Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
52Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Strategi Politik Luar Negeri China Dan Analisa Mengenai Transformasi Politik Luar Negeri China Dan Penerapan Politik Luar Negeri China Dalam ASEAN+3

Strategi Politik Luar Negeri China Dan Analisa Mengenai Transformasi Politik Luar Negeri China Dan Penerapan Politik Luar Negeri China Dalam ASEAN+3

Ratings: (0)|Views: 2,278 |Likes:
Published by Erika Angelika

More info:

Published by: Erika Angelika on May 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2013

pdf

text

original

 
Erika . 0706291243 . Jurusan Ilmu Hubungan Internasional . Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik . UniversitasIndonesia
Page | 1
Ujian Tengah Semester Hubungan Luar Negeri dan Keamanan China
 – 
 
Take Home Test
Nama : ErikaNPM : 0706291243
Strategi Politik Luar Negeri China dan Perkembangannya
Analisa Mengenai Transformasi Politik Luar Negeri China danPenerapan Politik Luar Negeri China dalam ASEAN+3
Menyoroti perkembangan politik luar negeri China memang merupakan hal yang menarik, apalagimengingat China kini sedang menjadi salah satu kekuatan utama dunia dengan pertumbuhan ekonomi yangsangat besar. Tidak hanya mencapai pertumbuhan ekonomi yang masif, pengaruh politik China dalamberbagai bentuk institusi internasional pun mulai meningkat. Berbagai perkembangan tersebut menjadikanChina sebagai kekuatan yang hadir sebagai lawan utama hegemon dunia, Amerika Serikat. Padahal jika maudirunut lebih lanjut, China merupakan pemain yang terbilang baru dalam dunia internasional, terutama jikadibandingkan dengan AS yang memang telah menjadi hegemon dunia sejak masa Perang Dunia II. Di saatAS sedang jaya-jayanya di dunia internasional, China justru masih menerapkan sistem politik danperekonomian yang cenderung tertutup. Pada masa kepemimpinan Mao Zhidong, yaitu sekitar taun1949-1976, politik luar negeri China masih diarahkan sepenuhnya untuk mengembalikan kekuatan Chinamelalui pendekatan hubungan China dengan negara-negara sosialis lain untuk melawan AS kala itu. Chinapada masa dominasi Mao sangat curiga dengan kekuatan imperialis, sehingga politik luar negeri China kalaitu selalu diarahkan untuk melawan AS. China bahkan pernah menerapkan politik isolasionisme pada masadominasi Mao ini.Transformasi China menjadi salah satu negara yang mulai mendapat sorotan dalam sisteminternasional terjadi pada masa kepemimpinan Deng Xiaoping (tahun 1979-1989), di mana ketika itu Chinamulai mengadopsi kebijakan yang pragmatis dengan menjadikan ekonomi domestik sebagai fokus utamapolitik luar negerinya. China
mulai menerapkan “
Open Door Policy
”. Jika sebelumnya
China selalu menjadikekuatan triangular dalam hubungan AS dengan Soviet, pada masa kini China mulai melancarkan politik luar negerinya yang independen. Berbagai perubahan total dilakukan pada masa ini, baik perubahan yangsifatnya domestik maupun perubahan dengan melibatkan sistem internasional. Pada sisi domestik,peningkatan pertumbuhan ekonomi domestik menjadi fokus utama politik luar negeri China kala ini. Padasisi internasional, China mulai menjalin hubungan baik dengan dunia internasional, terutama dengan
 
Erika . 0706291243 . Jurusan Ilmu Hubungan Internasional . Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik . UniversitasIndonesia
Page | 2
negara-negara di Asia Tenggara untuk menjamin terciptanya lingkungan yang indusif bagi pertumbuhanekonomi China. Transformasi China dari yang tadinya sempat menerapkan praktek isolasionisme menjadimemfokuskan politik luar negerinya untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi sukses melahirkan Chinayang baru. China pun mulai mencapai angka pertumbuhan ekonomi yang masif. Keberadaan China sebagai
salah satu “
great power 
” mulai diperhitungkan. Selepas masa kepemimpinan Deng Xiaoping,
Chinakemudian dipimpin oleh Jiang Zemin (tahun 1989-2002), di mana pada masa ini tidak terlalu nampak perubahan yang signifikan dalam alur politik luar negeri China. China masih tetap fokus pada pertumbuhanekonomi, sambil terus aktif dalam berbagai institusi internasional. Pada era ini, terjadi penafsiran sosialismemenjadi seusatu yang lebih liberal, di mana fokus politik luar negeri China diarahkan pada penciptaantatanan internasional yang multipolar. Perekonomian China pun, seperti pada era Deng Xiaoping, lebihbersifat liberal dengan AS sebagai porosnya. Revolusi yang dilakukan China paska Mao melahirkankesadaran pada China akan pentingnya elemen pasar, namun kewenangan negara tetaplah unsur yang krusialdalam politik luar negeri China.Era selanjutnya setelah kepemimpinan Jiang Zemin adalah era kepemimpinan Hu Jintao (tahun2002-sekarang). Pada era ini, China sudah menjadi
major power 
, terutama dalam hal perekonomian.Pertumbuhan ekonomi terjadi sangat pesat. China pun semakin gencar mempromosikan globalisasi ekonomidan multipolarisme. Pada era ini, arah politik luar negeri China pun semakin jelas: China ingin menciptakansituasi internasional yang kondusif bagi pertumbuhan ekonominya dengan cara menghindari konfrontasiyang ada. Partisipasi aktif China dalam institusi internasional pun makin terasa, terutama melaluikebergabungan China dalam
World Trade Organization
(WTO) pada 2001. Tidak hanya aktif secara global,China pun mulai aktif dan membangun berbagai kerja sama kawasan, salah satunya adalah melalui kerjasama ekonomi China, Jepang dan Korea Selatan dengan negara-negara ASEAN melalui ASEAN+3.Walaupun China semakin aktif dalam berbagai bentuk kerja sama kawasan dan internasional, bukan berartiChina banyak memberikan komitmen yang bersifat mengikat pada institusi-institusi ini. Jika mau dicermatilebih lanjut, dalam segala bentuk partisipasinya melalui institusi regional dan global, China jarang sekalimemberikan komitmen yang dapat mengikat kebebasan China sebagai negara yang non-konfrontatif. Chinacenderung mengambil posisi aman sambil tetap memfokuskan diri pada usaha pembangunan ekonominasionalnya.Berbagai penjelasan mengenai transformasi politik luar negeri China sejak jaman kepemimpinanMao hingga masa kepemimpinan Hu Jintao membuktikan, telah terjadi perubahan signifikan dalam orientasipolitik luar negeri China. China kini lebih melihat pencapaian pertumbuhan ekonomi domestik sebagai
 
