Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
90Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penerapan Sarbanes Oxley di Indonesia

Penerapan Sarbanes Oxley di Indonesia

Ratings: (0)|Views: 10,324|Likes:
Published by agabluenight
Audit EDP Penerapan SarbOx di Indonesia
Audit EDP Penerapan SarbOx di Indonesia

More info:

Published by: agabluenight on May 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/29/2013

pdf

text

original

 
 
Audit Sistem Informasi Berbasis Komputer 1
AUDIT SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER
PENERAPAN SARBANES-OXLEY DI INDONESIA
I.
 
PENDAHULUAN
Audit sistem informasi merupakan proses pengumpulan dan evaluasi bukti-bukti untukmenentukan apakah sistem komputer yang digunakan telah dapat melindungi aset milik organisasi,mampu menjaga integritas data, dapat membantu pencapaian tujuan organisasi secara efektif, sertamenggunakan sumber daya yang dimiliki secara efisien. Audit SI/TI relative baru ditemukandibanding audit keuangan, seiring dengan meningkatnya penggunan TI untuk mensupport aktifitasbisnis.Ada beberapa aspek yang diperiksa pada audit sistem teknologi informasi: Audit secarakeseluruhan menyangkut efektifitas, efisiensi,
availability system, reliability, confidentiality, danintegrity, serta aspek security.
Selanjutnya adalah audit atas proses, modifikasi program, audit atassumber data, dan data file.Beberapa aturan mengenai IT audit sudah disusun di Amerika Serikat yang meliputibeberapa aturan penting seperti Sarbanes Oxley Act. Sarbanes-Oxley Act (SOA) merupakan sebuahproduk hukum (Undang-Undang) di Amerika Serikat (AS) yang mengatur tentang akuntabilitas,praktik akuntansi dan keterbukaan informasi, termasuk tata cara pengelolaan data di perusahaanpublik. Namun di Indonesia baru sebagian kecil yang baru menerapkan aturan tersebut.
A.
 
Latar Belakang Munculnya Sarbanes
 –
OxleySarbanes-Oxley
atau kadang disingkat
SOx
atau
SOA
adalah hukum federal Amerika Serikatyang ditetapkan pada 30 Juli 2002. Undang-undang ini diprakarsai oleh Senator Paul Sarbanes(Maryland) dan Representative Michael Oxley (Ohio) yang disetujui oleh Dewan dengan suara 423-3dan oleh Senat dengan suara 99-0 serta disahkan menjadi hukum oleh Presiden George W. Bush.Undang-undang ini dikeluarkan sebagai respons dari Kongres Amerika Serikat terhadap berbagaiskandal pada beberapa perusahaan besar seperti: Enron, Tyco International, Adelphia, PeregrineSystems, WorldCom (MCI), AOL TimeWarner, Aura Systems, Citigroup, Computer AssociatesInternational, CMS Energy, Global Crossing, HealthSouth, Quest Communication, Safety-Kleen danXerox, yang juga melibatkan bebe
rapa KAP yang termasuk dalam “the big five” seperti: Arthur
Andersen, KPMG dan PWC.
 
 
Audit Sistem Informasi Berbasis Komputer 2
Skandal-skandal yang menyebabkan kerugian bilyunan dolar bagi investor karena runtuhnyaharga saham perusahaan-perusahaan yang terpengaruh ini mengguncang kepercayaan masyarakatterhadap pasar saham. Semua skandalini merupakan contoh tragisbagaimana kecurangan
(fraud schemes)
berdampak sangat burukterhadap pasar,
stakeholders
dan parapegawai.Dengan diterbitkannya undang-undang ini, ditambah dengan beberapaaturan pelaksanaan dari SecuritiesExchange Commision (SEC) danbeberapa
self regulatory bodies
lainnya, diharapkan akan meningkatkan standar akuntabilitasperusahaan, transparansi dalam pelaporan keuangan, memperkecil kemungkinan bagi perusahaanatau organisasi untuk melakukan dan menyembunyikan
 fraud 
, serta membuat perhatian padatingkat sangat tinggi terhadap
corporate governance
.Perundang-undangan ini menetapkan suatu standar baru dan lebih baik bagi semua dewandan manajemen perusahaan publik serta kantor akuntan publik walaupun tidak berlaku bagiperusahaan tertutup. Akta ini terdiri dari 11 bab atau bagian yang menetapkan hal-hal mulai daritanggung jawab tambahan Dewan Perusahaan hingga hukuman pidana. Sarbox juga menuntutSecurities and Exchange Commission (SEC) untuk menerapkan aturan persyaratan baru untukmenaati hukum ini. Saat ini, corporate governance dan pengendalian internal bukan lagi sesuatuyang mewah lagi karena kedua hal ini telah disyaratkan oleh undang-undang.
B.
 
