Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
64Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teknik-Teknik Koordinasi Dalam Organisasi Publik-Pemerintahan

Teknik-Teknik Koordinasi Dalam Organisasi Publik-Pemerintahan

Ratings: (0)|Views: 3,864 |Likes:
Published by Dadan

More info:

Published by: Dadan on May 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/14/2013

pdf

text

original

 
 
*
1
**
2
 
 Large organization is loose organization. Nay, it would be almost as true to say that organization is always disorganization.
Gilbert K. Chesterton
  Life is like a cobweb, not an organization chart. Ross Perot  The five separate fingers are five independent units. Close them and the fist multipliesstrength. This is organization. James Cash Penney 
A.
 
LATAR BELAKANG
Organisasi dalam bentuk apapun esensinya terdiri dari sumber daya, prosesmanajemen dan tujuan organisasi. Seluruh sumber daya yang dimiliki organisasitersebut dimanfaatkan dalam proses manajemen secara terintegrasi dalampencapaian tujuan organisasi. Proses integrasi sumber daya maupun prosesmanajemen untuk mencapai tujuan organisasi tersebut disebut dengan proseskoordinasi. Dengan demikian, koordinasi memiliki peran yang vital dalammemadukan seluruh sumber daya organisasi untuk pencapaian tujuan.
1
 
Paper ini merupakan sebagian dari bahan masukan yang diajukan untuk modul Diklat Kepemimpinan Tk.IV. Didedikasikan untuk negeri tercinta dan para pencinta knowledge and wisdom di bidang orgnisasipublik 
2
 
Penulis adalah pemerhati Administrasi Negara dan Kebijakan Publik. Saat ini bekerja sebagai KepalaSub-Bidang Evaluasi Pengajaran Pusdiklat Sekolah Pimpinan Nasional (SPIMNAS) BidangKepemimpinan, LAN RI dan Dosen Luar Biasa di STIA-LAN RI. Kontak: 085811305159. Email:dadan_sa@yahoo.com 
 
TEKNIK-TEKNIK KOORDINASI DALAMORGANISASI PUBLIK/KEPEMERINTAHAN
Dadan Sidul Anwar SE MBA M.Si
 
Semakin kompleks organisasi dan manajemen maka semakin kompleks jugaproses koordinasi yang harus dilakukan. Bahkan, dalam konteks organisasi swasta(
 private institutions
), koordinasi tidak hanya dilakukan dalam ruang lingkup satunegara tetapi juga lintas negara sebagaimana telah banyak dipraktekan olehperusahaan-perusahaan multi-nasional. Dapat dibayangkan, betapa sulitnya prosesmanajemen sumber daya yang tersebar di berbagai negara tanpa adanyakoordinasi. Tanpa koordinasi maka sumber daya yang tersebar tersebut tidak dapat dikelola secara efektif dan efisien.Prinsip koordinasi juga harus terefleksikan dalam organisasi public/pemerintahanmaupun organisasi kesewadayaan masyarakat. Dalam organisasi publik, sumberdaya yang digunakan tidak sedikit. Untuk menunjang proses manajemenpembangunan di berbagai bidang termasuk bidang politik, ekonomi, sosial danbudaya maka sumber daya baik keuangan negara maupun sumber daya manusiatidak sedikit. Bahkan, sebagian sumber daya finansial tersebut sebagian mungkindipenuhi melalui hutang luar negeri. Dalam kondisi tersebut, apabila sumber dayatidak dimanfaatkan secara efektif dan efisien maka akan terjadi pemborosansumber daya.Namun dalam praktek administrasi negara di Indonesia seringkali koordinasidianggap sebagai ”barang mahal”. Koordinasi mudah diucapkan tetapi sulit untuk dilaksanakan. Banyak sekali instansi yang memiliki kegiatan sejenis namun tidak terkoordinasi dengan baik. Masalah ini juga terjadi dalam hubungan antar unitdalam organisasi. Beberapa unit dalam satu organisasi memiliki kegiatan serupatanpa bisa dikendalikan oleh pimpinan. Kondisi ini dapat semakin parah apabilatidak dikoordinasikan dari semenjak perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi.Secara umum, koordinasi merupakan “tali pengikat” dalam organisasi danmanajemen yang menghubungkan peran para actor dalam organisasi danmanajemen untuk mencapai tujuan organisasi dan manajemen. Dengan kata lain,adanya koordinasi dapat menjamin pergerakan aktor organisasi ke arah tujuanbersama. Tanpa adanya koordinasi, semua pihak dalam organisasi dan manajemenakan bergerak sesuai dengan kepentingannya namun terlepas dari peran aktorlainnya dalam organisasi dan peran masing-masing aktor tersebut belum tentuuntuk mencapai tujuan bersama.
B.
 