Erika . 0706291243 . Jurusan Ilmu Hubungan Internasional . Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik . UniversitasIndonesia
Page | 3
tujuan utama politik luar negeri yang diterapkannya. Adapun untuk mencapai pertumbuhan ekonominya,China terus membangun hubungan baik dengan negara-negara dunia; China juga cenderung menghindarikonflik dengan negara-negara dunia, dan karenanya permasalahan keamanan merupakan hal yang agak sensitif bagi China. China lebih suka menyembunyikan cahayanya dengan menjalankan prinsip-prinsipnon-intervensi dan non-konfrontasi. Prinsip non-intervensi dan non-konfrontasi China ini diwujudkan
melalui terminologi “
 peaceful rise
”, yang kemudian dijadikan salah satu bentuk politik luar negeri
China.
1
 Bentuk politik luar negeri China dengan mengedepankan pertumbuhan ekonomi dan cenderung menghindarikonfrontasi tersebut menunjukkan upaya China dalam meraih dua hal sekaligus, yaitu pemenuhan
kepentingan nasional melalui pertumbuhan ekonomi domestiknya, serta penciptaan status sebagai “
great  power 
” yang cinta damai dan tidak hegemon di sistem internasional.
 Dalam penjelasan sebelumnya, penulis menyebutkan mengenai keaktifan China dalam menjalin kerjasama kawasan terutama dengan negara-negara ASEAN dalam bentuk ASEAN+3. Adapun hal ini sebenarnyamerupakan hal yang menarik untuk dianalisa, karena dibanding memilih untuk menjalin kerja sama kawasandi kawasan Asia Timur (
 Northeast Asia
) terlebih dahulu, China malah cenderung lebih memprioritaskankerja samanya dengan ASEAN. Jika mau ditilik lebih lanjut, hingga kini belum pernah ada bentuk kerjasama yang benar-benar hanya melibatkan tiga negara di kawasan Asia Timur, yaitu China, Jepang dan KoreaSelatan padahal ketiga negara tersebut sama-sama merupakan negara dengan angka pertumbuhan ekonomiyang relatif besar jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. ASEAN+3 sendiri merupakanbentuk kerja sama ekonomi pertama yang berhasil mempertemukan tiga negara Asia Timur tersebut dalamsuatu forum. Sehubungan dengan analisa politik luar negeri China, China tampak lebih bersahabat dengannegara-negara ASEAN ketimbang dengan Jepang dan Korea Selatan yang lebih banyak memiliki kesamaanperekonomian.Sikap dan perilaku politik luar negeri China yang cenderung
distant 
dengan Jepang dan KoreaSelatan sebenarnya merupakan hal yang wajar, mengingat hubungan antar ketiganya memang tidak pernahakur sebelumnya. Berbagai perbedaan muncul dan menghambat terciptanya hubungan harmonis dalamkawasan ini, seperti misalnya faktor latar belakang sejarah yang berbeda, ikatan regional yang kurang kuat,ketakutan akan hadirnya ancaman, serta berbagai perbedaan sistem politik yang ada. Dari sekian banyak faktor yang menghambat terciptanya kerja sama di kawasan Asia Timur, faktor yang disebut-sebut palingberpengaruh adalah adanya
bad historical background 
yang lantas membuat hubungan dua kekuatan besardi Asia Timur
 — 
Jepang dan China
 — 
menjadi tidak akur. Hubungan tidak akur Jepang-China ini sebenarnya
1
 
Fareed Zakaria, “The Challenger”, dalam
The Post American World 
. (New York: W. W. Norton&Co., 2008), hal. 86-128
 

Activity (52)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Fitri Amelina liked this
Giovani Belza liked this
Frengky Dbsk liked this
Himma Ulya liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->