Audit Sistem informasi
Audit pada dasarnya adalah sebuah proses yang sistematis dan objektif dalam mengevaluasikegiatan ekonomi serta memperolah bukti-bukti yang relevan, guna memberikan asersi dan menilaisejauh apakah tindakan ekonomi yang dijalankan sesuai dengan kriteria yang berlaku danmelaporkannya kepada pihak yang berkepentingan. Terdiri dari dua dimensi utama, yaitu Auditkeuangan dan Audit operasional terhadap sumber daya informasi, Audit TI dapat diartikan secaraharfiah menjadi dua. Yang pertama, audit keuangan bertujuan untuk memastikan tidak adanya salahsaji material pada laporan keuanggan dengan menggunakan sistem audit berbasis komputer.Sementara pemahaman kedua mengaudit efektivitas, efisiensi, serta tepat guna atau tidaknya unitfungsional sestem serta kinerja manajemen TI pada suatu perusahaan. Sehingga definisi yang
 
 
Audit Sistem Informasi Berbasis Komputer 3
digunakan adalah: Audit sistem informasi (teknologi informasi) merupakan proses pengumpulan danevaluasi bukti-bukti untuk menentukan apakah sistem computer yang digunakan telah dapatmelindungi asset milik organisasi mampu menjaga integritas data, dapat membantu pencapaiantujuan organisasi secara efektif, serta dapat menggunakan sumber daya yang dimiliki secara efektif,serta dapat menggunakan sumber daya yang dimilki secara efisienAudit TI dikelompokkan berdasarkan letak kendalinya yaitu :Pengendalian umum (general kontrol).Audit secara keseluruhan yang menyangkut availability sistem, reliability, confidentiality,integrity dan security.Audit proses meliputi modifikasi pada program audit, atas sumber data, audit file data, auditstorage, serta alur data dan infomasi dalam perusahaan.Pada dasarnya, tahapan-tahapan dalam audit TI tidak berbeda dengan audit pada umumnya.Perbedaan dengan audit biasa, seringkali auditor TI menerapakan teknik audit berbantuankomputer. Teknik ini digunakan untuk menganalisis data. Secara garis besar terdapat 5 tahapanutama dalam metodologi audit TI yaitu ;Fase 1 : PerencanaanFase 2 : Indentifikasi Resiko dan KendaliFase 3 : Evaluasi Kendali dan BuktiFase 4 : Dokumentasi dan RapatFase 5 : Laporan dan Presentasi
C.
 
Aktivitas SOA pada perusahaan
Dalam Sarbanes Oxley Act diatur tentang akuntansi, pengungkapan dan pembaharuangovernance yang mensyaratkan adanya pengungkapan yang lebih banyak mengenai informasikeuangan, keterangan tentang hasil-hasil yang dicapai manajemen, kode etik bagi pejabat dibidang keuangan, pembatasan kompensasi eksekutif, dan pembentukan komite audit yangindependen. Selain itu diatur pula mengenai hal-hal sebagai berikut:a.
 
Menetapkan beberapa tanggung jawab baru kepada dewan komisaris, komiteaudit, dan pihak manajemenb.
 
Mendirikan the Public Company Accounting Oversight Board, sebuah dewanyang independen dan bekerja full-time bagi pelaku pasar modal

Activity (90)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Dina Alkaff liked this
Elok Faiqoh liked this
Panika Friantama liked this
Iwan Epotz liked this
Syahrizal liked this
nurwahyda liked this
matthew_shiddiq liked this
Albertus Gunawan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->