Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
metode korelasional dalam riset kuantitatif arsitektur

metode korelasional dalam riset kuantitatif arsitektur

Ratings: (0)|Views: 738 |Likes:
Published by wandayov
WANDA YOVITA 25209029 METODOLOGI PENELITIAN ARSITEKTUR RISET KORELASIONAL Untuk menentukan pendekatan apa yang akan digunakan dalam sebuah penelitian tentu perlu diketahui tentang permasalahan penelitian, pengalaman peneliti dan audiens yang akan melihat penelitian tersebut. Kali ini yang akan dibahas adalah salah satu strategi dalam riset arsitektur yaitu riset korelasional. Riset korelasional merupakan riset yang memprediksi sesuatu ada hubungannya dengan sesuatu. Strategi ini adalah salah sat
WANDA YOVITA 25209029 METODOLOGI PENELITIAN ARSITEKTUR RISET KORELASIONAL Untuk menentukan pendekatan apa yang akan digunakan dalam sebuah penelitian tentu perlu diketahui tentang permasalahan penelitian, pengalaman peneliti dan audiens yang akan melihat penelitian tersebut. Kali ini yang akan dibahas adalah salah satu strategi dalam riset arsitektur yaitu riset korelasional. Riset korelasional merupakan riset yang memprediksi sesuatu ada hubungannya dengan sesuatu. Strategi ini adalah salah sat

More info:

Published by: wandayov on May 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

02/28/2013

pdf

 
WANDA YOVITA25209029
METODOLOGI PENELITIAN ARSITEKTUR
RISET KORELASIONAL
Untuk menentukan pendekatan apa yang akan digunakan dalam sebuah penelitian tentu perludiketahui tentang permasalahan penelitian, pengalaman peneliti dan audiens yang akan melihatpenelitian tersebut. Kali ini yang akan dibahas adalah salah satu strategi dalam riset arsitekturyaitu riset korelasional.Riset korelasional merupakan riset yang memprediksi sesuatu ada hubungannya dengan sesuatu.Strategi ini adalah salah satu strategi riset kuantitatif dari paradigma post-positivism. Risetkorelasional merupakan riset kuantitatif. Riset semacam ini tidak memerlukan intervensi dari sipeneliti seperti halnya riset eksperimental. Dalam riset ini ditentukan variabel-variabel yangdianggap mempunyai hubungan lalu dilihat bagaimana kekuatan hubungan antar variabeltersebut sehingga riset korelasional cenderung
close minded 
. Salah satu hal yang dilakukandalam riset ini adalah mencari pola dari hubungan dua atau lebih variabel. Hal ini jugamengakibatkan bahwa riset korelasional umumnya menggunakan statistik untuk mengetahuinilai hubungan antar variabel.Untuk mengetahui variabel yang diprediksi mempunyai hubungan atau mempengarughi sesuatumaka diperlukan landasan teori yang kuat atau referensi riset-riset yang telah ada. Hal ini untuk memperkecil kemungkinan jika ternyata variabel yang dibuat ternyata tidak memiliki hubunganapapun. Apabila informasi yang diperolah mengenai riset terkait sangat minim maka hendaknyadidahului dengan riset kualitatif yang cenderung lebih terbuka sehingga akurasi dari penelitianakan lebih baik. Hal ini menyebabkan riset korelasional menggunakan kerangka deduksi.Dua tipe dari riset korelasional yaitu: keterkaitan hubungan dan regresi (sebab-akibat).Keterkaitan hubungan merupakan studi yang fokus pada hal yang alamiah dan memprediksibesar kekuatan hubungan. Sebagai contoh adalah pada salah satu preferensi masyarakat terhadapsuka atau tidak sukanya terhadap sebuah tipe rumah terkait dengan variabel keserasian padatampak, modern atau tidak, fungsional dan lain-lain. Dalam riset arsitektur, riset seperti inisangat membantu dalam proses desain untuk mengetahui kriteria desain pada rumah yangdiprediksi akan disukai oleh masyarakat. Tentu saja hal ini berlaku pada mayoritas kelompok masyarakat karena salah satu ciri riset kuantitatif adalah mengunggulkan keputusan mayoritas.Sedangkan pada hubungan sebab akibat atau regresi, riset korelasional mencari bagaimanasesuatu mempengaruhi sesuatu. Pada regresi, metoda ini merupakan perpaduan antara metodaketerkaitan hubungan dan riset eksperimental. Oleh karena itu umumnya dalam penentuansampling, maka peneliti akan meneliti lebih dari satu kelompok objek sebagai pembanding danmemperkecil kemungkinan bias. Untuk menentukan variabel mana yang merupakan sebab
 
