Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
10Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Visibilitas Accountable Governance Dalam Mengurangi Dampak Kapitalisme Global Di Kawasan Amerika

Visibilitas Accountable Governance Dalam Mengurangi Dampak Kapitalisme Global Di Kawasan Amerika

Ratings: (0)|Views: 256 |Likes:
Published by Erika Angelika

More info:

Published by: Erika Angelika on May 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/01/2010

pdf

text

original

 
Erika . 0706291243 . Jurusan Ilmu Hubungan Internasional . Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik . Universitas Indonesia
Page | 1
Tugas Review I Mata Kuliah Dinamika Kawasan Amerika
Nama : ErikaNPM : 0706291243Sumber Bacaan :
Jeffry A. Frieden, “Global Capitalism Troubled” dalam Jeffry A. Frieden,
Global Capitalism, Its Fall and Rise InThe Twentieth Century
. (New York: W.W. Norton&Company, 2006), hal. 457-475.
Visibilitas
 Accountable Governance
dalam Mengurangi Dampak Kapitalisme Global di KawasanAmerika
Dewasa ini, dunia semakin dibombardir dengan berbagai kemajuan teknologi yang terus terjadi.Berbagai kemajuan teknologi tersebut menuntun dunia pada era globalisasi, era di mana dunia mengalamiperubahan yang sangat masif. Dunia telah berubah menjadi kondisi di mana semua negara seakan meleburmenjadi satu. Dari sisi ekonomi, berbagai aktifitas ekonomi kini dengan mudah dapat terjadi lintas negara bahkanlintas benua. Dari segi politik, dunia menjadi semakin saling terkait satu sama lain. Sehubungan denganglobalisasi yang terjadi di dunia, Jeffry A. Frieden menggambarkan kondisi dunia yang telah memasuki eraglobalisasi dengan istilah kapitalisme global. Adapun, kapitalisme global ini sebenarnya mendatangkan berbagaidampak negatif. Berbagai dampak negatif dari kapitalisme global itulah yang kemudian berusaha disampaikan
Frieden dalam tulisannya yang berjudul “
Global Capitalism Troubled 
”, salah satu artikel dalam buku “
GlobalCapitalism, Its Fall and Rise In The Twentieth Century
”.
Dalam artikel tersebut, Frieden memaparkan dua dampak negatif yang ditimbulkan kapitalisme yangsemakin mengglobal. Pertama,
 financial fragility and unholy trinity
. Kaum anti-globalisasi mengatakan,globalisasi telah mendatangkan liberalisasi tidak terkontrol dalam sistem keuangan, yang pada akhirnyamelahirkan kerapuhan dalam sistem keuangan itu sendiri. Kerapuhan keuangan ini kemudian melahirkan suatukeadaan yang ironis, kapitalisme global yang tadinya berhasil memberikan keterbukaan pasar kapital internasionalpada akhirnya malah mendatangkan ancaman bagi perekonomian dunia. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Frieden mengajak pembacanya untuk kembali pada Kanada di tahun 1950. Ketikaitu, perekonomian Kanada sangat terikat dengan AS; pergerakan uang antar keduanya terjadi dengan bebas, danperdagangan dengan AS merupakan hal yang krusial bagi Kanada. Adanya nilai tukar mata uang yang stabil punsangat diharapkan oleh Kanada. Di sisi lain, Kanada juga menginginkan adanya independensi pemerintah dalammengontrol kebijakan moneternya. Kedua hal tersebut merupakan hal yang berlawanan karena perekonomianKanada saat itu sangat terintegrasi dengan AS. Jika Kanada menginginkan terciptanya nilai tukar yang stabil,mustahil untuk tetap dapat mencapai independensi dalam kebijakan moneternya. Kontroversi Kanada inilah yangdigambarkan Robert Mundell sebagai kondisi dilematis. Mundell mengatakan, sebuah negara yang secara
 
