Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
68Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Lubang Resapan Biopori, tepat guna, pelestarian air, banjir, kompos, sampah organik

Lubang Resapan Biopori, tepat guna, pelestarian air, banjir, kompos, sampah organik

Ratings: (0)|Views: 3,042 |Likes:
Published by astri anindya sari
Air bersih merupakan salah satu sumberdaya alam terbarukan yang menjadi kebutuhan dasar manusia. Namun pesatnya perkembangan kota dan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya lahan terbuka sebagai fasilitas resapan air berakibat terganggunya siklus air yang menyebabkan isu kelangkaan air dewasa ini, terutama di musim kemarau. Disisi lain, keterbatasan lahan resapan ditambah lagi dengan buruknya system drainase permukiman dan kota menyebabkan terjadinya banjir terutama di daerah hilir sungai pada setiap musim hujan.
Tulisan ini membahas karakteristik lubang resapan biopori dan sumur resapan yang dikenal sebagai teknologi untuk pelestarian air tanah. Lebih lanjut dilakukan perbandingan antara karakteristik kedua model tersebut untuk mencari model teknologi peresapan air yang paling sesuai untuk kondisi permukiman kota saat ini.
Ditemukan bahwa lubang resapan biopori merupakan teknologi tepat guna, dan ramah lingkungan yang lebih sesuai diterapkan pada kondisi perumahan kota dewasa ini. Selain manfaatnya tidak terbatas hanya sebagai resapan dan pencegah banjir, kesederhanaan teknologi lubang resapan biopori dengan fleksibilitas ruangnya serta biaya pembuatan yang murah merupakan keunggulan teknologi ini. Segala kelebihan tersebut membuat teknologi lubang resapan biopori dapat dengan mudah diaplikasikan dimanapun dan oleh siapapun.
Air bersih merupakan salah satu sumberdaya alam terbarukan yang menjadi kebutuhan dasar manusia. Namun pesatnya perkembangan kota dan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya lahan terbuka sebagai fasilitas resapan air berakibat terganggunya siklus air yang menyebabkan isu kelangkaan air dewasa ini, terutama di musim kemarau. Disisi lain, keterbatasan lahan resapan ditambah lagi dengan buruknya system drainase permukiman dan kota menyebabkan terjadinya banjir terutama di daerah hilir sungai pada setiap musim hujan.
Tulisan ini membahas karakteristik lubang resapan biopori dan sumur resapan yang dikenal sebagai teknologi untuk pelestarian air tanah. Lebih lanjut dilakukan perbandingan antara karakteristik kedua model tersebut untuk mencari model teknologi peresapan air yang paling sesuai untuk kondisi permukiman kota saat ini.
Ditemukan bahwa lubang resapan biopori merupakan teknologi tepat guna, dan ramah lingkungan yang lebih sesuai diterapkan pada kondisi perumahan kota dewasa ini. Selain manfaatnya tidak terbatas hanya sebagai resapan dan pencegah banjir, kesederhanaan teknologi lubang resapan biopori dengan fleksibilitas ruangnya serta biaya pembuatan yang murah merupakan keunggulan teknologi ini. Segala kelebihan tersebut membuat teknologi lubang resapan biopori dapat dengan mudah diaplikasikan dimanapun dan oleh siapapun.

More info:

Published by: astri anindya sari on May 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/25/2013

