Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
72Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sistem Kendali Keran Wudhuk Menggunakan Sensor Pir Berbasis Mikrokontroler At89c2051

Sistem Kendali Keran Wudhuk Menggunakan Sensor Pir Berbasis Mikrokontroler At89c2051

Ratings: (0)|Views: 1,814 |Likes:
Published by Subuh Kurniawan
Sistem Kendali Keran Wudhuk Menggunakan Sensor Pir Berbasis Mikrokontroler At89c2051
Sistem Kendali Keran Wudhuk Menggunakan Sensor Pir Berbasis Mikrokontroler At89c2051

More info:

Published by: Subuh Kurniawan on May 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2013

pdf

text

original

 
Volume 6 No.1 Tahun 2007  Jurnal Rekayasa Elektrika
14
SISTEM KENDALI KERAN WUDHUK MENGGUNAKAN SENSOR PIRBERBASIS MIKROKONTROLER AT89C2051
Mohd. Syaryadhi, Agus Adria, dan Syukurullah
Laboratorium ElektronikaTeknik Elektro Universitas Syiah Kuala
ABSTRAK
Sistem keran ini digerakkan secara manual olehmanusia dengan cara memutar atau menggerakkan keranke atas atau ke bawah. Namun sistem keran secaramanual ini memiliki kelemahannya yaitu keran yangmudah rusak dan pemborosan air dikarenakan kelalaianmenutup keran. Dengan memanfaatkan sensor 
Passive Infrared 
(PIR) sebagai pendeteksi objek berupa anggotatubuh manusia dan mengirimkan sinyal tersebut keMikrokontroler AT89C52051 sebagai pusat pengendalinya. Mikrokontroler ini akan mengirimkaninstruksi untuk menggerakkan solenoid valve yang berfungsi sebagai katup aliran air. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa sensor PIR ini dapat mendeteksiobjek dalam jarak maksimum 3 meter. Ketika sensor PIR menerima radiasi panas dari objek, maka
solenoidevalve
membuka katub untuk mengalirkan air. Disamping itu dibutuhkan debit air tertentu untuk dapatmengaktifkan
solenoide valve
.Kata Kunci : Keran, PIR, dan Mikrokontroler AT89C51
1.
 
PENDAHULUAN
Keran merupakan salah satu katup yang digunakansebagai saklar untuk menutup dan membuka aliran air. Namun peralatan ini sangat mudah mengalamikerusakan dikarenakan kurang bijak dalammengoperasikannya. Di samping itu kerusakan dankelalaian dalam penggunaan keran tersebut akan berdampak kepada pemborosan air.Transduser 
 
adalah piranti atau alat yang berfungsimengubah parameter fisis seperti suhu, tekanan, berat,magnetik, optik, kimia kedalam isyarat listrik yaitutegangan dan arus. Bentuk Transduser sangat bergantungkepada penomena fisis yang ada. Parameter yang samadapat ditentukan dengan berbagai tipe transduser yang berbeda.[1].Sensor adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi dan sering berfungsi untuk mengukur 
magnitude
sesuatu. Sensor adalah jenis tranduser yangdigunakan untuk mengubah variasi mekanis, magnetis, panas, sinar dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik.Sensor biasanya dikategorikan melalui pengukur,diantaranya adalah :1.
 
Sensor Proximity2.
 
Sensor Sinar 3.
 
Sensor Ultrasonik 4.
 
Sensor Tekanan5.
 
Sensor SuhuDengan memanfaatkan suatu mikrokontroler sebagai pusat pengendalinya, maka dapat diperoleh suatusistem pengendalian keran yang lebih efektif dan efisisendalam pengoperasiannya.
2.
 
SENSOR
 PASSIVE INFRARED
(PIR)
Cahaya merupakan suatu bentuk radiasi darigelombang elektromagnetik yang pada prinsipnya samadengan gelombang radio, misalnya
infrared 
,
ultraviolet 
,dan sinar-X. Pada dasarnya yang membedakannyaadalah panjang gelombang dan frekuensinya.Panjang gelombang dari cahaya tampak yakni 400nm hingga 800 nm, dan
ultraviolet 
memiliki panjanggelombang lebih pendek dari 400 nm [2]. Hubunganantara frekuensi dan panjang gelombang dapatdirumuskan dengan persamaan 1.
 f c
=
λ 
……………(1)Dimana : c adalah kecepatan cahaya 3.10
8
m/s
λ 
adalah panjang gelombang dalam meter ƒ adalah frekuensi dalam HertzLED (
 Light Emiting Dioda) infrared 
adalah suatukomponen yang tersusun dari sambungan P–N yangakan memancarkan cahaya bila dialiri arus dengan biasmaju. Proses pancaran cahaya berdasarkan perubahantingkat energi ketika elektron dan lubang bergabung atau berekombinasi di daerah N pada saat LED dibias maju.Selama perubahan energi ini, proton akan dibangkitkan,sebagian akan diserap oleh bahan semi konduktor dansebagian lagi akan dipancarkan sebagai energi cahaya.Tingkatan energi dari proton dinyatakan dengan persamaan 2.
λ 
hc E 
=
…………….(2)Dimana : E adalah energi dalam elektron voltc adalah kecepatan cahaya
λ 
panjang gelombang
 
