parenkim pada mesofil (daging daun) dan menyebar ke seluruh mefosil daun (dagingdaun) hingga mampu masuk kedalam sel pada lapisan epidermis daun bagian bawah(permukaan daun bagian bawah).B) Menurut cara masuknya insektisida kedalam tubuh serangga dibedakan menjadi 3kelompok sebagai berikut:a. Racun Lambung (racun perut)Racun lambung atau perut adalah insektisida yang membunuh serangga sasaran dengancara masuk ke pencernaan melalui makanan yang mereka makan. Insektisida akan masuk ke organ pencernaan serangga dan diserap oleh dinding usus kemudian ditranslokasikanke tempat sasaran yang mematikan sesuai dengan jenis bahan aktif insektisida. Misalkanmenuju ke pusat syaraf serangga, menuju ke organ-organ respirasi, meracuni sel-sellambung dan sebagainya. Oleh karena itu, serangga harus memakan tanaman yang sudahdisemprot insektisida yang mengandung residu dalam jumlah yang cukup untuk membunuh. b. Racun Kontak Racun kontak adalah insektisida yang masuk kedalam tubuh serangga melalui kulit,celah/lubang alami pada tubuh (trachea) atau langsung mengenai mulut si serangga.Serangga akan mati apabila bersinggungan langsung (kontak) dengan insektisida tersebut.Kebanyakan racun kontak juga berperan sebagai racun perut.c. Racun PernafasanRacun pernafasan adalah insektisida yang masuk melalui trachea serangga dalam bentuk partikel mikro yang melayang di udara. Serangga akan mati bila menghirup partikelmikro insektisida dalam jumlah yang cukup. Kebanyakan racun pernafasan berupa gas,asap, maupun uap dari insektisida cair.Sifat-sifat atau cara kerja insektisida tersebut mempunyai spesifikasi terhadap caraaplikasinya :1. Untuk mengendalikan hama yang berada didalam jaringan tanaman (misalnya hama penggerek batang, penggorok daun) penanganannya dilakukan dengan insektisidasistemik atau sistemik local, sehingga residu insektisida akan ditranslokasikan ke jaringandi dalam tanaman. Akibatnya hama yang memakan jaringan didalam tanaman akan matikeracunan. Hama yang berada didalam tanaman tidak sesuai bila dikendalikan denganaplikasi penyemprotan insektisida kontak, karena hama didalam jaringan tanaman tidak akan bersentuhan (kontak) langsung dengan insektisida.2. Untuk mengendalikan hama-hama yang mobilitasnya tinggi (belalang, kutu gajah dll), penggunaan insektisida kontak murni akan kurang efektif, karena saat penyemprotan berlangsung, banyak hama tersebut yang terbang atau tidak berada di tempat penyemprotan. Namun, selang beberapa hari setelah penyemprotan, hama tersebut dapatkembali lagi. Pengendalian paling tepat yaitu dengan menggunakan insektisida yangmemiliki sifat kontak maupun sistemik dengan efek residual yang agak lama. Dengan