Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
UU No.17-2008

UU No.17-2008

Ratings: (0)|Views: 560|Likes:
Published by hadi m lukmantyo

More info:

Published by: hadi m lukmantyo on May 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/09/2012

pdf

text

original

 
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR 17 TAHUN 2008TENTANGP E L A Y A R A NDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang: a. bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negarakepulauan berciri nusantara yang disatukan oleh wilayahperairan sangat luas dengan batas-batas, hak-hak, dankedaulatan yang ditetapkan dengan Undang-Undang;b. bahwa dalam upaya mencapai tujuan nasional berdasarkanPancasila dan Undang-Undang Dasar Negara RepublikIndonesia Tahun 1945, mewujudkan Wawasan Nusantaraserta memantapkan ketahanan nasional diperlukan sistemtransportasi nasional untuk mendukung pertumbuhanekonomi, pengembangan wilayah, dan memperkukuhkedaulatan negara;c. bahwa pelayaran yang terdiri atas angkutan di perairan,kepelabuhanan, keselamatan dan keamanan pelayaran, danperlindungan lingkungan maritim, merupakan bagian darisistem transportasi nasional yang harus dikembangkanpotensi dan peranannya untuk mewujudkan sistemtransportasi yang efektif dan efisien, serta membantuterciptanya pola distribusi nasional yang mantap dan dinamis;d. bahwa perkembangan lingkungan strategis nasional daninternasional menuntut penyelenggaraan pelayaran yangsesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan danteknologi, peran serta swasta dan persaingan usaha, otonomidaerah, dan akuntabilitas penyelenggara negara, dengantetap mengutamakan keselamatan dan keamanan pelayarandemi kepentingan nasional;e. bahwa Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1992 tentangPelayaran sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhanpenyelenggaraan pelayaran saat ini sehingga perlu digantidengan undang-undang yang baru;f. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksuddalam huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, dan huruf e, perlumembentuk Undang-Undang tentang Pelayaran;Mengingat: Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 ayat (1), Pasal 25A, dan Pasal 33Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
Dengan Persetujuan BersamaDEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIAdan
 
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIAMEMUTUSKAN:
Menetapkan: UNDANG-UNDANG TENTANG PELAYARAN.
BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1
Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:1.Pelayaran adalah satu kesatuan sistem yang terdiri atas angkutan diperairan, kepelabuhanan, keselamatan dan keamanan, serta perlindunganlingkungan maritim.
2.
Perairan Indonesia adalah laut teritorial Indonesia beserta perairankepulauan dan perairan pedalamannya.
3.
Angkutan di Perairan adalah kegiatan mengangkut dan/ataumemindahkan penumpang dan/atau barang dengan menggunakan kapal.
4.
Angkutan Laut Khusus adalah kegiatan angkutan untuk melayanikepentingan usaha sendiri dalam menunjang usaha pokoknya.
5.
Angkutan Laut Pelayaran-Rakyat adalah usaha rakyat yang bersifattradisional dan mempunyai karakteristik tersendiri untuk melaksanakanangkutan di perairan dengan menggunakan kapal layar, kapal layar bermotor,dan/atau kapal motor sederhana berbendera Indonesia dengan ukurantertentu.
6.
Trayek adalah rute atau lintasan pelayanan angkutan dari satupelabuhan ke pelabuhan lainnya.
7.
Agen Umum adalah perusahaan angkutan laut nasional atauperusahaan nasional yang khusus didirikan untuk melakukan usaha keagenankapal, yang ditunjuk oleh perusahaan angkutan laut asing untuk menguruskepentingan kapalnya selama berada di Indonesia.
8.
Pelayaran-Perintis adalah pelayanan angkutan di perairan pada trayek-trayek yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk melayani daerah atau wilayahyang belum atau tidak terlayani oleh angkutan perairan karena belummemberikan manfaat komersial.
9.
Usaha Jasa Terkait adalah kegiatan usaha yang bersifat memperlancar proses kegiatan di bidang pelayaran.
10.
Angkutan Multimoda adalah angkutan barang dengan menggunakanpaling sedikit 2 (dua) moda angkutan yang berbeda atas dasar 1 (satu) kontrakyang menggunakan dokumen angkutan multimoda dari satu tempatditerimanya barang oleh operator angkutan multimoda ke suatu tempat yangditentukan untuk penyerahan barang tersebut.
11.
Usaha Pokok adalah jenis usaha yang disebutkan di dalam surat izinusaha suatu perusahaan.
12.
Hipotek Kapal adalah hak agunan kebendaan atas kapal yang terdaftar untuk menjamin pelunasan utang tertentu yang memberikan kedudukan yangdiutamakan kepada kreditor tertentu terhadap kreditor lain.
13.
Piutang-Pelayaran yang Didahulukan adalah tagihan yang wajib dilunasilebih dahulu dari hasil eksekusi kapal mendahului tagihan pemegang hipotekkapal.
 