ataupun akibat, hal ini bergantung kepada peneliti. Salah satu contoh regresi adalah pengaruhtingkat pendapatan masyarakat terhadap kepuasan terhadap kondisi tempat tinggalnya.Cara mengumpulkan data pada riset korelasional ini adalah dengan survey, observasi, mapping,sorting, dan arsip. Teknik pengumpulan sampling tentu memerlukan kriteria khusus dari sipeneliti terkait dengan apa yang sedang diteliti. Umumnya semakin banyak data yang diperolehmaka akurasi hasil penelitian akan semakin baik. Demikian juga dengan objek yang diteliti,apakah dengan menggunakan random sampling atau sudah terlebih dahulu menentukan sampelyang akan didata. Taktik dengan menggunakan survey kuesioner merupakan salah satu cara yangpaling sering digunakan oleh peneliti dalam riset korelasional. Akan tetapi cara ini bukan satu-satunya yang bisa digunakan dalam riset semacam ini. Teknik survey kuesioner memilikikeunggulan bahwa cara ini memungkinkan peneliti untuk mendapatkan jumlah informasi yangbanyak, mulai dari karakter demografi, tingkah laku dan lain-lain hanya dalam waktu yangsingkat dan peralatan yang sederhana. Akan tetapi cara ini bukannya tidak memiliki kelemahan,yaitu apabila peneliti belum memiliki landasan yang cukup dalam menyusun kuesioner, ataupertanyaan yang akan diajukan masih cenderung rancu. Hal ini dapat berakibat fatal yaitu tidak efektifnya data dan data ini akan sulit dianalisis sehingga penelitian kemungkinan akan gagal.Oleh karena itu dalam cara survey kuesioner ini maka diperlukan kajian literatur terhadap teoriyang sudah ada atau riset lain yang serupa.Cara lain dalam riset korelasional adalah dengan observasi. Observasi berbeda dengan surveykarena ada observasi, peneliti hanya menjadi pengamat dan tidak berinteraksi dengan objek yangditeliti. Data dikumpulkan dengan mengamati dengan menggunakan metode pengamatanlangsung dengan menggunakan panca indera peneliti, atau dengan bantuan alat perekam sepertivideo tape atau foto. Keunggulan observasi adalah bahwa data yang sangat sederhana, mampumerepresentasikan hasil yang detail dan kuat. Cara ketiga adalah dengan mapping, yaitu denganmelihat pola pada objek penelitian baik berupa peta, diagram dan lain sebagainya. Interaksi padaobjek penelitian juga dapat terjadi pada cara ini. Berbeda halnya dengan survey kuesioner, jikakuesioner menggunkan teknik mengajukan pertanyaan, maka pada mapping lebih dimintapenggambaran atau pemetaan yang dilakukan sendiri oleh objek penelitian. Salah satu contohnyaadalah dengan melihat pada peta, bagaimana pola transportasi yang terjadi pada suatu kotaternyata mirip dengan kota lainnya atau dengan meminta sampel untuk menggambarkan polatransportasinya di atas sebuah gambar peta. Hal ini menimbulkan fenomena adanya hubunganantara moda transportasi yang digunakan dalam suatu kota terhadap morfologi kota tersebut.Cara sorting atau menyusun/ mengurutkan merupakan cara yang digunakan pada objek penelitian untuk memilih berdasarkan rangking. Salah satu fungsi cara ini adalah untuk menyusun preferensi. Salah satu contohnya adalah objek penelitian akan menyusun sepuluhgambar tampak rumah dan mengurutkannya dari yang paling disukai hinga yang tidak disukai.Cara ini dilakukan pada sejumlah responden sehingga dari hasil penyusunan ini dapat ditemukanrangking rumah pada gambar nomor berapakah yang merupakan favorit responden. Keunggulancara ini adalah cara ini memerlukan waktu yang cukup singkat akan tetapi memiliki kelemahan
 