pdf

text

original

 
1
AR 5221 arsitektur dan teknologi
LUBANG RESAPAN BIOPORI SEBAGAI TEKNOLOGI TEPAT GUNA DANRAMAH LINGKUNGAN UNTUK PELESTARIAN AIR DAN PENCEGAHAN BANJIR
Menjaga Keberlangsungan Siklus Air Ditengah Semakin Terbatasnya Lahan Terbuka KotaAstri Anindya Sari (25209026)
ABSTRAK
Air bersih merupakan salah satu sumberdaya alam terbarukan yang menjadikebutuhan dasar manusia. Namun pesatnya perkembangan kota dan kurangnya kesadaranmasyarakat akan pentingnya lahan terbuka sebagai fasilitas resapan air berakibatterganggunya siklus air yang menyebabkan isu kelangkaan air dewasa ini, terutama di musimkemarau. Disisi lain, keterbatasan lahan resapan ditambah lagi dengan buruknya systemdrainase permukiman dan kota menyebabkan terjadinya banjir terutama di daerah hilir sungaipada setiap musim hujan.Tulisan ini membahas karakteristik lubang resapan biopori dan sumur resapan yangdikenal sebagai teknologi untuk pelestarian air tanah. Lebih lanjut dilakukan perbandinganantara karakteristik kedua model tersebut untuk mencari model teknologi peresapan air yangpaling sesuai untuk kondisi permukiman kota saat ini.Ditemukan bahwa lubang resapan biopori merupakan teknologi tepat guna, dan ramahlingkungan yang lebih sesuai diterapkan pada kondisi perumahan kota dewasa ini. Selainmanfaatnya tidak terbatas hanya sebagai resapan dan pencegah banjir, kesederhanaanteknologi lubang resapan biopori dengan fleksibilitas ruangnya serta biaya pembuatan yangmurah merupakan keunggulan teknologi ini. Segala kelebihan tersebut membuat teknologilubang resapan biopori dapat dengan mudah diaplikasikan dimanapun dan oleh siapapun.Kata kunci: Lubang Resapan Biopori, tepat guna, pelestarian air, banjir, kompos, sampahorganik
PENDAHULUAN
Salah satu sumberdaya alam yang menjadi kebutuhan dasar manusia adalah airbersih. Air sendiri sesungguhnya digolongkan sebagai sumber daya alam terbarukan yangsiklusnya berputar sehingga ketersediaannya selalu terjaga. Namun bersamaan dengantinggginya pertambahan penduduk dan cepatnya pertumbuhan kota kebutuhan manusia akanlahan untuk hunian dan tempat beraktivitas semakin meningkat, dengan sendirinya luas lahanterbuka akan semakin berkurang. Padahal lahan terbuka merupakan salah satu saranaperesapan air hujan yang akan menjaga siklus air tetap berlangsung.Perancangan hunian rumah tinggal maupun bangunan-bangunan lain seharusnyamemperhatikan fungsi peresapan air. Idealnya pada setiap bangunan yang didirikan harusterdapat lahan yang dibiarkan terbuka tanpa perkerasan, sehingga akan menjadi tempat bagiperesapan air hujan. Namun kecenderungan di kota-kota besar saat ini, ditengah hargatanah yang semakin tinggi dan kebutuhan akan hunian terus bertambah keberadaan lahanterbuka tanpa perkerasan sudah semakin jarang ditemukan. Fenomena tersebut terutamaterjadi pada permukiman menengah kebawah padat penduduk, dimana sirkulasi jalan hanyaberupa gang sempit, tak ada saluran air apalagi lahan terbuka untuk resapan. Hunian yangberdiripun dengan ukuran lahan yang terbatas. Hampir dapat dikatakan tak ada lahan tak
 
2
AR 5221 arsitektur dan teknologi
terbangun yang tersisa, kalaupun ada dapat dipastikan sebagian besar telah ditutup denganperkerasan.Pada musim kemarau, eksploitasi air yang terus meningkat tanpa diiringi usahapelestariannya, berakibat pada kelangkaan air bersih. Namun disisi lain pada musim hujan,keterbatasan lahan resapan ditambah buruknya sistem drainase menyebabkan banjir padadaerah dataran rendah di kota.Dari seluruh fenomena yang telah dikemukakan, diketahui bahwa untuk mengatasipermasalahan kelangkaan air bersih dan banjir di Indonesia dibutuhkan teknologi tepat gunayang dapat diterapkan oleh seluruh anggota masyarakat ditengah semakin berkurangnya luaslahan terbuka untuk resapan air.Tulisan ini membahas karakteristik dari dua teknologi pelestarian air tanah yang telahdikenal masyarakat yaitu lubang resapan biopori dan sumur resapan. Lebih lanjut dilakukanperbandingan antara karakteristik kedua teknologi tersebut untuk mencari model teknologiperesapan air yang paling sesuai untuk kondisi permukiman kota saat ini
METODOLOGI PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan adalah dengan studi kepustakaan tentang kondisipemanfaatan air, serta kondisi fisik lingkungan permukiman saat ini yang menyebabkankelangkaan air pada musim kemarau dan banjir pada musim hujan. Studi pustaka jugadilakukan untuk mengkaji karakteristik teknologi peresapan air yang dikenal masyarakat yaknilubang resapan biopori (LRB) dan sumur resapan. Dari hasil studi kepustakaan, dilakukananalisis perbandingan antara karekteristik LRB dangan sumur resapan, sehingga dapatdiketahui teknologi peresapan air yang lebih dapat diterapkan oleh masyarakat dan sesuaidengan kondisi fisik permukiman saat ini. Hasil studi akan disajikan dalam bentuk deskripsi
KAJIAN PUSTAKAGambaran Kondisi Pemanfaatan Air dan Fisik Ruang Lingkungan
Pesatnya pertumbuhan kota berakibat langsung pada makin terbatasnya ruangterbuka yang sedianya digunakan sebagai lahan resapan air hujan sebagai usaha untukmenyeimbangkan siklus air dan menjaga kelestariannya. Selain itu laju pertambahan jumlahpenduduk dan ekspansi ekonomi menyebabkan semakin tingginya eksploitasi terhadapsumber daya air. Eksploitasi air tanpa diikuti usaha-usaha pelestarian sumber daya alam inimembuat kelangkaan terhadap air dialami oleh sebagian masyarakat terutama di daerah hilirsungai terutama pada musim kemarau (Salim
et al 
, 2009).Penelitian yang dilakukan oleh Salim
et al 
, 2009 pada permukiman di daerah ripariansungai Cikapundung di kota Bandung menunjukkan kekurang pedulian masyarakat terhadappelestarian air. Hal tersebut antara lain ditunjukkan dari preferensi masyarakat dalammemperlakukan lahan tak terbangun pada rumah mereka, serta material yang dipilih sebagaiperkerasan.
 
