Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
25Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Porter's Generic Strategies Dan Glueck's Generic Strategies.

Porter's Generic Strategies Dan Glueck's Generic Strategies.

Ratings: (0)|Views: 1,053 |Likes:
Published by Raras Faliaresti

More info:

Published by: Raras Faliaresti on May 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/11/2013

pdf

text

original

 
Nama:Raras FaliarestiKelas:2 Manajemen AsetTugas:Manajemen Strategi
TIPE-TIPE STRATEGI
Setidaknya, terdapat dua aliran besar yang dijadikan landasan pembahasan strategiperusahaan, yaitu kajian tentang
strategi-strategi utama (
grand strategies
)
dan
strategi-strategi generik (
generic strategies
)
. Strategi utama merupakanseperangkat alternatif strategi perusahaan yang secara umum dijadikan ‘patokan’dalam menentukan strategi yang akan diambil oleh suatu perusahaan. Sedangkanstrategi generik ada dua, yaitu:
Porter’s generic strategies
dan
Glueck’s generic strategies
, nama penulis yang mengintrodusir masing-masing.Tulisan ini pada dasarnya akan memiliki tiga pokok bahasan, yaitu: (I) Strategi Utama,(II) Strategi Generik Porter dan Strategi Generik Glueck, (III) Efektivitas Industri vsPosisi Kompetitif.
I.STRATEGI UTAMA
Secara garis besar, terdapat 4 kelompok strategi utama dengan 14 tipeturunannya. Keempat belas tipe strategi tersebut adalah sebagai berikut (
Lihat David,1998; Porter 1980 dan 1985 
):
1. Integration Strategies
Tiga jenis strategi, yaitu forward, backward, dan horizontal seringkali disebut sebagaistrategi-strategi vertical integration. Namun, tidak jarang yang memaksudkan integrasivertikal sebagai hanya integrasi forward dan backward saja.
a. Forward Integration
Integrasi ke hilir melibatkan upaya untuk memperoleh kepemilikan (sahamperusahaan) lebih besar atau meningkatkan kontrol terhadap para distributor dan peritel. Salah satu bentuk/cara efektif untuk melakukan strategi ini adalahwaralaba (
franchising 
). Begitu banyak perusahaan berminat di bidang inisebagai upaya untuk mendistribusikan produknya (barang maupun jasa). Salahsatu alasan terbesar hadirnya bentuk waralaba ini adalah realita bahwa modelini sebetulnya merupakan upaya untuk membagi biaya dan peluang kepadabanyak pihak. Perhatikan gejala bermunculannya
factory outlet 
yang
 
merupakan salah satu bentuk strategi ini. Contoh lain adalah perusahaanfarmasi Kimia Farma dengan Apotik Kimia Farma-nya dan perusahaan sepatuBATA dengan toko BATA-nya. Perhatikan pula Coca Cola dengan perusahaanpembotolan di berbagai negara serta keputusan untuk membeliperusahaan
fastfood 
.
b. Backward Integration
Integrasi ke hulu merupakan suatu strategi yang mengupayakan kepemilikanatau meningkatkan kontrol terhadap perusahaan pemasok. Hal ini dibutuhkankarena baik produsen maupun peritel selalu membeli bahan baku dariperusahaan pemasok. Strategi ini menjadi menarik terutama ketika perusahaanpemasok yang saat ini ada ternyata tidak dapat diandalkan (
unreliable
), terlalumahal, atau tidak dapat memenuhi kebutuhan perusahaan. Langkah ini dapatdisebut sebagai upaya “mengamankan” jalur pasokan perusahaan terhadapkebutuhan dalam rangka proses produksinya. Contoh yang menarik adalahHarian Jawa Pos yang mendirikan pabrik kertas untuk menjamin ketersediaanpasokan kebutuhan bahan bakunya. Perhatikan pula Gudang garam yangmemiliki pabrik kertas rokok di Afrika.Namun demikian, perlu pula dicermati munculnya kecenderungan bahwaberbagai industri besar mulai melakukan aktivitas de-integrasi (
deintegration
),yaitu melepas berbagai aktivitas yang “seharusnyamenjadi bagian dariaktivitas perusahaan pemasok. Tidak tertutup kemungkinan, sampai pada leveltertentu, ternyata perusahaan menemukan bahwa integrasi ke hulu bukan lagisolusi tepat untuk unggul dalam persaingan, karena menjadi semakinmembebani keuangan perusahaan. Oleh karenanya, kecenderunganperusahaan untuk melakukan
outsourcing 
kemudian menjadi berkembangpesat. Perhatikan kebijakan Sampoerna ketika melakukan outsourcing produksirokok kretek tangan kepada berbagai koperasi di Jawa Tengah.
c. Horizontal Integration
Strategi integrasi ke samping merupakan strategi yang dilakukan dalambentuk membeli atau meningkatkan kontrol terhadap perusahaan pesaing.Salah satu kecenderungan paling signifikan dalam kompetisi perusahaan saatini adalah meningkatnya upaya untuk melakukan integrasi ke samping sebagaisuatu strategi pertumbuhan. Merjer, akusisi, dan pengambilalihan perusahaan
 