KONTEKTUALITAS KOORDINASI DALAM SISTEMPENYELENGGARAAN NEGARA RI
Koordinasi dalam system penyelenggaraan Negara dapat diaplikasikan dalamkonteks kerjasama pemerintahan antar Negara, koordinasi antar lembaga tinggi
 
Negara, koordinasi antara pusat dan daerah, koordinasi sektoral, koordinasi lintasdaerah, koordinasi antar actor bernegara. Pola hubungan koordinatif padadasarnya tercermin dalam struktur pemerintahan Negara dan hubungannya denganlingkungan struktur tercebut (
state structure environment 
). Untuk lebih jelasnya,masing-masing format koordinasi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Koordinasi Lintas Negara
Koordinasi lintas Negara merupakan kerjasama pemerintahan antarNegara dalam mencapai tujuan tertentu. Lingkup Negara yang melakukankerjasama dapat bersifat bilateral (kerjasama dua Negara) atau multilateral(kerjasama lebih dari dua Negara). Sedangkap lingkup objek yangdikerjasamakan dapat berupa bidang politik, ekonomi, social politik danbudaya. Dalam ranah administrasi Negara, pembahasan tentang kerjasamaantar Negara tersebut masuk dalam bidang administrasi internasional.Bentuk kerjasama bilateral antara lain dapat dilihat dalam kerjasamasister-city (kota kembar antara salah satu kota di Indonesia dengan salahsatu kota lainnya di luar negeri).
2. Koordinasi Antar Lembaga Negara
Dalam struktur pemerintahan RI terdiri dari beberapa lembaga Negara.Beberapa lembaga tersebut termasuk presiden, Mahkamah konstitusi,DPR, MPR, Mahkamah Agung, Komisi Yudisial dan sebagainya. Antarlembaga tersebut dapat saling melakukan koordinasi dalam rangkamencapai tujuan tertentu. Misalnya, Komisi Yudisial, Mahkamah Agungdan Mahkamah Konstitusi dapat saling berkoordinasi dalam meningkatkankualitas penegakan hukum (
law enforcement 
) di Indonesia.
3.
 
Koordinasi antara Pusat dan Daerah
Dalam penyelenggaraan pemerintahan terdapat beberapa urusan yangmenjadi tanggung jawab pusat termasuk urusan moneter, pertahanankeamanan, agama, peradilan. Sedangkan urusan-urusan lainnyadidesentralisasikan. Namun demikian, walaupun urusan-urusan lainnyasudah didesentralisasikan tetapi dalam kerangka pembinaan sertapemaduan langkah antar daerah maka pemerintah pusat dapat melakukankoordinasi melalui instansi teknis. Misalnya: koordinasi pembangunanbidang pendidikan dan kesejahteraan rakyat.
4.
 
Koordinasi Sektoral
Sektor-sektor pembangunan termasuk pembangunan politik, ekonomi,social dan budaya walaupun sudah menjadi tanggung jawab beberapa

Activity (64)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Han S Atmojo liked this
Han S Atmojo liked this
Han S Atmojo liked this
Han S Atmojo liked this
Gede Susrama liked this
Saka Kasep liked this
Adetya W. Putra liked this
Novi Rohaedi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->