedua adalah tahap metafisis yaitu tahap dimana orang mencari kebenaranmelalaui filsafat. Tahap ketiga adalah tahap positif yaitu tahap dimanakebenaran dicari melaui ilmuilmu pengetahuan. Menurut Comte yang terakhirinilah yang merupakan icon dari zaman modem (Comte, 1874: 2).
4
 
Dipermulaan abad ke 19 berkembang “
 positivism
”. Aliran ini mejalar 
 kesemua cabang ilmu sosial termasuk ilmu hukum. Kaum positivismenganggap bahwa yang sebenarnya dinamakan hukum hanyalah normanorma yang telah ditetapkan oleh negara.
5
Bagi filsafat hukum, hukum di abadpertengahan amat dipengaruhi oleh pertirnbangan-pertimbangan teologis.
2
Ibid. Hal. 2.
3
Ibid. Hal. 19.
4
Ibid. Hal. 24.
5
Erman Rajagukguk, Kaum Positivis,http://www.findtoyou.com/ebook/.25-12-2009.Hal. 1.
 
 
3
Sedangkan rentang waktu dari
renaissance
hingga kira-kira pertengahan abadke-19 termasuk dalam tahap metafisis. Ajaran hukum alam klasik maupunfilsafat-filsafat hukum revolusioner yang didukung oleh Savigny, Hegel danMarx diwarnai oleh unsur-unsur metafisis tertentu. Teori-teori ini mencobamenjelaskan sifat hukum dengan menunjuk kepada ide-ide tertentu atauprinsip-prinsip tertinggi. Pada pertengahan abad ke-19 sebuah gerakan mulaimenentang tendensi-tendensi metafisika yang ada pada abad-abad sebelumnya.Gerakan ini mungkin dijelaskan sebagai positivisme, yaitu sebuah sikapilrniah, menolak spekulasi-spekulasi apriori dan membatasi dirinya pada datapengalaman (Muslehuddin, ]991: 27-28).
6
 Positivisme dalam pengertian modem adalah suatu sistem filsafat yangmengakui hanya fakta-fakta positif dan fenomena-fenomena yang bisadiobservasi. Dengan hubungan objektif fakta-fakta ini dan hukurn-hukum yangmenentukannya, meninggalkan semua penyelidikan menjadi sebab-sebab atauasal-asul tertinggi (Muslehuddin, 1991: 27). Dengan kata lain, positivismemerupakan sebuah sikap ilmiah, menolak spekulasi-spekulasi apriori danberusaha membangun dirinya pada data pengalaman. Teori ini dikembangkanoleh August Comte, seorang sarjana Perancis yang hidup pada tahun 1798hingga 1857.
7
 Dalam positivisme terdapat berbagai cabang pemahaman yang berlainanpendapat satu sama lain. Namun demikian, pada prinsipnya mempunyaikesamaan dasar fundamental yakni: (1)
 A positive law is binding even if it issupremely immoral
; (2)
 No principile of morality is legally binding until it hasbeen enacted into moral law
; (3)
That a statute is legally binding does not settle the moral question of whether we ought (morally speaking) to obey or disobey the law
.
8
 
6
Abdul Ghofur Ansori, Filsafat Hukum Sejarah, Aliran dan Pemaknaan, Yogyakarta:Gadjah Mada University Press, 2006. Hal. 24.
7
Ibid. Hal. 92.
8
Ade Maman Suherman, Pengantar Perbandingan Sistem Hukum, Civil Law, CommonLaw, Hukum Islam, Cet. 2, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006. Hal. 39.

Activity (54)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
copy paste ea.,.,.,.,.?
CeNdy Suwardi liked this
Muhammad Natsir liked this
De Adhitya liked this
Rizal Annafie liked this
Daniel Samosir liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->