Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
25Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Shanghai Cooperation Organization Dan Regionalisme Asia Tengah

Shanghai Cooperation Organization Dan Regionalisme Asia Tengah

Ratings: (0)|Views: 1,226 |Likes:
Published by Erika Angelika

More info:

Published by: Erika Angelika on May 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/18/2013

pdf

text

original

 
Page | 0
MAKALAH KELOMPOK DINAMIKA KAWASAN ASIA SELATAN DAN ASIA TENGAH
 Shanghai Cooperation Organization
 dan Regionalisme Asia Tengah
Disusun oleh: Anne Margareth (0706291205)Erika (0706291243)Muti Dewitari (0706165570)Natasha Agnes (0706291344)Paramita Dewi (0606097152)Winda (0706291464)DEPARTEMEN ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS INDONESIA2010
 
Page | 1
BAB IPENDAHULUAN1.1.
 
Latar Belakang
Asia Tengah adalah kawasan yang terdiri dari lima negara Kazakhstan, Kyrgyzstan,Tajikistan Turkmenistan dan Uzbekistan. Namun, dari lima negara tersebut hanya empatnegara yang tergabung dalam kerjasama
Shanghai Cooperation Organization
(SCO), dimanaTurkmenistan menolak untuk ikut dalam kerjasama tersebut. Apa itu SCO? Secara singkatSCO adalah sebuah organisasi kerjasama antar-pemerintahan yang dijalin oleh Cina,Kazakhstan, Kyrgyzstan, Russia, Tajikistan and Uzbekistan pada 15 Juni 2001. Wilayah darinegara anggota SCO menempati 60% dari luas daratan Eurasia dan memiliki populasi kuranglebih 1,455 milyar orang.
1
Bersama dengan empat pengamat
 – 
India, Iran, Mongolia danPakistan, organisasi ini menghadirkan kerjasama negara yang kuat yang memiliki sumberdaya energi berlimpah sekaligus jumlah senjata nuklir yang cukup signifikan. Banyak pihak mengatakan, bentuk kerja sama SCO ini memberikan banyak pengaruh positif padapembentukan regionalisme ekonomi di kawasan Asia Tengah. Makalah ini kemudian akanmencoba melihat pengaruh apa saja yang diberikan SCO dalam pembentukan regionalisme diAsia Tengah.
1.2.
 
Pertanyaan Permasalahan
Makalah ini akan berusaha menjawab pertanyaan:
Bagaimana pembentukan
Shanghai Cooperation Organization
mempengaruhi munculnya fenomena regionalismedi kawasan Asia Tengah?1.3.
 
Kerangka Konsep
Dalam kerangka Teori Ekonomi dan Politik Internasional, suatu
region
 /kawasantidak hanya didefinisikan sebagai wilayah yang memiliki kesamaan letak geografis,
1
Ruslan Maksutov,
The Shanghai Cooperation Organization: A Central Asian Perspective
, SIPRI Project Paper,Agustus 2006, diakses dari http://www.sipri.org/research/security/euroatlantic/ sipri_prod_material/project_papers/ruslan_SCO pada hari Senin, 26 April 2010 pukul 23.29 WIB, hal 1.
 
Page | 2
melainkan lebih kepada bagaimana aktor-aktor politik internasional menginterpretasikanmakna dari
region
itu sendiri.
2
Karenanya, regionalisme bukan hanya sebuah konsepgeografis, melainkan juga sebuah proses dinamis yang di dalamnya mencakup hubunganekonomi, politik, dan sosial budaya
3
. Secara umum, regionalisme didefinisikan sebagaikondisi di mana sekelompok negara, biasanya yang terletak dalam wilayah geografis yangsama, setuju untuk bekerja sama dan membagi tanggung jawab untuk meraih tujuan yangsama.
4
Regionalisme merupakan sebuah respon logis yang diambil suatu negara dalammenghadapi masalah yang terlalu besar untuk diselesaikan sendiri, atau masalah di manatindakan suatu negara akan mempengaruhi negara lainnya.
5
 Dalam memahami regionalisme, pemahaman yang penting adalah bahwaregionalisme berbeda dengan regionalisasi. Regionalisme merupakan konsep normatif yangmerujuk pada nilai, norma, identitas, dan aspirasi yang dipegang oleh pihak-pihak tertentu.Berbeda dengan regionalisasi yang merujuk pada
a series of complex
, proses yang salingterkait untuk memperluas dan mempercepat saling keterkoneksinya
(interconnectedness)
 suatu domain regional dalam hubungan politik, ekonomi, dan sosial. Pada beberapa definisi,aktor utama di balik regionalisme adalah negara; sementara pada beberapa definisi lain, aktoryang berperan tidak hanya terbatas pada negara. Menurut Anthony Payne dan Andrew
Gamble, ‗regionalisme adalah sebuah proyek 
state-led 
atau
states-led 
yang bertujuan untuk mengatur ulang suatu ruang regional tertentu bersama dengan tujuan ekonomi dan politik 
yang telah ditentukan‘.
6
 Fenomena regionalisme sendiri pertama muncul ketika negara-negara Eropa mulaimengadakan kerja sama dan membentuk Uni Eropa sebagai suatu bentuk kerja sama yang
mengikat mereka. Dalam pemahaman mengenai regionalisme, unsur ‗wilayah‘ memainkan
peran penting karena wilayah bukan sekedar dipahami sebagai unit geografis dan
2
Andrew
Hurrell. ―Regionalism in Theoretical Perspective‖, dalam Louise Fawcett dan Andrew Hurrell (ed.),
 Regionalism in World Politics: Regional Organization and International Order 
. (New York: OxfordUniversity Press, 1995), h. 41.
3
Yeo Lay Hwee.
 Realism and Reactive Regionalism: Where Is East Asian Regionalism Heading?
 http://revistas.ucm.es/cps/16962206/articulos/UNIS0505230008A.pdf, diakses pada 7 Mei 2009, pukul21.07.
4
David N. Balaam dan Michael Veseth.
 Introduction to International Political Economy.
(New Jersey: PearsonPrentice Hall, 2005), h. 242.
5
 
 Ibid 
, h.243.
6
 
Andrew Payne dan Andrew Gamble, ―Introduction: the Political Economy of Regionalism and World Order‖,
dalam Andrew Gamble and Anthony Payne (eds.),
 Regionalism and World Order 
(Macmillan, 1996), h. 2.

Activity (25)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Rizky Indrawan liked this
Rizky Indrawan liked this
Rizky Indrawan liked this
Emma Zhi Zhu liked this
catmaidha liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->