Erika . 0706291243 . Jurusan Ilmu Hubungan Internasional . Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik . Universitas Indonesia
Page | 2
finansial terkait dengan negara lain hanya dapat mewujudkan dua dari tiga kondisi berikut: mobilitas kapital, nilaitukar yang stabil, serta independensi moneter. Teorema Mundell ini dikenal dengan istilah
unholy trinity
. Padaawalnya,
unholy trinity
ini hanya terjadi di Kanada. Akan tetapi, perubahan dunia yang semakin mengglobalmenjadikan intergrasi perekonomian semakin meluas. Kondisi yang tadinya hanya dialami Kanada kini dapatdialami oleh semua negara dunia, misalnya Argentina pada 1999 dan Meksiko pada 1994, di mana keduanyamengalami keadaan dilematis sehubungan dengan prioritas untuk menjaga kestabilan nilai tukar, atau untuk menjaga kestabilan perekonomian nasional mereka.Dampak negatif kedua yang dipaparkan Frieden berasal dari kompetisi yang ditimbulkan darikapitalisme global itu sendiri. Luasnya liberalisasi perdagangan melahirkan kondisi perdagangan yang semakinkompetitif. Idealnya, setiap negara akan bersaing untuk memproduksi barang berkualitas maksimum dengan biayaproduksi minimum. Namun kenyataan yang terjadi tidaklah demikian.
The China price
merupakan tiga katayang sangat ditakuti oleh industri AS. Berbagai perbedaan antara industri AS-Cina, mulai dari perbedaan gajiburuh hingga kebijakan lingkungan di Cina yang cenderung longgar menjadikan biaya produksi CinA sangatrendah. Hal ini mendorong AS untuk melakukan hal yang sama dengan Cina: menggunakan buruh berupahrendah, serta mencari tempat berproduksi yang memiliki kebijakan lingkungan longgar dan ramah pada investor.Kondisi persaingan yang timbul ketika industri dunia berlomba-lomba menurunkan biaya produksinya tanpamemperhatikan kualitas barang yang diproduksi ini digambarkan sebagai
kondisi “
race to the bottom
. Protes pundatang dari kalangan anti-globalisasi yang mengatakan kapitalisme global telah menurunkan standar kehidupanpara buruh.Kedua dampak yang dipaparkan Frieden tersebut kiranya cukup menggambarkan betapa kacaunya sistemkapitalisme global saat ini. Sebuah solusi harus ditemukan. Frieden lantas menyajikan dua opsi solusi ataspermasalahan kapitalisme global. Opsi pertama datang dari kalangan pro-globalisasi, yang menyatakan bahwapermasalahan kapitalisme global dapat diselesaikan dengan mengadakan
governance
, yaitu suatu pengaturanglobal dalam bentuk institusi untuk mengatur berbagai masalah dalam pasar global. Kalangan pro-globalisasimenyerukan agar politik internasional dapat memfasilitasi perekonomian global. Sementara opsi kedua datangdari kalangan anti-globalisasi, yang menyerukan diterapkannya akuntabilitas dalam setiap sistem perekonomianglobal. Kalangan ini berpendapat bahwa politik internasional bertugas untuk membatasi dan mengontrolperekonomian global. Struktur politik nasional dan global harus menggambarkan keinginan masyarakat dunia,bukan keinginan pasar global.Tidak diragukan lagi, kapitalisme global memang terjadi di dunia dewasa ini. Selain memberikanberbagai dampak positif, kapitalisme global juga ternyata menghadirkan dampak-dampak negatif, yang telah
 