Volume 6 No.1 Tahun 2007  Jurnal Rekayasa Elektrika
15h konstanta plank ( 6,62.10
-34
Js)Infra merah dapat digunakan baik untuk memancarkan data maupun sinyal suara. Keduanyamembutuhkan sinyal carier untuk membawa sinyal datamaupun sinyal suara hingga sampai pada receiver. Untuk transmisi sinyal suara biasanya digunakan rangkaian
voltage to frekwensi converter 
yang berfungsi untuk mengubah tegangan sinyal suara menjadi frekuensi.
 
Infra merah merupakan radiasi yang tidak tampak  pada daerah spektrum elektromagnetik yang mempunyai panjang gelombang antara 750 nm sampai 1000
µ 
m.Detektor panas memiliki respon terhadap sumber panasyang timbul dari suatu radiasi tertentu dan hasilnyadiukur dengan peralatan temperatur. Tiga jenis detektor  panas yang paling banyak dipakai adalah
bolometer,thermocouple
dan
 pyroelectric
. Untuk masing – masingdetektor yang telah disebutkan, penyerapan radiasimenimbulkan perubahan suhu pada detektor yangmenyebabkan terjadinya perubahan fisik dari bahan penyusunnya. Untuk 
bolometer 
misalnya, akan terjadi perubahan resistansi (tahanan) listrik.
123RG----+++IR+
 Gambar 1 Diagram internal rangkaian sensor PIR PIR sensor mempunyai dua elemen
sensing
yangterhubungkan dengan masukan dengan susunan sepertiyang terdapat dalam Gambar 1 Jika ada sumber panasyang lewat di depan sensor tersebut, maka sensor akanmengaktifkan sel pertama dan sel kedua sehingga akanmenghasilkan bentuk gelombang seperti ditunjukkandalam Gambar 2 Sinyal yang dihasilkan sensor PIR mempunyai frekuensi yang rendah yaitu 0,2 – 5 Hz. [3]Gambar 2. Arah jangkauan gelombang sensor PIR Radiasi infra merah berada pada spektrumelektromagnetik dengan panjang gelombang lebih besar daripada cahaya tampak. Radiasi infra merah tidak dapatdilihat tapi dapat dideteksi. Benda yang dapatmemancarkan panas berarti memancarkan radiasi inframerah. Benda – benda ini termasuk makhluk hidupseperti binatang dan tubuh manusia. Tubuh manusia dan binatang dapat memancarkan radiasi infra merah terkuatyaitu pada panjang gelombang 9,4 m. Radiasi inframerah yang dipancarkan inilah yang menjadi sumber  pendeteksian bagi detektor panas yang memanfaatkanradiasi infra merah.
3.
 
METODOLOGI
Metodelogi yang digunakan pada penelitian iniadalah sebagai berikut :1.
 
Studi literatur Tahapan ini mempelajari teori-teori dasar yangmenunjang, yaitu tentang gelombang infra merah,teori mikrokontroler AT89C2051, relai, katupsolenoid, bahasa
assembly
MCS-51.2.
 
Perancangan sistemPada tahap perancangan ini terdiri dari perancangan perangkat keras dan perancangan perangkat lunak.Perangkat keras dirancang sesuai diagram blok yangdibuat, serta pengujian pada papan PCB (
Printed Circuit Board 
). Perangkat lunak dirancang denganmenggunakan
assembly
MCS-51.3.
 
Pembuatan perangkat kerasTahapan ini meliputi tata letak komponen, pembuatanPCB dan penyolderan komponen pada PCB.4.
 
Pembuatan perangkat lunak Pada tahapan perancangan perangkat lunak dirancangsebuah program yang akan diinputkan padamikrokontroler dengan menggunakan bahasa pemrograman
assembly
MCS-51, yaitu programuntuk mengolah hasil sinyal yang diterimamikrokontroller.5.
 