3
AR 5221 arsitektur dan teknologi
Hasil penelitian Salim
et al,
2009 pada permukiman formal dan informal daerahriparian Cikapundung, termasuk didalamnya 7 kecamatan di kota Bandung yaitu kecamatanRegol, Sumur Bandung, Coblong, Bandung Wetan, Bandung Kidul, Cikawao, dan DayeuhKolot ditunjukkan pada diagram 1 dan 2. Dari diagram 1 diketahui bahwa sebagian besarresponden (63%) menutup 80-100% lahan tak terbangun pada rumahnya, sedang yangmembiarkan >50% tetap terbuka tanpa perkerasan hanya sebagian kecil dari responden(24%). Banyaknya masyarakat yang memilih memberikan perkerasan pada sisa lahanterbangun di rumahnya dilatarbelakangi berbagai alasan, diantaranya alasan fungsional,seperti fungsi sirkulasi maupun tempat parkir, selain juga alasan kebersihan dan kerapihan.Diagram 2 menunjukkan material yang dipilih oleh responden untuk perkerasan halamanrumah mereka. Terlihat bahwa sebagian besar responden (62%) memilih menggunakansemen dan beton sebagai material perkerasan. Sebesar 24% memilih keramik, dan hanya14% dari keseluruhan responden yang memilih menggunakan paving. Pemilihan materialsemen lebih didasarkan karena kepraktisan dan harganya yang murah, sedangkan keramikdipilih karena alasan keindahan, sebaliknya paving jarang digunakan karena harganya yangmahal. Padahal sebagaimana diketahui semen, beton, dan keramik merupakan materialperkerasan yang tidak memungkinkan air meresap kedalam tanah melalui sela-selanya.Selain itu menurut Salim
et al 
, 2009 fakta di permukiman non formal saluran drainasekadang kala tidak ada, kalaupun ada kemampuan daya tampungnya minim, belum lagikebiasaan masyarakat yang menyatukan saluran drainase dengan saluran buangan limbahmenimbulkan masalah lingkungan yang lain saat terjadi kerusakan yang harus diperbaiki.Sedangkan pada permukiman formal saluran drainase penampungan air hujan disedikan dandialirkan menuju sungai. Dapat dikatakan bahwa hampir semua penduduk membiarkan airhujan sebagai limpasan air yang terbuang dan sedikit sekali menampungnya untukpemanfaatan kebutuhan air sehari-hari. Disisi lain, buruknya sistem drainase ditambahpenggunaan material perkerasan yang tak mampu menyerap air akan membuat limpasan airhujan meluap ke jalanan dan menyebabkan banjir.Salim
et al 
, 2009 menyatakan bahwa pelestarian air meski telah menjadi pengetahuanumum bagi masyarakat namun belum menjadi kesadaran untuk diaplikasikan dalam tindakannyata, misalnya dengan membuat sumur resapan. Masalah dana dan pengetahuan teknistentang pengaliran air limbah dan air hujan menjadi kendala bagi penduduk yang sebagianbesar pendidikannya rendah serta pendatang yang profesinya sebagai pekerja pabriksepertinya tidak memiliki waktu yang cukup untuk peduli terhadap lingkungan.
sumber: Salim,et al, 2009
Diagram 1. Prosentase Lahan TertutupPerkerasan Pada Halaman RumahMasyarakat di 7 Kecamatan Kota BandungDiagram 2. Pemilihan Material PerkerasanPada Halaman Rumah Masyarakat di 7Kecamatan Kota Bandung

Activity (68)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
yoga wicaksono liked this
Amarul Rosyada liked this
Joe Vierry liked this
Adjie Maulana added this note
bgus konsepnya cuman harus kudu dilaksanakan dengan baik dan benar
black_kribo liked this
Irene Calvina liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->