Volume 6 No.1 Tahun 2007 Jurnal Rekayasa Elektrika
15h konstanta plank ( 6,62.10
-34
Js)Infra merah dapat digunakan baik untuk memancarkan data maupun sinyal suara. Keduanyamembutuhkan sinyal carier untuk membawa sinyal datamaupun sinyal suara hingga sampai pada receiver. Untuk transmisi sinyal suara biasanya digunakan rangkaian
voltage to frekwensi converter
yang berfungsi untuk mengubah tegangan sinyal suara menjadi frekuensi.
Infra merah merupakan radiasi yang tidak tampak pada daerah spektrum elektromagnetik yang mempunyai panjang gelombang antara 750 nm sampai 1000
µ
m.Detektor panas memiliki respon terhadap sumber panasyang timbul dari suatu radiasi tertentu dan hasilnyadiukur dengan peralatan temperatur. Tiga jenis detektor panas yang paling banyak dipakai adalah
bolometer,thermocouple
dan
pyroelectric
. Untuk masing – masingdetektor yang telah disebutkan, penyerapan radiasimenimbulkan perubahan suhu pada detektor yangmenyebabkan terjadinya perubahan fisik dari bahan penyusunnya. Untuk
bolometer
misalnya, akan terjadi perubahan resistansi (tahanan) listrik.
123RG----+++IR+
Gambar 1 Diagram internal rangkaian sensor PIR PIR sensor mempunyai dua elemen
sensing
yangterhubungkan dengan masukan dengan susunan sepertiyang terdapat dalam Gambar 1 Jika ada sumber panasyang lewat di depan sensor tersebut, maka sensor akanmengaktifkan sel pertama dan sel kedua sehingga akanmenghasilkan bentuk gelombang seperti ditunjukkandalam Gambar 2 Sinyal yang dihasilkan sensor PIR mempunyai frekuensi yang rendah yaitu 0,2 – 5 Hz. [3]Gambar 2. Arah jangkauan gelombang sensor PIR Radiasi infra merah berada pada spektrumelektromagnetik dengan panjang gelombang lebih besar daripada cahaya tampak. Radiasi infra merah tidak dapatdilihat tapi dapat dideteksi. Benda yang dapatmemancarkan panas berarti memancarkan radiasi inframerah. Benda – benda ini termasuk makhluk hidupseperti binatang dan tubuh manusia. Tubuh manusia dan binatang dapat memancarkan radiasi infra merah terkuatyaitu pada panjang gelombang 9,4 m. Radiasi inframerah yang dipancarkan inilah yang menjadi sumber pendeteksian bagi detektor panas yang memanfaatkanradiasi infra merah.
3.
METODOLOGI
Metodelogi yang digunakan pada penelitian iniadalah sebagai berikut :1.
Studi literatur Tahapan ini mempelajari teori-teori dasar yangmenunjang, yaitu tentang gelombang infra merah,teori mikrokontroler AT89C2051, relai, katupsolenoid, bahasa
assembly
MCS-51.2.
Perancangan sistemPada tahap perancangan ini terdiri dari perancangan perangkat keras dan perancangan perangkat lunak.Perangkat keras dirancang sesuai diagram blok yangdibuat, serta pengujian pada papan PCB (
Printed Circuit Board
). Perangkat lunak dirancang denganmenggunakan
assembly
MCS-51.3.
Pembuatan perangkat kerasTahapan ini meliputi tata letak komponen, pembuatanPCB dan penyolderan komponen pada PCB.4.
Pembuatan perangkat lunak Pada tahapan perancangan perangkat lunak dirancangsebuah program yang akan diinputkan padamikrokontroler dengan menggunakan bahasa pemrograman
assembly
MCS-51, yaitu programuntuk mengolah hasil sinyal yang diterimamikrokontroller.5.
Pengujian alatPada tahapan ini dilakukan pengujian terhadapmasing-masing blok dan keseluruhan sistem yangdiperoleh pada penelitian, yang meliputi: pengujianrangkaian sensor
passife infrared
, pengujian sistemminimum AT89C2051, catu daya, penggerak relai,serta pengujian keran solenoid.
4.
PERANCANGAN SISTEM4. 1 Gambaran Umum Sistem
Perancangan alat ini meliputi perangkat keras dan perangkat lunak. Gambar 3 di bawah ini menunjukkandiagram blok dari sistem yang dirancang. Sistemtersebut terdiri dari sensor PIR, Mikrokontroler AT89C2051, rangkaian driver dan solenoide valve.