Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
hubungan antar etnis

hubungan antar etnis

Ratings: (0)|Views: 1,157 |Likes:
Published by x_cise

More info:

Published by: x_cise on May 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/17/2012

pdf

text

original

 
KONFLIK SAMPITHubungan Antar Etnis Dayak dan Madura di Sampit, Kalimantan TengahPendahuluan
Selama hampir 32 tahun, Indonesia di bawah rezim Orde Baru tampak bahwa wargaIndonesia tercipta dalam kesatuan utuh. Seakan-akan bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam etnis, ras, dan agama ini telah menyatu dalam sebuah homogenitas. Namun, apayang terjadi pasca-Orde Baru menjadi sebuah fenomena yang sangat bertolak belakang.Konflik kesukubangsaan, agama, kelas sosial masyarakat seakan mengusik kerukunan yangterbina.Kerusuhan dan konflik etnis yang terjadi pasca-Orde Baru diduga karena terjadi banyaknya pelanggaran atas hak-hak masyarakat adat dan pengrusakan atas sumber dayaalam di provinsi tertentu yang terjadi beberapa dekade. Banyak pihak menduga bahwaketegangan yang berlangsung pasca-Orde Baru merupakan buah hasil dari kebijakan yangditerapkan oleh rezim Orde Baru salah satunya terbaca dalam pasal 20 ayat 2 :
“Segala tindakan yang menganjurkan kebencian atas dasar kebangsaan, ras, atau agama yang merupakan hasutan untuk melakukan diskriminasi, permusuhan, atau kekerasan harusdilarang oleh hukum”
Sebuah gesekan dan konflik dalam pandangan Orde Baru harus dilenyapkan ataudihilangkan. Orde Baru berusaha untuk tetap mempertahankan
 status quo
dan menekan percikan-percikan konflik etnis. Namun, ketika rezim ini runtuh dan berganti reformasi yang“bebas”, maka akumulasi kekecewaan dan kemarahan masyarakat tidak terbendung danmuncul sebagai konflik antar etnik yang dilatarbelakangi berbagai macam persoalan dariekonomi, politik, sampai agama. Jangkauan konflik pada masa itu cukup luas, konflik munculdi Kalimantan Barat dan Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Maluku Selatan dan Utara,Bali, dan lain-lain.Menjadi menarik untuk melihat lebih jauh fenomena konflik, maka dari itu penulismengangkat satu konflik, yaitu Konflik Sampit. Dimana, banyak pihak mengatakan bahwakonflik yang terjadi di Kalimantan ini telah menghapuskan nilai kemanusiaan etnis yang bertikai, yaitu Etnis Dayak dan Madura.
 
Serangkaian konflik etnis pasca Orde BaruPeriodeKonfliMei 1998Kerusuhan Mei 1998 yang terjadi di Jakarta dan juga SoloCina dijadikan target serangan akibat sentimen primordial yaTahun 1999Terjadi kekerasan konflik di Maluku dan lepasnya Timor negara merdeka. Kemudian diikuti dengan beberapa gerakanAceh (GAM), Maluku, dan Papua.April-Juni2000Konflik Poso di Sulawesi meledak Tahun 2001Pecah konflik kekerasan antara etnis Madura dan Dayak di K Tulisan ini akan mengangkat satu kasus konflik kemanusiaan yang berkepanjanganyaitu konflik Sampit, Kalimantan Tengah. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menyajikansebuah realitas dari dinamika etnisitas yang terjadi di Indonesia dan tulisan ini mencobauntuk menelusuri dan menganalisis lebih jauh mengenai terjadinya dan akar permasalahandari konflik Sampit di Kalimantan Tengah. Dengan demikian dapat terlihat akar  permasalahan yang menyebabkan konflik yang berkepanjangan ini.Penulisan ini akan membahas konflik ini menggunakan bebrapa teori yangdiungkapkan oleh Dahrendorf menyatakan konflik sebagai kegalauan yang bersumber dariketidakserasian esensi bermacam komponen kehidupan
1
. Sedangkan, Marx menganggapsuatu konflik terjadi karena adanya suatu perubahan masyarakat. Dan kasus ini juga dapatdilihat melalui teori dari Joel S. Migdal mengenai relasi negara dengan masyarakat.
Deskripsi Kasus
"Pembantaian yang terjadi tidak bisa disederhanakan sebagai konflik antara orang Dayak dengan Madura, apalagi sebagai konflik agama. Tapi akar dari masalah ini sudah lama
1 Rusmin Tumaggor, Jainal Aripin, dan Iman Soeyoeti.
Dinamika Konflik Etni dan Agama :di Lima Wilayah Konflik Indonesia. 
 
