Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Accelerated

Accelerated

Ratings: (0)|Views: 279 |Likes:
Published by Mtamim Hidayatullah

More info:

Published by: Mtamim Hidayatullah on May 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/27/2013

pdf

text

original

 
Accelerated learningAbstrak: Accelerated Learning (AL) adalah salah satu cara belajar alamiah yang diyakini mampu menghasilkan
tokoh orisinil
dalam menghadapi era kesemrawutan. Karena AL pada intinya adalah filosofi pembelajaran dan kehidupan yang mengupayakan demekanisasi dan memanusiakan kembali proses belajar, serta menjadikan pengalamanbagi seluruh tubuh, pikiran, dan pribadi (Meier,2000). Accelerated Learning memiliki ciri cenderung: luwes, gembira, banyak jalan, mementingkan tujuan bekerjasama, manusiawi, multi indrawi, bersifat mengasuh, mementingkan aktivitas, melibatkan mental, emosional dan fisik serta lebih mengutamakan hasil, bukan sarana atau metode tertentu. Metode apapun yang dapat mempercepat dan meningkatkan pembelajaran, bisa dimasukkan dalam metode Accelerated LearningMemasuki abad 21 ini masalah mutu pendidikan Indonesia merupakan masalah nasional. ndokator yang menunjukkan betapa rendahnya mutu pendidikan di Indonesia menurut UNESCO tahun 2000 tentang indeks Pengembangan Manusia (Human Developmen Index) terbukti komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan dan penghasilan per-kepala yang menunjukkan bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Menurut data dari UNESCO, diantara 174 negara di dunia, peringkat Indonesia mengalami penurunan. Penurunan mutu pendidikan di Indonesia terlihat dari peringkat negara-negara yang di survey tersebut dari tahun ke tahun yaitu: pada tahun 1996 peringkat ke 102, 1997 peringkat 99, tahun 1998 peringkat 105, tahun 1999 peringkat 109, dan tahun 2000 peringkat 112. Keadaan tersebut diperkuat juga dari hasil survei Political and Economic Risk Consultantn (PERC), tentang kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia (Rosyada:2004:4).Terkait dengan kenyataan dan persoalan mutu pendidikan di atas sangat mendesak untuk dipikirkan penyempurnaan dan perbaikan pendidikan di Indonesia. Masalah rendahnya mutu pendidikan tersebut dipengaruhi banyak hal. Pemerintah, Sekolah, danmasyarakat perlu mengadakan koreksi terhadap langkah pendidikan yang selama inidilakukan. Sekolah sebagai tempat formal pelaksanaan pendidikan memiliki tanggung jawab yang besar untuk peningkatan hasil pendidikan. Salah satu langkah perbaikan pendidikan tersebut adalah mencari bentuk pembelajaran yang dapat meningkatkan mutu pendidikan. Bentuk pembelajaran yang mengacu pada peningkatan kemampuaninternal siswa dalam merangsang strategi pembelajaran ataupun melaksanakan pembelajaran sehingga siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran semaksimal mungkin. Dalam kegiatan pembelajaran perlu dipilih strategi yang tepat agar tujuan pembelajaran dapat dicapai.Pembaharuan pendidikan, dengan perubahan proses belajar mengajar, menawarkan sejumlah pembelajaran yang inovatif. Pembelajaran yang ditawarkan tersebut sebagai koreksi terhadap pembelajaran tradisional yang konvensionalyang selama ini digunakan. Salah satunya adalah accelerated learning (pembelajaran dipercepat).Accelerated Learning (AL) adalah salah satu cara belajar alamiah yang diyakini mampu menghasilkan
tokoh orisinil
dalam menghadapi era sekarang ini.. Karena AL pada intinya adalah filosofis pembelajaran dan kehidupan yang mengupayakan demekanisasi dan memanusiakan kembali proses belajar, serta menjadikan pengalaman bagi seluruh tubuh, pikiran, dan pribadi (Meier,2003)Accelerated learning memiliki beberapa ciri khas yang membedakan dengan pembelajaran tradisional (konvensional). Ciri khas dari accelerated learning itu adalah:cenderung luwes, gembira, banyak jalan, mementingkan tujuan, bekerja sama, multi indrawi, bersifat mengasuh, mementingkan aktivitas, melibatkan mental, emosional, dan fisik serta lebih mengutamakan hasil, bukan sarana atau metode tertentu.Metode apapun yang digunakan asal dapat meningkatkan dan mempercepat pembelajaran dapat diterapkan dalam accelerated learning.Accelerated Learning (AL) adalah salah satu cara belajar alamiah yang diyakini mampu menghasilkan
tokoh orisinil
dalam menghadapi era kesemrawutan. Karena AL padaintinya adalah filosofi pembelajaran dan kehidupan yang mengupayakan demekanisasi dan memanusiakan kembali proses belajar, serta menjadikan pengalaman bagi seluruh tubuh, pikiran, dan pribadi (Meier,2000). Accelerated Learning memiliki ciri cenderung: luwes, gembira, banyak jalan, mementingkan tujuan bekerjasama, manusiawi, multi indrawi, bersifat mengasuh, mementingkan aktivitas, melibatkan ment
 
