Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
33Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Reformasi Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Daerah

Reformasi Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Daerah

Ratings: (0)|Views: 6,469|Likes:
Published by oktaglory

More info:

Published by: oktaglory on May 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/18/2013

pdf

text

original

 
Reformasi Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat danDaerah:
Tinjauan terhadap RUU Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah
Oleh:Armida S. Alisjahbana
*
Disampaikan pada“Lokakarya Nasional Mahasiswa Pascasarjana Sulawesi Tengah”Bandung, 24 April 1999
*
Ketua Jurusan Ekonomi dan Studi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Padjadjaran, Jl.DipatiUkur no. 35, Bandung 40132. Makalah ini merupakan revisi atas makalah: “Otonomi Daerah danPerimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah yang disampaikan penulis pada Seminar  Nasional “Platform untuk Masa Depan Ekonomi Indonesia” diselenggarakan oleh ISEI CabangBandungdan LPEM FE-UI, Bandung 25 Maret 1999.
 Reformasi Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah
2
Reformasi Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah:
Tinjauan terhadap RUU Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan DaerahOleh:Armida S. Alisjahbana
*
1.
Pendahuluan
RUU tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerahmerupakan respons pemerintah terhadap berbagai tuntutan masyarakat tentangreformasihubungan keuangan Pusat-Daerah. Tuntutan ini sangat gencar dilakukan oleh Daerah,terutama daerah-daerah yang kaya akan sumber daya alam. RUU ini merupakan penjabaran lebih lanjut dari Tap MPR nomor XV tentang penyelenggaraan OtonomiDaerah, Pengaturan, Pembagian dan Pemanfaatan Sumber Daya Nasional yang berkeadilan; serta Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah dalam Kerangka NegaraKesatuan Republik Indonesia. RUU ini disusun bersama-sama dengan RUU tentangPemerintahan Daerah yaitu RUU yang diharapkan akan mengganti kedudukanUndangundangnomor 5 tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di daerah danUndangundangnomor 5 tahun 1979 yang mengatur tentang Pemerintahan Desa.Baik RUU Pemerintahan Daerah maupun RUU tentang Perimbangan Keuanganantara Pemerintah Pusat dan Daerah saat ini sudah sampai pada tahap akhir  pembahasandi DPR. Bahkan RUU Pemerintahan Daerah sudah mendapat persetujuan DPR  beberapahari yang lalu untuk dijadikan Undang-undang. Dengan demikian kedua RUUdiperkirakan hendak dijadikan Undang-undang pada masa pemerintahan yangsekarang,sehingga tidak menunggu hasil Pemilihan Umum Juni 1999. Mengingat kedua RUUiniakan mengatur penyelenggaraan pemerintahan, khususnya pemerintahan daerah, yangdikaitkan dengan implikasi keuangan dari penyelenggaraan pemerintahan tersebut,maka
 
 berikut ini akan dibahas:
 pertama
, pola hubungan keuangan Pusat Daerah yang berlakuselama ini,
kedua,
 pokok-pokok RUU tentang Perimbangan Keuangan antaraPemerintahPusat dan Daerah termasuk pokok-pokok penyelenggaran otonomi daerah yang
*
Ketua Jurusan Ekonomi dan Studi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran, Jl.DipatiUkur no. 35, Bandung 40132.
 Reformasi Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah
3
mendasari RUU tersebut, dan
ketiga
, tinjauan atas RUU tentang PerimbanganKeuanganantara Pemerintah Pusat dan Daerah berdasarkan naskah Maret 1999 (serta beberapainformasi tambahan dari pembahasan RUU tersebut di DPR yang disiarkan mediamassa).
2. Pola hubungan keuangan Pusat-Daerah yang berlaku selama ini
Hubungan keuangan Pusat-Daerah yang berlaku selama ini dapat dilihat dari polasentralisasi baik dari segi penerimaan maupun pengeluaran pemerintah, seringkalidijumpainya kerancuan pembiayaan dalam pelaksanaan azas-azas penyelenggaran pemerintahan daerah, dan mekanisme transfer pemerintah pusat ke daerah yangsangatditentukan oleh keinginan pusat.Sentralisasi penerimaan dan pengeluaran pemerintahIndonesia sebagai negara kesatuan terdiri dari tiga tingkat pemerintahan: Pusat,Dati I, dan Dati II dimana pemerintah daerah mengemban tugas desentralisasi,dekonsentrasi, dan tugas perbantuan. Hal ini membawa konsekuensi pada hubungankeuangan antar tingkat pemerintahan yang ditandai oleh sentralisasi penerimaan dan pengeluaran pemerintah.Berdasarkan data tahun 1995/96, penerimaan pemerintah pusat (rutin dan pembangunan) merupakan 78 persen dari total penerimaan semua tingkatan pemerintahan(lihat Tabel 1). Hanya sekitar, masing-masing 10 persen yang merupakan penerimaanditingkat pemerintah Dati I dan Dati II.
Tabel 1Penerimaan Pemerintah Pusat, Dati I, dan Dati II(Rp. milyar)
Tingkat pemerintahan 1990-91 1995-96PusatDaerah Tingkat IDaerah Tingkat IIDesa49.451 (82,9%)5.455 (9,1%)4.117 (6,9%)660 (1,1%)78.024 (78%)11.313 (10,5%)11.203 (10,5%)990 (1%)Sumber: RAPBN berbagai tahun
 Reformasi Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah
 
