Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tugas Akhir Semester Bahasa Indonesia Rangkuman dan Ringkasan 3 buku Fiksi dan 3 buku non fiksi

Tugas Akhir Semester Bahasa Indonesia Rangkuman dan Ringkasan 3 buku Fiksi dan 3 buku non fiksi

Ratings: (0)|Views: 751 |Likes:
Published by Daffa Gifary

More info:

Published by: Daffa Gifary on May 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/23/2012

pdf

text

original

 
Daffa Gifary M.PX-4
Fiksi
“Misteri Rara Jonggrang”
Pengarang:S.Z. HadisutjiptoPenerbit:Balai PustakaTahun Terbit:2000Rangku manDahuku kala ada seorang Raja yang bernama Raja Boko dan mempunyai putri yangsangat cantik, Rara Jonggrang. Suatu hari Rara Jonggrang dilamar oleh seorang pemudayang bernama Bandung Bondowoso. Rara Jonggrang pun menolaknya karena ia tidak mencintai Bandung. Bandung terus memaksa dan membujuk hingga akhirnya RaraJonggrang pun setuju, asalkan permintaannya dikabulkan oleh Bandung. Permintaannyaialah ia minta didirikan 1.000 candi dalam waktu satu hari satu malam.Bandung Bondowoso setuju, lalu ia mulai membangun, tetapi setelah malam hari iameminta bantuan makhluk halus agar pembangunan bisa lebih cepat selesai. RaraJonggrang khawatir dan ia menyuruh dayang-dayangnya supaya membunyikan suara-suara berisik dan membangunkan hewan-hewan peliharaan supaya para makhluk halustakut. Ternyata benar, para makhluk halus mengira hari telah pagi dan mereka bersembunyi lagi. Bandung Bondowoso melihat bahwa jumlah candi hanya 999 dan iatahu bahwa ia telah dikelabui oleh Rara Jongrang yang berbuat curang. Maka iapunmurka dan menyihir Rara Jongrang menjadi patung batu yang menghias candi terakhir.
 
”Abu Nawas : Abu Nawas Membeli Baju”
Pengarang:N. St. IskandaPenerbit:Balai PustakaTahun Terbit:2000RangkumanSuatu hari Abu Nawas sedang susah. Satu - satunya baju yg dimiliki Abu Nawas robek  besar karena tersangkut kayu pintu rumahnya sendiri. Untuk memperbaiki baju itu, Abu Nawas malas karena robeknya lumayan besar. Lagipula baju itu sudah sangat jelek, banyak tambalan kecil di sana-sini. Sedangkan untuk beli baju baru, Abu Nawas tidak  punya uang. Tapi Abu Nawas seperti biasa tidak pernah kehilangan akal.Sorenya, Abu Nawas pergi ke toko pakaian. Dipilihnya salah satu baju yg agak bagus danmahal. Tapi dia memilih warna kuning yg tidak disukainya serta motif kotak2 yg norak.Dibawanya baju itu ke sang penjual. “
 Baju ini bagus bahannya tapi aku tidak sukawarna dan motifnya, bisakah kau carikan aku alternatif lain?
”. Walaupun agak pesimismelihat tampilan Abu Nawas, si penjual tetap dgn ramah menawarkan baju lain yg lebihmurah berwarna putih polos, “
 Bagaimana kalo yg ini, Tuan? Harganya lebih murahdaripada yg itu, tapi warnanya bagus dan cocok untuk Tuan.
”. Abu Nawas mengambil baju tsb dan pura-pura menimbang-nimbang. “
 Hmmm… boleh juga. Baiklah, kalo begituaku tukar saja baju ini
“, sambil meletakkan baju yg tidak disukainya, “
apa boleh?
”.Karena si penjual tidak yakin Abu Nawas akan mampu membayar baju yg mahal itu,tentu saja si penjual dgn senang hati mengizinkan. “
Tentu boleh, Tuan. Pembeli adalahraja!
” ujar si penjual sambil tersenyum lebar. “
Terima kasih, tolong dibungkuskan ya
“,kata Abu Nawas tanpa menawar lagi. Si penjual pun dgn sigap membungkus baju tsb danmenyerahkannya pada Abu Nawas. “
 Harganya hanya dua puluh ribu rupiah saja, Tuan
“,si penjual meminta uang pembayaran pada Abu Nawas.
 Loh, kenapa aku harusmembayar baju ini?
“, Abu Nawas pura-pura protes. “
Tuan kan sepakat beli baju ini, yaharus bayar dong 
“, jawab si penjual, agak bingung. “
Gini ya… tadi aku kan mau belibaju kuning itu, tapi aku gak suka warnanya dan kau mengijinkan aku untuk menukarnyadengan baju putih ini
“, Abu Nawas beralasan. “
 Iya… berarti Tuan harus bayar baju putih ini.
“ “
 Lah… baju putih ini kan sudah aku tukarkan dgn baju yg kuning tadi, kenapaharus bayar lagi?
“, kata Abu Nawas. “
 Iya… tapi… baju yg kuning tadi juga belum Tuanbayar 
“, si penjual jadi agak bingung. “
 Loh… kenapa aku harus bayar baju kuning itu? Kan aku tidak jadi beli itu. Kenapa aku harus bayar barang yg tidak jadi aku beli?
“, kataAbu Nawas dengan penuh keyakinan. “
O iya betul juga baiklah maafkan atas kekeliruan saya Tuan. Terima kasih sudah datang ke sini.
“, kata si penjual.Si penjual pun kebingungan. Dengan santai dan senyum, Abu Nawas meninggalkan toko pakaian dan penjualnya sambil membawa bungkusan baju putih di tangan ygdiperolehnya secara gratis.
 