al, emosional dan fisik serta lebih mengutamakan hasil, bukan sarana atau metodetertentu. Metode apapun yang dapat mempercepat dan meningkatkan pembelajaran, bisa dimasukkan dalam metode Accelerated Learning.Sedangkan pelaksanaan di Indonesia banyak macam ragamnya. Penafsiran terhadap Accelerated Learning berbeda-beda, sehingga implementasinya dalam praktek di sekolah-sekolah di Indonesia juga ada bermacam-macam, ada yang dalam bentuk percepatan belajar, kelas unggulan, maupun sekolah seharian (full Day School). yang menjadi pertanyaan
benarkah mereka telah melaksanakan Accelerated Learning?
. Hal inilahyang perlu dikaji antara konsep dan pelaksanaannya.PEMBAHASANA. Makna Accelereted LearningKita telah memasuki era abad ke-21 yang ditandai dengan ketidakpastian/ kesemrawutan. Orang-orang yang memiliki kreativitas tinggilah yang akan mampu menghadapiketidakpastian itu. Untuk itu kita tidak ingin menghasilkan manusia
fotocopy
seperti pada abad ke-19, yakni pendekatan pembelajaran yang menciptakan penumpulan diri seseorang sepenuhnya. Tugas pendidikan pada saat itu adalah mempersiapkan orang untuk menghadapi dunia yang relatif sederhana, statis, dan dapat diramalkan.Pembelajaran sudah dipatok standar, begitu pula dengan hasilnya. Sehingga manusia sebagai sebuah mesin atau robot yang sudah distandarkan. Sedangkan abad ke-21ini kita harus menghasilkan
tokoh orisinil
yang dapat mengerahkan sepenuhnya kecerdasan setiap orang yang unik dan bukannya menindasnya atas nama standarisasi. Kita semua harus mampu menjadi innovator dalam pembelajaran.Accelerated Learning (AL) adalah salah satu cara belajar alamiah yang diyakini mampu menghasilkan
tokoh orisinil
dalam menghadapi era kesemrawutan. Karena AL padaintinya adalah filosofi pembelajaran dan kehidupan yang mengupayakan demekanisasi dan memanusiakan kembali proses belajar, serta menjadikan pengalaman bagi seluruh tubuh, pikiran, dan pribadi (Meier,2000).Sejarah singkat Accelerated Learning didasarkan pada metode Lazanov dalam menenangkan pasienpsikiatri dengan memberikan musik dan sugesti positif mengenai kesembuhan mereka. Metode ini kemudian dicobakan dalam pembelajaran, didapatkan bahwakombinasi musik dan sugesti positif serta permainan anak-anak, memungkinkan pelajar untuk belajar jauh, lebih cepat dan jauh lebih efektif.Accelerated Learning memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dengan ciribelajar yang tradisional (konvensional). AL memiliki ciri cenderung: luwes, gembira, banyak jalan, mementingkan tujuan bekerjasama, manusiawi, multi indrawi, bersifat mengasuh, mementingkan aktivitas, melibatkan mental, emosional dan fisikserta lebih mengutamakan hasil, bukan sarana atau metode tertentu.Metode apapunyang dapat mempercepat dan meningkatkan pembelajaran, bisa dimasukkan dalam metode Accelerated Learning. Sedangkan untuk belajar tradisional pada umumnya memilikikecenderungan belajar dengan ciri yakni : kaku, muram, dan serius, satu jalan(cara), mementingkan sarana, bersaing, behavioritas, verbal, mengontrol, hanya melibatkan mental (kognitif saja), dan pembelajaran berdasarkan waktu.B. Perkembangan Accelerated learningAccelerated learning berkembang pesat sekitar tahun 1970. Perkembangan itu dimotori oleh Schroeder dan Orstrander ketika itu menerbitkan sebuah buku berjudul Superlearning. Isi buku ini memuat ide pembelajaran dengan suggestology hasil kerja seorang psikiater dan psikoterapi dari Bulgaria yang bernama Lozanov. Pada sekitar tahun 1950 Lozanov sedang menangani seorang pasien yang mengalami gangguanpsikologis. Dengan teknik-teknik sugesti akan kesembuhan mereka dan menenangkanmereka dengan musik barok (musik abad 17). Hasilnya ternyata pasien tersebut mengalami kesembuhan. Lozanov menyebutkan ini sebagai suggestology dengan berasumsibahwa setiap manusia memiliki cadangan pikiran yang tersembunyi dan hal ini dapat diaktifkan kembali dengan sugesti dan musik dalam keadaan rileksasi (http://dr-lozanov. Dir-bg/page2). Kenyataan tersebut diterapkan di dunia pembelajaran. Lozanov mengadakan studi penelitian dalam ilmu jiwa untuk memberi sugesti positifdan pengaruh musik terhadap siswa-siswa dalam pembelajaran. Lozanov merasa yakin bahwa metode ini juga dapat diterapkan pada dunia pendidikan, dengan mengaktifkan cadangan gelombang otak pada siswa. Keberadaan jiwa dalam memimpin pribadi,membuat konsentrasi mental, disiplin diri, perenungan dengan musik dalam keadaanyang rilek untuk meningkatkan memori. Beliau mendapatkan hasil penelitiannya, s
 