tercipta ketika pemerintahan Orde Baru, yang didukung oleh lembaga-lembaga hutang internasional, secara bersama-bersama menanam modal di proyek-proyek besar, yang jugamenanam akar dari konflik yang terjadi sekarang ini dan juga menggambarkan situasikemanusiaan di Indonesia secara umum” (Pernyataan NGO, Jakarta 1 Maret 2001)
2
Luas wilayah Kota Sampit, ibukota Kabupaten Kotawaringin Timur, adalah 50.700Km
2
. Didiami oleh 485.200 jiwa, diperkirakan terdapat etnis Madura sebesar 75.000 jiwa, diluar itu, suku asli yakni Dayak menjadi mayoritas, dan selebihnya adalah suku Banjar, Cinadan sedikit berasal dari suku Jawa dan pendatang lainnya. Dari segi agama, Islam menjadimayoritas sekitar 80% dan yang lain terdiri dari Kristen, Khatolik, Kaharingan, dan lainnya.Ketegangan yang terjadi antara etnis pendatang, Madura dan etnis asli yaitu Dayak.Berawal dari sumber daya alam di Kalimantan Tengah kota Sampit yang dialihfungsikan.Ekonomi dari warga setempat tergantung pada kayu dan perkebunan. Tiga puluh tahun yanglalu, 5 juta hektar tanah disana merupakan wilayah hutan. Namun kini, hanya sekitar 2,7 jutahektar yang dirancang sebagai “tanah hutan” dan hanya 0,5 juta hektar yang menjadi hutanlindung. Satu juta hektar merupakan tanah yang yang rencananya akan di ubah menjadiwilayah industri dan sisanya digunakan untuk lahan pemukiman para pendatang yang bermigrasi. Yang menjadi permasalahan lagi adalah orang setempat dilarang oleh hukumuntuk menjadikan hutan tersebut sebagai sumber penghidupan. Karena kebijakan pembangunan dan imigrasi yang ditetapkan oleh era Orde Baru, mulai banyak permasalahantimbul. Dan kemudian warga pendatang, etnis Madura, pada kenyataan berhasil
menguasaisumber ekonomi
dan kelompok etnis ini
bersifat eksklusive
. Kedudukan penduduka asli,etnis Jawa yang semakin tersudut, membuat gesekan-gesekan kecil yang terjadi menjadisebuah konflik yang berkepanjangan.Kerusuhan etnis Madura dan Dayak marak pada tanggal 17 Februari 2001 di Sampit,ibukota Kabupaten Kotawaringin Timur, ketika sebuah rumah milik penduduk asli Dayak dibakar habis. Menurut laporan orang-orang setempat, ada komplotan orang Madura yang baru saja tiba berkeliling Sampit sambil memekik ‘Matilah Orang Dayak.’ Ratusan orangDayak mengungsi keluar dari kota atau berlindung di gereja-gereja. Setelah berita itumenyebar orang Dayak dalam jumlah besar kemudian kembali ke Sampit untuk membalasdendam. Enam orang tewas. Kerusuhan menyebar dengan cepat ke kota maupun kampungsekitar dan mencapai ibukota propinsi Palangkaraya, 220 kilimeter ke sebelah Timur. Dalamsebuah insiden terburuk saat kerusuhan, 118 orang Madura yang sedang dalam perjalanan ke
2
Konflik Madura dan Sampit.

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
MaReta Dwi F liked this
Lin Tan Sui liked this
crewz_19 liked this
Muhammad Mujib liked this
Feby Damayanthi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->