Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
64Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pending In

Pending In

Ratings: (0)|Views: 1,700 |Likes:
Published by Fatahul Arifin

More info:

Published by: Fatahul Arifin on May 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/25/2013

pdf

text

original

 
http://tep.fateta.ipb.ac.id/elearning/media/Teknik%20PendinginanTeknik PendinginanMata kuliah Teknik Pendinginan membahas analisis dan disain sistem pendingin, disaininstalasi refrigerasi, penentuan bahan, kapasitas refrigerasi dan kebutuhan energi peralatan refrigerasi. Sistem pendinginan yang dicakup adalah: kompresi uap, sistemabsorpsi dan termoelektrik dengan aplikasi pada pengkondisian udara, pembekuan dan penyimpanan dingin. BAB 1. APLIKASI TEKNIK PENDINGINANTujuan Instruksional Khusus:Mahasiswa mampu menjelaskan gambaran umum penerapan Teknik Pendinginan untuk  pengkondisian udara, penyimpanan dingin dan pembekuan. Pokok bahasan ini mencakupsejarah singkat perkembangan sistem refrigerasi, yang meliputi jenis kompresi uapmaupun jenis lainnya, hingga pada penerapannya khususnya dalam bidang pertanian dantantangan yang dihadapi oleh industry pendinginan/pembekuan produk pertanian/pangandewasa ini.A. Sejarah Teknik PendinginanSejarah teknik pendinginan berkembang sejalan dengan perkembangan peradabanmanusia di wilayah sub-tropik. Secara alamiah, manusia yang tinggal di wilayah sub-
 
tropik menyadari bahwa bahan pangan yang mudah rusak ternyata dapat disimpan lebihlama dan lebih baik pada saat musim dingin dibandingkan dengan pada saat musim panas. Kesadaran inilah yang memandu manusia pada saat itu mulai memanfaatkan “esalam” untuk memperpanjang masa simpan bahan pangan yang mudah rusak.Penggunaan es alam ini bahkan masih dilakukan hingga abad ke-20, dan bahkan menurutcatatan IIR (
 Intenational Institute of Refrigeration
) hingga awal abad ke-20 penggunaanes alam masih lebih banyak dibandingkan “es buatan”. Es alam adalah es yang dihasilkantanpa peralatan refrigerasi, baik yang diperoleh dari sungai atau danau yang membeku pada musim dingin atau yang sengaja dibekukan secara alamiah akibat radiasi termal dari permukaan air ke langit.Di wilayah dengan kelembaban udara yang rendah, seperti Timur Tengah, sejarah pendinginan dimulai dengan pendinginan evaporatif, yaitu dengan menggantungkan tikar  basah di depan pintu yang terbuka untuk mengurangi panasnya udara dalam ruangan.Pada abad ke-15, Leonardo da Vinci telah merancang suatu mesin pendingin evaporatif ukuran besar. Konon, mesin ini dipersembahkan untuk Beatrice d’Este, istri Duke of Milan (Pita, 1981). Mesin ini mempunyai roda besar, yang diletakkan di luar istana, dandigerakkan oleh air (sekali-sekali dibantu oleh budak) dengan katup-katup yang terbuka-tutup secara otomatis untuk menarik udara ke dalam drum di tengah roda. Udara yangtelah dibersihkan di dalam roda dipaksa keluar melalui pipa kecil dan dialirkan ke dalamruangan (Gambar 1-1).Gambar 1-1. Mesin pendingin evaporatif rancangan Leonardo da Vinci (Pita, 1981)Perkembangan teknik pendinginan selanjutnya masih terjadi secara tidak sengaja, yaitu penggunaan larutan air-garam untuk mendapatkan suhu yang lebih rendah. Menurutcatatan Ibn Abi Usaibia, seorang penulis Arab, penggunaan larutan air-garam ini sudahdilakukan di India sekitar abad ke-4. Garam yang digunakan pada larutan tersebut adalah potasium nitrat, sebagaimana dicatat oleh seorang dokter Italia bernama Zimara padatahun 1530 dan dokter Spanyol bernama Blas Villafranca pada tahun 1550. Fenomena
 
 pencampuran garam pada salju untuk mendapatkan suhu lebih rendah baru dapatdijelaskan oleh Battista Porta pada tahun 1589 dan Trancredo pada tahun 1607.Teknik pendinginan mulai berkembang secara ilmiah sejak abad ke-17, dimulai dari penelitian tentang pemantulan melalui efek panas dan dingin yang dilakukan oleh RobertBoyle (1627-1691) di Inggris dan Mikhail Lomonossov (1711-1765) di Rusia.Selanjutnya, penelitian mengenai termometri yang dimulai oleh Galileo dikembangkankembali oleh Guillaume Amontons (1663-1705) di Perancis, Isaac Newton (1642-1727)di Inggris, Daniel Fahrenheit (1686-1736) orang German yang bekerja di Inggris danBelanda, René de Réaumur (1683-1757) di Perancis dan Anders Celsius (1701-1744) diSwedia. Tiga ilmuwan yang disebutkan terakhir merupakan penemu sistem skala pengukuran suhu, dan masing-masing namanya diabadikan pada sistem skala tersebutyaitu Fahrenheit, Reaumur dan Celsius. Setelah Anders Celsius menemukan termometer skala centesimal pada tahun 1742 di Swedia, disepakati bahwa sistem skala yangdigunakan pada Sistem Internasional adalah Celsius.Gambar 1-2. Robert BoylePada awal abad ke-18, William Cullen (1710-1790) menemukan terjadinya penurunansuhu pada saat ethyl ether menguap. Cullen, bahkan, pada tahun 1755 berhasilmendapatkan sedikit es dengan cara menguapkan air di labu uap. Murid dan penerusCullen, yaitu seorang Scotland yang bernama Joseph Black (1728-1799) berhasilmenjelaskan pengertian panas dan suhu, sehingga sering dianggap sebagai penemukalorimetri. Bidang ini akhirnya dikembangkan dengan sangat baik oleh para ilmuwanPerancis, seperti Pierre Simon de Laplace (1749-1827), Pierre Dulong (1785-1838),Alexis Petit (1791-1820), Nicolas Clément-Desormes (1778-1841) dan Victor Regnault(1810-1878).

Activity (64)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ariy Anto liked this
Ozy Fachrur liked this
Amrin Papalia liked this
Gagah Nax Sumber liked this
Eddy Freddy liked this
Gissa Navira S liked this
akbar99 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->