iswa-siswa tersebut dapat menyerap lebih cepat materi belajarnya. Saat itu yangdigunakan sebagai penelitian adalah pembelajaran bahasa asing.Dia mendapatkan hasil penelitiannya bahwa: musik, sugesti positif, mainan anak-anak memungkinkan siswa untuk belajar lebih cepat dan jauh lebih efektif. Kabar mengenai temuan ini menyulut imajinasi guru bahasa dan guru-guru matapelajaran yang lain untuk mencoba menerapkan. Terapi dengan sugesti ini dinamakan sebagai suggestology, didefinisikan sebagai ilmu (studi ilmiah) untuk memberi kesan. Kesanyang diberikan adalah bahwa setiap siswa akan mampu mengikuti setiap pembelajaran dengan berhasil, pelajaran tidak ada yang sulit, dan situasi belajar yang menyenangkan. Sedangkan aplikasinya dalam proses belajar mengajar diberinama suggestopedia.Pada tanggal 6 Oktober 1966 didirikan Institut Riset Suggestology yang pertama sebagai wadah untuk meneliti potensi manusia. Tujuannya dengan teknik sugesti dapat membebaskan pemikiran, kemudian tidak hanya merangsang memori, tetapi meningkatkan memori dan fungsi mental yang lain dan seluruh kepribadian. Sasarannya adalah mengambil cadangan gelombang otak, berupa cadangan memori, cadangan intelektual, cadangan kreatifitas, dan cadangan keseluruan pribadi untuk menghindari kelelahan, dengan menciptakan suasana yang menyenangkan dalam proses belajar. Sedangkan efek positip dari sugestopedia adalah membantu siswa menyesuaikan diri dengan masyarakat. Menurut Lozanov (http://dr-lozanov. Dir-bg/page2. htm) prinsip-prinsip sugestopedia adalah: (1) menghadirkan kegembiraan dan rileksasi dalam belajar dengan menghilangkan ketegangan sampai ke seluruh kelas, (2) menggunakan duaprogram otak, otak sadar dan bawah sadar secara simultan, dan (3) mata rantai suggestive pada tingkat cadangan yang komplek, meliputi arti-arti psikologika berdasarkan intuisi, mental professional, dalam segala waktu.Dalam kelas suggestopedia, belajar dalam kelas merupakan proses perjalanan belajar yang menyenangkan. Proses belajar mengajar diibaratkan sebagai konser aktif dengan bermain peran, game, nyayian/musik, serta aktifitas yang lain. Penciptaanyang menyenangkan dalam situasi rilek tersebut akan meningkatkan gelombang otaksehingga energi informasi mengalir dengan muda antara guru dan para siswa, dan antara siswa satu dengan yang lainnya.Perkembangan pembelajaran suggestopedia diterima dengan antusias oleh ahli-ahlipendidikan. Pada tahun 1970, Don