4
Pola yang sama dapat kita amati untuk penerimaan pajak dan non-pajak menuruttingkatan pemerintahan. Pajak-pajak yang besar dan potensial, seperti: Pajak Penghasilan(PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Ekspor, Bea Masuk, Cukai merupakan pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat. Sumber penerimaan ini merupakansekitar 90 persen dari penerimaan total pemerintah di tahun 1995/96. Hanya sekitar 10 persen penerimaan total pemerintah yang berasal dari pendapatan di tingkat Dati I dan DatiII.Di sisi pengeluaran, kita juga melihat pola pengeluaran yang sentralistis, dimana pusat memiliki kewenangan yang besar dalam menentukan pengeluaran rutin dan pembangunan di setiap tingkatan pemerintahan termasuk di tingkat daerah.Mekanisme pemberian dana pemerintah pusat untuk pembiayaan pembangunan daerah terbagi kedalam:
Dana pengeluaran pembangunan Daftar Isian Proyek (DIP) sektoral APBN dibawahwewenang Bappenas dan departemen sektoral. Dana DIP yang merupakan bagianterbesar dari pembiayaan pembangunan yang berasal dari pusat, tidak melaluianggaran APBD dan peran serta partisipasi daerah sangat terbatas.
Sumbangan pemerintah dalam bentuk transfer Subsidi Daerah Otonom (SDO)untuk membiayai pengeluaran rutin Dati I dan Dati II, yang terdiri dari gaji pegawai negeri, belanja pegawai, dan belanja lainnya. Nilai transfer SDO merupakan rata-rata 75 persen dari total transfer berupa sumbangan dan bantuan pusat ke daerah.
Dana Inpres sebagai bantuan pembangunan yang diberikan pusat ke Dati I dan DatiIIyang terdiri dari Inpres umum (
block grant 
) dan Inpres khusus (
 specific grant 
). Nilai bantuan Inpres merupakan sekitar 25 persen dari nilai total transfer berupasumbangan dan bantuan pusat ke daerah.Disamping pembiayaan pembangunan daerah yang berasal dari pembiayaananggaran APBN untuk proyek DIP sektoral, dan pembiayaan Inpres bantuan pembangunan, sebagian pembiayaan juga bersumber dari daerah sendiri berupaPendapatan Asli Daerah (PAD). Meskipun persentase pembiayaan pembangunandaerahyang berasal dari PAD relatif kecil (sekitar 30 persen) dibandingkan dengan pembiayaanDIP sektoral dan Inpres bantuan pembangunan, tetapi sumber PAD memiliki arti yang
 Reformasi Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah
5
strategis karena digunakan untuk membiayai proyek/program pembangunan yangdirencanakan daerah sendiri.Dengan pola pengembalian dana yang ditarik Pusat ke Daerah serta PendapatanAsli Daerah yang berlaku selama ini, maka dari total penerimaan negara di seluruhtingkatan pemerintahan yang kembali ke daerah adalah sekitar 25 persen dengan perincian sebagai berikut (Depdagri, 1998):
SDO:12 persen
Inpres (sekarang Bantuan Pembangunan Daerah): 7 persen
Bagi hasil pajak dan bukan pajak: 0,3 persen

Activity (33)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Devi Kusmira liked this
Pahruddin Samsia liked this
Khuza Sagitarius liked this
Masna Aja Deh liked this
Gubes Nhana liked this
Akhirman Herman liked this
Yus Malizar liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->