”Abu Nawas : Abu Nawas dan Kambing”
Pengarang:N. St. IskandaPenerbit:Balai PustakaTahun Terbit:2000RangkumanDi negeri Persia hiduplah seorang lelaki yang bernama Abdul Hamid Al-Kharizmi, lelakiini adalah seorang saudagar yang kaya raya di daerahnya, tetapi sayang usia perkawinannya yang sudah mencapai lima tahun tidak juga dikaruniai seorang anak. Padasuatu hari, setelah shalat Ashar di Mesjid ia bernazar, “ya Allah swt. jika engkaumengaruniai aku seorang anak maka akan kusembelih seekor kambing yang memilikitanduk sebesar jengkal manusia”. Setelah ia pulang dari mesjid, istrinya yang bernama Nazariah berteriak dari jendela rumahnya: “Hai, suamiku tercinta, ayo kemari, aku inginngomong”. Abdul heran dengan sikap istrinya seperti itu, dan langsung cepat-cepat diamasuk kerumah dengan penasaran. “Ada apa istriku yang cantik?”, kata Abdul. “Akuhamil kang mas”.“ Kamu hamil? ”. Sambil meloncat-loncat kegirangan di atas tempattidur, Plok, dia terperosok ke dalam tempat tidurnya yang terbuat dari papan itu.Tidak lama setelah kejadian itu istrinya melahirkan seorang anak laki-laki yang sangatcantik dan lucu. Dan diberi nama Sukawati.Pak lurah : Anak anda kan laki-laki, kenapa diberi nama Sukawati?Abdul : “dikarenakan anak saya laki-lakilah makanya saya beri nama Sukawati, jika saya beri nama Sukawan dia disangka homo. Hai Malik (ajudannya) cepat kamu cari kambingyang mempunyai tanduk sebesar jengkal manusia”.Malik : “tanduk sebesar jengkal manusia?ia heran “mau cari dimana tuan?”Abdul : cari di dalam hidungmu! Ya cari diseluruh ke seluruh negeri iniBeberapa hari kemudian.Malik : “Tuan Abdul, saya sudah cari kemana-mana tetapi saya tidak menemukankambing yang punya tanduk sejengkal manusia”Abdul : “Bagaimana kalau kita membuat sayembara, cepat buat pengumuman ke seluruhnegeri bahwa kita membutuhkan seekor kambing yang memiliki tanduk sejengkalmanusia untuk disembelih”Menuruti perintah tuannya, Malik segera menempelkan pengumunan di seluruh negeriitu, dan orang-orang yang memiliki kambing yang bertandukpun datang kerumah Abdul,seperti pengawas Pemilu, Abdul memeriksa tanduk kambing yang dibawa tersebut.Abdul : “hai tuan anda jangan menipu saya, kambing ini tidak memiliki tanduk sebesar  jengkal manusia”. Kemudian ia pergi ke kambing lain “jangan main-main tuan, initanduk kambing palsu”.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->