Pengujian alatPada tahapan ini dilakukan pengujian terhadapmasing-masing blok dan keseluruhan sistem yangdiperoleh pada penelitian, yang meliputi: pengujianrangkaian sensor 
 passife infrared 
, pengujian sistemminimum AT89C2051, catu daya, penggerak relai,serta pengujian keran solenoid.
4.
 
PERANCANGAN SISTEM4. 1 Gambaran Umum Sistem
Perancangan alat ini meliputi perangkat keras dan perangkat lunak. Gambar 3 di bawah ini menunjukkandiagram blok dari sistem yang dirancang. Sistemtersebut terdiri dari sensor PIR, Mikrokontroler AT89C2051, rangkaian driver dan solenoide valve.
 
Volume 6 No.1 Tahun 2007  Jurnal Rekayasa Elektrika
16
Sensor PIRMikrokontrolerAT89C2051DriverSolenoid Valve
PIR SensorPelindungPelindung
Jangkauan PIR sensordengan PelindungJangkauan PIR sensor tanpa PelindungP30 (RX)P31 (TX)P32 (INT0)P33 (INT1)P34 (T0)P35 (T1)P37XTAL-1XTAL-2RSTP10P12P11P13P14P15P16P17
236789115411213141516171819
Vcc
11 MHz30pF30pF1k1uFAT89C20512010VCCGND
 
Gambar 3. Blok diagram umum sistem
4.2 Sensor PIR
Sensor PIR merupakan komponen produksiCOMedia Ltd., Sensor tersebut sudah dipabrikasi dandikemas dengan baik, sehingga dapat mengurangiinteferensi sinyal yang diterima. Pada perancangan inidibatasi area atau daerah yang dapat di deteksi olehsensor PIR dengan cara memberikan pelindung padamasing-masing sisi kiri dan kanan sensor PIR. Haldilakukan agar tidak terjadi gangguan terhadap sensor untuk keran yang lain karena arah jangkauan sensor PIR dapat mencapai sudut 60
o
seperti terlihat pada Gambar 4di bawah ini :Gambar 4. Ilustrasi pembatasan area sensor Rangkaian sensor PIR sudah merupakan suatukesatuan dari hasil pabrifikasi. Konfigurasi pin sensor PIR seperti terlihat pada Gambar 5 Sensor ini memiliki 3 pin, yang masing-masingnya dihubungkan ke
Ground 
,Vcc (5V) dan pin ketiga merupakan pin I/O.Gambar 5. Konfigurasi Pin Sensor PIR [3]Selain itu sensor tersebut juga sangat mudahdigunakan, karena hanya menggunakan 1 pin I/Osebagai penerima informasi sinyal gelombang inframerah yang dapat dihubungkan ke mikrokontroler.Gambar 6. Blok rangkaian penerima infra merahGambar 6 di atas menunjukkan blok rangkaian penerima cahaya infra merah. Pada PIR sensor ditambahkan
 fresnel lens
yang berfungsi untuk mengumpulkan radiasi infra red tepat ke sensor PIR 
4.3
 
Sistem Minimum AT89C2051
Dalam perancangan ini digunakan mikrokontroler AT89C2051, karena mikrokontroler tersebut memiliki15 bit I/O (
 port 
1 dan 3), Hal ini cukup mewakilikebutuhan dari perancangan sistem yang akan dibuat,yaitu hanya memerlukan 2 bit input dan 2 bit output.Dan untuk aplikasi pada banyak keran cukup hanyamembutuhkan satu mikrokontroler untuk mengontrolsejumlah keranTabel 1. Hubungan antara PIR sensor denganmikrokontroler Sensor PIR Mikrokontroler AT89C2051O/P Pin 12Vcc Pin 20GND Pin 10Sistem minimum AT89C2051 sebagai basis pengontrol untuk keran solenoid. Rangkaian ini hanyaterdiri atas
single chip
mikrokontroler AT89C2051,sebuah osilator dan dua buah kapasitor yang berfungsiuntuk menstabilkan frekuensi. Gambar 7 menunjukkanskema dari rangkaian tersebut.Gambar 7. Rangkaian Sistem Minimum AT89C2051[4]

Activity (72)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Reza A Mirna liked this
Topan Nugroho liked this
aditya_gama liked this
manechu liked this
Shanti Muchil liked this
Petrus Hasan liked this
Zahratul Jannah liked this
SayLova liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->