yaitu data yang dikumpulkan sangat terbatas. Cara yang kelima dalam riset korelasional iniadalah dengan arsip. Dengan memanfaatkan data yang ada, maka analisis korelasi terhadappenelitian sudah dapat dilakukan. Akan tetapi penelitian akan menjadi bias apabila data yangdidapat adalah data sekunder sehingga akurasi terhadap kesimpulan penelitian akan berkurang.Walaupun demikian cara semacam ini efektif dilakukan untuk penelitian jika teknik peng-korelasian-nya dapat dipertanggungjawabkan.Riset korelasional sangat terkait erat dengan analisis statistik. Kompleksitas analisis data dapatdilihat dari jumlah variabel yang mempengaruhi sebuah hubungan ataupun kausalitas dalampenelitian. Apabila yang dianalisis adalah hubungan antar dua variabel saja maka analisisdikatakan analisis bivariat yaitu faktor x adalah faktor yang mempengaruhi y. Sedangkan apabilayang dianalisis adalah keterkaitan lebih dari dua variabel maka analisis ini dikatakan analisismultivariat. Analisis multivariat tentu lebih kompleks karena variabel yang yang mempunyaipengaruh yang besar akan saling terkait. Faktor x dan y merupakan faktor yang mempengaruhi z,sedangkan x dan y juga memiliki keterkaitan.Pada analisis multivariat ini terdapat secara umum terdapat tiga teknik yaitu
multiple regression
,analisis faktor dan skala multidimensi. Pada analisis multiple regression, data yang dikumpulkanumumnya berupa data rasio atau interval. Dua atau lebih variabel mempengaruhi satu atau lebihakibat dan semua variabel ini juga dapat saling terkait satu sama lain. Faktor analisis jugamenggunakan data rasio atau interval tetapi cara ini lebih kepada mencari struktur atau polaketerkaitan antara semua variabel. Sehingga cara ini mampu menunjukkan klaster ataupengelompokan beberapa variabel yang dapat diidentifikasi sebagai sebuah faktor. Dari analisisfaktor, peneliti terkadang dapat menemukan bahwa sebuah variabel dapat diartikan sebagaisebuah faktor akan tetapi dua atau lebih variabel juga dapat diwakilkan oleh satu judul faktoryang dapat dikatakan variabel baru. Analisis faktor sendiri dapat dibagi menjadi analisiskomponen prinsip, analisis faktor exploratory dan confirmatoy. Untuk analisis komponen prinsipdan analisi faktor exploratory, peneliti dapat menemukan faktor dominan yang dapat mewakilisebagian besar data yang mempu menjelaskan hubungan antar variabel. Sedangkan untuk analisis faktor konfirmatory, peneliti dapat menguji hipotesis yang lebih presisi karena dapatmenemukan variabel mana yang masuk dalam sebuh faktor sehingga metode ini dapatmenemukan model mana yang mampu merepresentasikan data yang terbaik. Analisis faktoreksploratory adalah salah satu alat untuk pembentukan atau penyusunan teori baru sedangkananalisis faktor confirmatory lebih kepada pengujian terhadap teori yang sudah ada.Sedangkan teknik yang terakhir adalah dengan skala multidimensi yang dapat menggunakan datanominal, interval maupun rasio. Teknik ini menggunakan grafis sebagai representasi datanya.Sama halnya seperti analisis faktor, skala multidimensi juga mencari pola dari variabel yangdianalisis. Skala multidimensi ini digunakan untuk memahami pola yang mendasari kesamaandari anggota sebuah kategori. Contohnya adalah penelitian terhadap beberapa kafe yang diminatioleh mahasiswa. Dari sejumlah kafe yang dijadikan sampel, terdapat beberapa pengelompokanseperti kelompok kafe yang dekat dengan kampus, kafe dengan harga murah, dan lain-lain

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Daud Rohman liked this
Intan Sakina liked this
Nasrul Muhammad liked this
Nieta Khyuri liked this
smiling_bomber liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->