7. Berdasarkan kedudukan tulangnya :a.Tidak adanya dislokasi. b.Adanya dislokasi
•
At axim : membentuk sudut.
•
At lotus : fragmen tulang berjauhan.
•
At longitudinal : berjauhan memanjang.
•
At lotus cum contractiosnum : berjauhan dan memendek.C.
Etiologi:
Menurut Apley dan Salomon (1995), tulang bersifat relative rapuh namun cukupmempunyai kekuatan gaya pegas untuk menahan tekanan.Fraktur dapat disebabkan oleh- Cedera dan benturan seperti pukulan langsung, gaya meremuk, gerakan puntir mendadak, kontraksi otot ekstrim.- Letih karena otot tidak dapat mengabsorbsi energi seperti berjalan kaki terlalu jauh.- Kelemahan tulang akibat penyakit kanker atau osteoporosis pada fraktur patologis.
D. Patofisiologis :
Jenis fraktur :- Fraktur komplit adalah patah pada seluruh garis tengah tulang dan biasanyamengalami pergeseran- Fraktur inkomplit, patah hanya terjadi pada sebagian dari garis tengah tulang.- Fraktur tertutup (fraktur simple), tidak menyebabkan robekan kulit.- Fraktur terbuka (fraktur komplikata/kompleks), merupakan fraktur dengan luka pada kulit atau membrana mukosa sampai ke patahan tulang. Fraktur terbukadigradasi menjadi : Grade I dengan luka bersih kurang dari 1 cm panjangnya dansakit jelas, Grade II luka lebih luas tanpa kerusakan jaringan lunak yang ekstensif dan Grade III, yang sangat terkontaminasi dan mengalami kerusakan jaringanlunak ekstensi, merupakan yang paling berat.
Penyembuhan/perbaikan fraktur :
Bila sebuah tulang patah, maka jaringan lunak sekitarnya juga rusak, periosteumterpisah dari tulang dan terjadi perdarahan yang cukup berat. Bekuan darahterbentuk pada daerah tersebut. Bekuan akan membentuk jaringan granulasi,dimana sel-sel pembentuk tulang premitif (osteogenik) berdeferensiasi menjadikondroblas dan osteoblas. Kondroblas akan mensekresi fosfat yang akanmerangsang deposisi kalsium. Terbentuk lapisan tebal (kalus disekitar lokasifraktur. Lapisan ini terus menebal dan meluas, bertemu dengan lapian kalus dari