Erika . 0706291243 . Jurusan Ilmu Hubungan Internasional . Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik . Universitas Indonesia
Page | 3
berhasil dirangkum oleh Frieden dalam dua dampak utama, yaitu kerapuhan keuangan dunia dan terciptanya
kondisi “
race to the bottom
. Penulis beranggapan, dalam menghadirkan dua dampak utama tersebut, Friedentelah berhasil. Akan tetapi, penulis merasa bagian terpenting dari artikel Frieden tersebut, yaitu bagian solusikurang berhasil terelaborasi dalam artikel Frieden tersebut. Frieden menyebutkan adanya dua opsi solusi,kalangan pro-globalisasi menghendaki terciptanya
governance
, sementara kalangan anti-globalisasi menghendakiterciptanya
accountability
. Cara Frieden memisahkan kedua opsi tersebut menjadi dua solusi yang seakan-akansaling bertentangan, menurut penulis, kurang tepat. Penulis beranggapan, permasalahan kapitalisme globalsebenarnya dapat diselesaikan dengan menjalankan satu solusi yang dapat memuaskan kedua kalangan tersebut:
accountable governance
.Penulis merasa, untuk menghadirkan dunia yang lebih baik, opsi
accountable governance
merupakanopsi yang terbaik.
Governance
sendiri dimengerti sebagai bentuk organisasi global di mana pemerintah
mengorbankan
sebagian otoritasnya pada otoritas supranasional yang lebih tinggi.
1
Sebuah
governance
 tentunya tidak sama dengan
government 
.
Governance
mengandung pengertian sebuah manajemen isu yangmenyebar melewati batas-batas negara dan melibatkan bukan hanya pemerintah, tetapi juga organisasiinternasional, masyarakat sipil, sektor swasta, serta berbagai jaringan formal dan informal.
2
Sementara
accountability
dimengerti sebagai tanggung jawab seseseorang untuk menjustifikasi tindakannya dengan merujuk pada hukum dan norma sosial yang ada.
3
Ngaire Woods mengatakan bahwa akuntabilitas dapat tercapai bilaketiga unsur ini terpenuhi: transparansi,
monitoring
, dan
enforcement 
untuk memastikan sebuah tindakan tidak melanggar aturan, norma, dan kebijakan tertentu.
4
Woods juga menyebutkan pentingnya elemen partisipasimasyarakat sipil, termasuk di dalamnya akademisi, kelompok bisnis, dan NGO dalam memonitori implementasiinstitusi global.
5
Adanya partisipasi memungkinkan terjadinya pertukaran informasi, yang lantas akanmeningkatkan transparansi pembuatan kebijakan.
6
Dari pengertian tersebut, penulis kemudian mencobamenghadirkan istilah
accountable governance,
yaitu sebagai sebuah pengaturan politik dan perekonomianinternasional dalam bentuk institusi internasional dengan melibatkan unsur-unsur selain pemerintah untuk mengawasi dan mengontrol tindakannya agar tetap sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam
accountable
1
Todd Sandler,
Global Challenges, An Approach to Environmental, Political, and Economic Problems
. (Cambridge: Cambridge University Press,1997), hal. 142-150.
 
2
Gordon Smith,
Globalization and Governance,
http://www.trilateral.org/AnnMtgs/TRIALOG/trlgtxts/t55/smi.htm, diakses pada 8 Februari 2010,pukul 20.49.
3
Raimo Väyrynen,
“Political Power, Accountability, and Global Governance”, dalam Ruth Zimmerling (
ed.
),
Globalization and Democracy
, TheTampere Club Series Vol. 1, (Tampere University Press, 2005), hal. 170.
4
 
 Ngaire Woods, “Accountability in Global Governance”, da
lam United Nations Development Programme, Human Development Report Office,
Occasional Paper, Background Paper for HDR 2002
, (New York: UNDP), hal. 17. Dapat diakses secara online melaluihttp://hdr.undp.org/en/reports/global/hdr2002/papers/Woods_2002.pdf.
5
 
 Ibid 
, hal. 22.
6
 
 Ibid.
 

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Siti Nururrohmah liked this
Nefrida Elfitri liked this
Grawas Sugiharto liked this
gakky_77 liked this
Eko Prasetyo liked this
Erick Jackson liked this
farnold16 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->