Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
77Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dody Firmanda 2010 - Clinical Pathway RS Bethesda

Dody Firmanda 2010 - Clinical Pathway RS Bethesda

Ratings: (0)|Views: 4,127 |Likes:
Makalah lengkap "Penyusunan Clinical Pathways" disamapaikan pada Workshop di RS Bethesda Yogyakarta 14-15 Mei 2010. (Dody Firmanda)
Makalah lengkap "Penyusunan Clinical Pathways" disamapaikan pada Workshop di RS Bethesda Yogyakarta 14-15 Mei 2010. (Dody Firmanda)

More info:

Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/21/2014

pdf

text

original

 
1
Penyusunan
Clinical Pathways 
Rumah Sakit
 
Dr. Dody Firmanda, Sp.A, MAKetua Komite MedikRSUP Fatmawati, Jakarta.PendahuluanSebagaimana telah dituangkan dalam Undang Undang RI Nomor 36 Tahun2009 tentang Kesehatan bahwa tujuan pembiayaan kesehatan adalah untukpenyediaan pembiayaan kesehatan yang berkesinambungan dengan jumlah yang mencukupi, teralokasi secara adil, dan termanfaatkan secara berhasilguna dan berdaya guna untuk menjamin terselenggaranya pembangunankesehatan agar meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setinggitingginya
1
. Pembiayaan kesehatan tersebut terdiri dari unsur sumber, alokasidan pemanfaatan.
2
Sumber pembiayaan bisa berasal dari pemerintah (pusatdan daerah), masyarakat, swasta dan sumber lain.
3
Karena keterbatasananggaran kesehatan dari pemerintah (pusat 5% dan daerah 10% dari anggaranpendapatan dan belanja negara di luar gaji)
4
dimana dua pertiganyadiperuntukan untuk kepentingan layanan publik
5
, maka peran serta swastasangat besar dan alokasi pembiayaan kesehatannya melalui sistem jaminansosial nasional dan/atau asuransi kesehatan komersial.
6
 Saat ini di tanah air telah terbit dan berlaku berbagai perundangan danperaturan yang menyangkut kesehatan dan profesi medis antara lain UndangUndang RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, UndangUndang RI Nomor RI 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan KesehatanNasional, Undang Undang RI Nomor 25 Tahun 2009 tentang Layanan Publik(termasuk kesehatan), Undang Undang RI Nomor 11 Tahun 2009 tentangKesejahteraan Sosial, Undang Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang
Disampaikan pada Workshop Penyusunan
Clinical Pathways 
RS Bethesda Yogyakarta, 14-15 Mei2010.
1
Undang Undang RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 170 Ayat 1.
2
 
Undang Undang RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 170 Ayat 2.
 
3
 
Undang Undang RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 170 Auat 3.
 
4
 
Undang Undang RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 171 Ayat 1 dan 2.
 
5
 
Undang Undang RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 171 Ayat 3.
 
6
 
Undang Undang RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 173 Ayat 1.
 
 
2
Kesehatan, dan terakhir Undang Undang Nomor RI 44 Tahun 2009 tentangRumah Sakit.Inti dari tujuan Undang Undang RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang PraktikKedokteran yakni:
7
 1.
 
Memberikan perlindungan kepada pasien
(patient safety) 
 2.
 
Mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan medis yangdiberikan3.
 
Memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dan dokter.dan inti tujuan Undang Undang Nomor RI Nomor 44 Tahun 2009 tentangRumah Sakit yakni:
8
 1.
 
Mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanankesehatan2.
 
Memberikan perlindungan terhadap keselamatan pasien, masyarakat,lingkungan rumah sakit dan sumber daya manusia di rumah sakit3.
 
Meningkatkan mutu dan mempertahankan standar pelayanan rumahsakit; dan4.
 
Memberikan kepastian hukum kepada pasien, masyarakat, sumber dayamanusia rumah sakit, dan Rumah Sakit.Tujuan dari Undang Undang Nomor 29 tahun 2004 tentang PraktikKedokteran adalah
memberikan perlindungan terhadap pasien,mempertahankan/meningkatkan mutu pelayanan medis dan memberikanperlindungan hukum kepada masyarakat dan dokter
9
serta dalammelaksanakan praktiknya
wajib
mengikuti standar pelayanan kedokteran,
10
 
wajib
menyelenggarakan kendali mutu
11-12
dan kendali biaya
3
melalui kegiatan
audit medis
13
yang dilaksanakan oleh organisasi profesi
14
, untuk tingkatrumah sakit oleh kelompok seprofesi (SMF) dan Komite Medik.
15
 
7
Undang Undang RI No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 3.
8
Undang Undang RI No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit Pasal 3.
9
Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 3.
10
Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 44 Ayat 1 danpenjelasannya.
11
Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 49 Ayat 1 danpenjelasannya.
12
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 131/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem KesehatanNasional. Bab IV Subsistem Upaya Kesehatan.
13
Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 49 Ayat 2 danpenjelasannya.
 
3
Standar Pelayanan Medis/Kedokteran
Standar Pelayanan Medis/Kedokteran tidak identik dengan Buku Ajar,
Text- books 
ataupun catatan kuliah yang digunakan di perguruan tinggi. KarenaStandar Pelayanan Medis merupakan alat/bahan yang diimplementasikan padapasien; sedangkan buku ajar,
text-books 
, jurnal, bahan seminar maupunpengalaman pribadi adalah sebagai bahan rujukan/referensi dalam menyusunStandar Pelayanan Medis.Standar Pelayanan Medis di rumah sakit pada umumnya dapat diadopsi dariPedoman/Standar Pelayanan Medis yang telah dibuat oleh organisasi profesimasing masing, tinggal dicocokkan dan disesuaikan dengan kondisi sarana dankompetensi yang ada di rumah sakit. Bila Pedoman/Standar Pelayanan Medis yang telah dibuat oleh organisasi profesi tersebut sesuai dengan kondisirumah sakit
maka tinggal disepakati oleh anggota profesi (SMF) terkait dandisahkan penggunaannya di rumah sakit oleh direktur rumah sakit tersebut.Namun bila Pedoman/Standar Pelayanan Medis yang telah dibuat olehorganisasi profesi tersebut belum ada atau tidak sesuai dengan kondisi rumahsakit atau dalam Pedoman/Standar Pelayanan Medis dari profesi belummencantumkan jenis penyakit yang sesuai dengan keadaan epidemiologipenyakit di daerah/rumah sakit tersebut
maka profesi di rumah sakittersebut wajib membuat Standar Pelayanan Medis untuk rumah sakittersebut dan disahkan penggunaannya di rumah sakit oleh direktur rumahsakit.Dalam menyusun Standar Pelayanan Medis untuk rumah sakit - profesi medismemberikan pelayanan keprofesiannya secara efektif
(clinical effectiveness) 
 dalam hal menegakkan diagnosis dan memberikan terapi berdasarkanpendekatan
evidence-based medicine 
. Secara ringkasnya langkah tersebutsebagaimana dapat dilihat pada Gambar 1 berikut.
14
Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 49 Ayat 3 danpenjelasannya.
15
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 496/Menkes/SK/IV/2005 tentang Pedoman Audit Medis di Rumah Sakit.

Activity (77)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
dewi.wiyana1350 liked this
bluedeeps liked this
Tri Mayasari liked this
andokolampung liked this
Ilham Ridwan liked this
Lany dwi liked this
Maulana Alif liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->