Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
20Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sejarah Lembaga Lembaga Negara Indonesia

Sejarah Lembaga Lembaga Negara Indonesia

Ratings: (0)|Views: 1,127 |Likes:
Published by Jackors

More info:

Published by: Jackors on May 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2013

pdf

text

original

 
A. Undang – Undang Dasar 1945 (periode 18 agustus 1945 – 27 desember 1949)secara yuridis formal :Pada periode ini Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, dan BPK belumterbentuk. Meskipun secara yuridis formal ketiga lembaga ini telah diakui eksistensinya, terbuktidengan diaturnya ketiga lembaga ini dalam Undang – Undang Dasar 1945.Pada saat itu berdasarkan pasal IV aturan peralihan yang berbunyi sebelum MajelisPermusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Pertimbangan Agung, dibentuk menurut Undang – undang dasar segala kekuasaannya dijalankan oleh presiden dengan bantuansebuah komite nasional “. Untuk memperkuat Komite Nasional, kemudian dikeluarkanmaklumat Wakil Presiden No. X (eks) tahun 1945. Dalam maklumat tersebut ditentukan bahwasebelum MPR dan DPR dibentuk, kepada Komite Nasional diberikan kekuasaan legislatif danikut serta menetapkan garis – garis besar haluan Negara. Dengan kata lain Komite Nasionaldiberi kedudukan sebagai badan legislatif. Dengan demikian khusus mengenai penetapan undang – undang hanya dijalankan oleh Presiden, yang dalam menjalankan kekuasaannya dibantu olehKomite Nasional. Apabila hal ini kita hubungkan dengan pasal 5 ayat (1) UUD 1945, maka halitu mengandung arti bahwa kekuasaan untuk menetapkan Undang – undang dijalankan olehPresiden dengan persetujuan Komite Nasional.Bahkan kemudian dikeluarkan sebuah maklumat Pemerintah tanpa nomor tertanggal 14november 1945 yang berisi :1.susunan Kabinet Sjahrir I ; dan2.Ketentuan, bahwa Kabinet bertanggung jawab kepada Komite nasionalJadi, lembaga – lembaga Negara yang ada pada periode ini adalah :1)Presiden dan Wakil Presiden yang menjalankan kekuasaan pemerintahan Negara ( bab III)2)Dewan Pertimbangan Agung, yang memberi jawab atas pernyataan Presiden dan berhak memajukan usul kepada Pemerintah ( bab IV)3)Mahkamah Agung, menjalankan kekuasaan kehakiman ( bab IX )
 
4)Komite Nasional Indonesia Pusat ( pasal IV aturan peralihan jo Maklumat Wakil Presiden No.X tanggal 16 oktober 19455)Menteri – menteri (Maklumat Pemerintah tanpa nomor tanggal 14 november 1945 )B. Konstitusi Republik Indonesia Serikat ( periode 27 desember 1949 – 17 agustus 1950 )Dalam periode ini, Indonesia menerapkan sistem pemerintahan parlementer pola Inggris, sebagaiakibat perundingan dan persetujuan konferensi Meja Bundar di Den Haag Belanda, antaradelegasi Indonesia, delegasi panitia permusyawaratan urusan federal ( Bijeenkomst voor FederalOverleg ), dan delegasi dari Kerajaan Belanda. Sehingga pada periode ini yang berlaku adalahKonstitusi Republik Indonesia Serikat.Yang dimaksud dengan Pemerintah pada periode ini adalah Presiden dan Menteri – menteri{ pasal 68 ayat (1) Konstitusi RIS }, dimana Presiden sebagai kepala Negara { pasal 69 ayat (1)Konstitusi RIS } dan mengangkat Perdana menteri dan menteri – menteri. Dewan PerwakilanRakyat dan Senat merupakan lembaga perwakilan yang masing – masing mewakili seluruhrakyat Indonesia dan terdiri dari 150 anggota { pasal 98 Konstitusi RIS } dan yang mewakilidaerah – daerah bagian { pasal 80 ayat (1) Konstitusi RIS}.Berdasarkan pasal 127 Konstitusi RIS, Lembaga Negara yang berwenang menetapkan undang – undang federal adalah ; a) Pemerintah, bersama – sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat danSenat, sepanjang mengenai peraturan – peraturan yang khusus mengenai satu daerah bagian, beberapa daerah bagian, atau semua daerah bagian atau bagian – bagiannya, ataupun yangkhusus mengenai perhubungan antara Republik Indonesia Serikat dan daerah – daerah yangdiatur dalam pasal 2 Konstitusi RIS ( meliputi seluruh daerah Indonesia ), b) Pemerintah bersama – sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat menetapkan yang bukan merupakan pengaturan hal – hal yang disebut dalam point (a) atau selebihnya dari yang telah disebutkan.Yang menarik pada periode ini adalah adanya badan Konstituante yang diatur dalam bab VKonstitusi RIS yang bersama – sama dengan pemerintah yang bertugas (selekas – lekasnya)menetapkan Konstitusi Rapublik Indonesia Serikat yang akan menggantikan KonstitusiSementara { pasal 186 Konstitusi RIS }. Berdasarkan pasal 188 ayat (2) bahwa rapat gabunganDewan Perwakilan Rakyat dan senat dengan jumlah anggota dua kali lipat, itulah Konstituante.
 