yang sedang bersaing memberikan peluang terjadinya skala ekonomi(
economies of scale
) serta mendorong terjadinya transfer sumber daya dankompetensi perusahaan. Dalam artikelnya, Kenneth Davidson (
Davidson, 1987 
)mengungkap bahwa merjer di antara perusahaan yang tidak bergerak di bidangyang sama merupakan suatu kesalahan. Tetapi merjer yang terjadi padaperusahaan yang sedang bersaing langsung (
direct competitors
) memberikanpeluang yang besar untuk menyatukan potensi agar menjadi lebih efektif,efisien, dan kompetitif. Contoh pelaksanaan strategi integrasi horisontal adalahketika toko obat Guardian membeli Shop-in atau Indofood membeli SuperMie,dan ketika beberapa bank membentuk Bank Mandiri.
2. Intensive Strategies
Kelompok strategi ini disebut sebagai intensive strategies, karena mensyaratkanberbagai upaya yang intensif untuk meningkatkan posisi kompetitif perusahaan denganproduk yang ada. Kelompok strategi ini meliputi tiga strategi, yaitu:
a. Market Penetration
Strategi penetrasi pasar berusaha untuk meningkatkan pangsa pasar untukproduk atau layanan yang ada saat ini di dalam pasar yang ada saat ini melaluiupaya-upaya pemasaran yang lebih besar. Strategi ini umum diterapkan baiksendiri maupun sebagai kombinasi dengan strategi lainnya. Termasuk di dalampenetrasi pasar adalah meningkatan jumlah tenaga penjualan, peningkatanpembelanjaan iklan, penawaran barang-barang promosi secara ekstensi(besar-besaran), atau peningkatan upaya-upaya publisitas. Aktivitas pemasarandan promosi yang intensif dari A-Mild Sampoerna dan berbagai perusahaanrokok lainnya merupakan contoh yang menarik. Demikian juga dengan upayaMcDonald untuk memberikan berbagai cinderamata menarik maupun beberapapabrik farmasi yang meningkatkan jumlah
detailer 
obat-nya.
b. Market Development
Pengembangan pasar melibatkan upaya-upaya untuk mengenalkan produkatau layanan yang ada saat ini kepada berbagai wilayah geografis baru.Globalisasi dan iklim perkembangan pasar internasional semakin kondusif untukstrategi ini. Hal ini dibutuhkan karena tidak jarang persaingan yang demikianketat pada suatu pasar tertentu menyebabkan pengalihan perhatian kepada

Activity (25)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Tok Salam liked this
Raras Faliaresti liked this
Andryan Wahyu liked this
Mershelly Syanel liked this
Raras Faliaresti liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->