14.
Kepelabuhanan adalah segala sesuatu yang berkaitan denganpelaksanaan fungsi pelabuhan untuk menunjang kelancaran, keamanan, danketertiban arus lalu lintas kapal, penumpang dan/atau barang, keselamatandan keamanan berlayar, tempat perpindahan intra-dan/atau antarmoda sertamendorong perekonomian nasional dan daerah dengan tetap memperhatikantata ruang wilayah.
15.
Tatanan Kepelabuhanan Nasional adalah suatu sistem kepelabuhananyang memuat peran, fungsi, jenis, hierarki pelabuhan, Rencana IndukPelabuhan Nasional, dan lokasi pelabuhan serta keterpaduan intra-danantarmoda serta keterpaduan dengan sektor lainnya.
16.
Pelabuhan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan/atau perairandengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dankegiatan pengusahaan yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar,naik turun penumpang, dan/atau bongkar muat barang, berupa terminal dantempat berlabuh kapal yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dankeamanan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempatperpindahan intra-dan antarmoda transportasi.
17.
Pelabuhan Utama adalah pelabuhan yang fungsi pokoknya melayanikegiatan angkutan laut dalam negeri dan internasional, alih muat angkutan lautdalam negeri dan internasional dalam jumlah besar, dan sebagai tempat asaltujuan penumpang dan/atau barang, serta angkutan penyeberangan dengan jangkauan pelayanan antarprovinsi.
18.
Pelabuhan Pengumpul adalah pelabuhan yang fungsi pokoknyamelayani kegiatan angkutan laut dalam negeri, alih muat angkutan laut dalamnegeri dalam jumlah menengah, dan sebagai tempat asal tujuan penumpangdan/atau barang, serta angkutan penyeberangan dengan jangkauan pelayananantarprovinsi.
19.
Pelabuhan Pengumpan adalah pelabuhan yang fungsi pokoknyamelayani kegiatan angkutan laut dalam negeri, alih muat angkutan laut dalamnegeri dalam jumlah terbatas, merupakan pengumpan bagi pelabuhan utamadan pelabuhan pengumpul, dan sebagai tempat asal tujuan penumpangdan/atau barang, serta angkutan penyeberangan dengan jangkauan pelayanandalam provinsi.
20.
Terminal adalah fasilitas pelabuhan yang terdiri atas kolam sandar dantempat kapal bersandar atau tambat, tempat penumpukan, tempat menunggudan naik turun penumpang, dan/atau tempat bongkar muat barang.
21.
Terminal Khusus adalah terminal yang terletak di luar DaerahLingkungan Kerja dan Daerah Lingkungan Kepentingan pelabuhan yangmerupakan bagian dari pelabuhan terdekat untuk melayani kepentingan sendirisesuai dengan usaha pokoknya.
22.
Terminal untuk Kepentingan Sendiri adalah terminal yang terletak didalam Daerah Lingkungan Kerja dan Daerah Lingkungan Kepentinganpelabuhan yang merupakan bagian dari pelabuhan untuk melayanikepentingan sendiri sesuai dengan usaha pokoknya.
23.
Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) adalah wilayah perairan dan daratanpada pelabuhan atau terminal khusus yang digunakan secara langsung untukkegiatan pelabuhan.
24.
Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) adalah perairan di sekelilingdaerah lingkungan kerja perairan pelabuhan yang dipergunakan untukmenjamin keselamatan pelayaran.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->