Konstituante dibentuk dengan jalan memperbesar Dewan Perwakilan Rakyat yang dipilihmenurut pasal 111 dan Senat baru yang ditunjuk menurut pasal 97, dengan anggota – anggotaluar biasa sejumlah anggota kedua majelis { pasal 188 ayat (1) } dan yang menjadi KetuaKonstituante adalah adalah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan yang menjadi wakilnya adalahKetua Senat { pasal 188 ayat (3)}.C. UUD Sementara 1950 ( periode 17 agustus 1950 – 5 juli 1959 )Bentuk Negara Serikat tidak bertahan lama, hanya berlangsung kurang lebih 8 bulan. Melalui pasal 90 konstitusi ( R.I.S. ) kemudian dilakukan perubahan – perubahan terhadap konstitusi(R.I.S.) dengan mengubah bagian bagian yang merupakan unsur unsur Negara serikatmenjadi Negara Kesatuan. Hal itu dilakukan melalui Undang – Undang Federal No. 7 / 1950( Lembaran Negara No. 56/ 1950 ). Dengan kata lain, Undang – Undang Dasar Sementara Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam bentuknya adalah Perubahan Konstitusi SementaraR.I.S.Perbedaan yang paling mendasar dari Konstitusi sebelumnya adalah dihapuskannya Senat, yangmenjadi Badan Perwakilan adalah Dewan Perwakilan Rakyat. Selama Dewan Perwakilan Rakyat belum tersusun maka Dewan Perwakilan Rakyat Sementara terdiri atas gabungan DewanPerwakilan Rakyat R.I.S., Senat, Badan Pekerja Komite Nasional Pusat, dan DewanPertimbangan Agung. Meskipun susunan keanggotaan ini dipandang kurang tepat, karena padasaat Negara Kesatuan terbentuk keempat badan itu tidak ada lagi, dan juga dengan susunandemikian seakan akan menentukan bahwa peraturan peraturan tentang ( keanggotaan)lembaga – lembaga tersebut masih berlaku bagi masing – masing ( penjelasan UU No. 7/ 1950 ).Dewan Perwakilan Rakyat Sementara bersama – sama dengan Komite Nasional Indonesia Pusat,dinamakan Majelis Perubahan Undang – Undang Dasar yang mempunyai hak mengadakan perubahan perubahan dalam Undang Undang Dasar baru. Namun, meskipun MajelisPerubahan Undang Undang Dasar merupakan suatu Badan, akan tetapi Badan ini hanya bertindak apabila perlu diadakan perubahan dalam Undang – Undang Dasar Sementara dandalam sistem Undang – Undang Dasar Sementara, perlu tidaknya perubahan ditentukan olehPemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Sementara, maka Majelis Perubahan Undang – 

Activity (20)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Gabriel LaFiona liked this
Arif Februano liked this
Ra Putri Miranti liked this
thiarma liked this
thiarma liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->