Schuster dari Iowa State University, dan Ray Bordon dan Charles Gritton, mulai menerapkan metode ini dalam pengajaran di SMU dan Universitas, dan hasilnya positip. Pada tahun 1975 mereka bersama-sama tokoh yang lainnya mendirikan The Society for Accelerative Learning and Teaching (SALT)dan mulai mensponsori konferensi-konferensi internasional. Suggestopedia telahmembangkitkan minat professor di perguruan tinggi, pendidik sekolah menengah umum, dan pelatih perusahaan di dunia untuk menerapkan suggestopedia dalam proses pembelajarannya. Pada tanggal 11 sampai dengan 16 Desember 1978 diadakan konperensi Internasional suggestologi di Sofia, negara Bulgaria. Sponsor pertemuan ini adalah kelompok kerja tenaga ahli suggestology internasional, bersama-sama UNESCOdan Kementerian Pendidikan Bulgaria. Peserta pertemuan yang diundang mempresentasikan penemuan mereka tentang pembelajaran suggestopedia, dan membicarakan implementasi ke depannya. Mereka sepakat untuk mendirikan pusat suggestopedia sertaakan melatih guru-guru dalam suggestopedia.Hasil konverensi tersebut memberikan rekomendasi kepada UNESCO tentang suggestopodia, yaitu: (1) kesepakatan bahwa suggestopedia adalah metode mengajar yang unggul untuk setiap orang dengan berbagai tipe siswa, (2) meningkatkan kemampuan mengajar untuk mendapatkan sertifikasi, (3) pelatihan guru suggestopedia harus dimulai secepat mungkin, dan (4) UNESCO harus mempersatukan perkumpulan suggestology dan suggestopedia internasional, dan perlu memberi bantuan dan bimbingan Lozanov untuk mengadakan pelatihan, penelitian, koordinasi, dan mengumumkan hasilnyaSALT kini sudah mengembangkan pembelajaran dengan beberapa teknik dan metode untuk mengefektifkan belajar. SALT sekarang berganti nama The International Alliance for Learnin (IAN) dan masih mensponsori konferensi-konferensi Internasional diAmerika Serikat bagi peserta internasional. Konferensi-konferensi yang dilakukan berkaitan dengan peningkatan mutu pembelajaran, dan mutu pendidikan. Kini di beberapa negara sudah memiliki asosiasi serupa itu, seperti di Inggris Society for Effektive Learning (S.E.A.L) , di Jerman The German Society for Sugestopedic T

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Agus Gumilar liked this
ganspur liked this
Kusrini Burase liked this
Kusrini Burase liked this
Gil Vigueur liked this
theangleofheaven liked this
AdhiePutra liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->