Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
56Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengaruh Musik Mozart pada anak autisme

Pengaruh Musik Mozart pada anak autisme

Ratings: (0)|Views: 6,672|Likes:
Published by K'Say The One
berpengaruh atau tidak musik mozart terhadap perkembangan anak Autis
berpengaruh atau tidak musik mozart terhadap perkembangan anak Autis

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: K'Say The One on May 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/01/2013

pdf

text

original

 
A.JUDUL PENELITIAN
Penelitian ini berjudul “PENGARUH PENGGUNAAN MUSIK KLASIK (MOZART) TERHADAP MEMORI ANAK AUTISTIK DI CAKRAAUTISME TERAPI SURABAYA.
B.LATAR BELAKANG
Istilah autisme sudah cukup populer dikalangan masyarakat, karena banyak media massa dan elektronik yang mencoba untuk mengupasnya secaramendalam. Autisme yang menurut istilah ilmiah Kedokteran, Psikiatri, danPsikologi termasuk dalam gangguan pervasive
(pervasive developmental disorders)
, dimana secara khas gangguan yang termasuk dalam kategori iniditandai dengan distorsi perkembangan fungsi psikologis dasar majemuk yangmeliputi perkembangan keterampilan sosial dan berbahasa seperti perhatian, persepsi, daya nilai terhadap realitas, dan gerakan-gerakan motorik harusmendapat perhatian yang serius dari berbagai kalangan, baik para pendidik, orangtua maupun oleh dokter dan psikiater.Meskipun penelitian mengenai autisme telah dilakukan sejak 60 tahunyang lalu, akan tetapi fenomena autisme ini masih perlu mendapat perhatian dantetap menarik untuk dilakukan penelitian lebih lanjut, hal ini disebabkan olehtingkat kompleksitas gangguan autisme yang begitu rumit. Kompleksitasgangguan autisme ini dibuktikan oleh komentar-komentar para ahli yang menelitimasalah ini, seperti yang diungkapkan oleh Frith (2003) dalam Gianjar (2007)1
 
menyimpulkan bahwa usahanya untuk menjelaskan autisme secara sederhana justru mengarahkannya pada fakta fakta yang lebih kompleks :
“The enigma of autism will continue to resist explanation”
. Disisi lain menurut hasil penelitianyang ada tingkat prevalensi dari autisme ini diperkirakan empat sampai lima per 10.000 anak mengalami gangguan autism. Beberapa penelitian yangmenggunakan definisi lebih luas dari autisme memperkirakan 10 sampai 11 dari10.000 anak mengalami gangguan autisme (Dawson & Castelloe, 1985 dalamSafaria, 2005).Autisme merupakan gangguan perkembangan yang berat yang antara laindapat mempengaruhi cara seseorang untuk berkomunikasi dan berhubungandengan orang lain (Sutadi, 2002 dalam Hadis, 2006). Autisme adalah istilah yangdigunakan untuk menggambarkan suatu jenis dari masalah neurologis yangmempengaruhi pikiran, persepsi, dan perhatian. Kelainan ini dapat menghambat,memperlambat, atau mengganggu sinyal dari mata, telinga, dan organ sensoriyang lain. Hali ini umumnya memperlemah kemampuan seseorang untu berinteraksi dengan orang lain, mungkin pada aktivitas sosial atau penggunaanketerampilan komunikasi seperti bicara, kemampuan imajinasi dan menarik kesimpulan. Sehingga kelainan ini mengakibatkan gangguan atau keterlambatan pada bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial (Sutadi,1997). Menurut Chaplin (1989) dalam Kuwanto & Natalia (2001) Autismemerupakan cara berpikir yang dikendalikan oleh kebutuhan personal atau oleh dirisendiri, menanggapi dunia berdasarkan penglihatan dan harapan sendiri, danmenolak realitas, keasyukan ekstrim dengan pikiran dan fantasi sendiri.2
 
Gangguan autisme mengakibatkan anak-anak dengan gangguan ASD initertinggal dengan anak-anak yang lain dalam memahami dan menerima stimulasiatau materi yang diberikan oleh guru disekolah, ini diakibatkan oleh ketidamampuan anak-anak dengan gangguan ASD ini dalam memusatkan perhatian danmemfokuskan konsentrasi terhadap stimulasi yang diberikan, padahal perhatiandan konsentrasi adalah suatu hal yang sangat penting dalam proses penyimpananinformasi kedalam ingatan jangka panjang. Suharnan dalam bukunya
 Psikologi Kognitif 
(2005) mengungkapkan bahwa pemindahan atau transfer informasi dariingatan indera (ingatan sensori) menuju pada ingatan jangka pendek yangselanjutnya akan ditransfer ke-ingatan jangka panjang sangat dipengaruhi olehkonsentrasi.Salah satu bentuk terapi yang digunakan saat ini adalah terapi musik,karena selain musik dapat menciptakan suasana yang menyenangkan, musik jugadiketahui dapat mempengaruhi proses kognitif. Menurut Herman (1996) anak akan memperhatikan suatu informasi dan menyimpannya dalam memori jikasuasana diluar menyenangkan yang membuat ia berminat dan otaknya terangsanguntuk menyimpan informasi tersebut. Menurutnya ada tiga hal yangmempengaruhi perhatian, yaitu kekuatan dari luar, macam informasi dankemauan.Penggunaan musik dalam belajar bukanlah hal baru, musik dalam jenistertentu diketahui dapat merangsang otak, otak kita menjadi terbuka dan reseptif  pada informasi. Musik mengurangi stres, meredakan ketegangan, meningkatkanenergi dan memperbesar daya ingat, karenanya musik dapat menjadikan orang3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->