Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
20Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KERAJAAN BANJAR

KERAJAAN BANJAR

Ratings: (0)|Views: 1,782 |Likes:
Published by Syarif Hadiyani

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Syarif Hadiyani on May 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2013

pdf

text

original

 
Kesultanan Banjar1
Kesultanan Banjar
Kesultanan Banjar
 Lokasi ibu kota terakhir Kesultanan Banjar tahun 1860 di Kampung Sungai Mesa, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Berdiri
1526-1860
Didahului oleh
Kerajaan Negara Daha
Digantikan oleh
Pagustian
Ibu kota
Kuin, BanjarmasinMuara Tambangan, MartapuraBatang Banyu, MartapuraKayu Tangi (Karang Intan)Sungai Mesa, Banjarmasin
Bahasa
Banjar
Agama
Islam
 
Sunni
 
mazhab Syafi'i (resmi)KaharinganKonghucuNasrani
Pemerintahan
-Sultan pertama-Sultan terakhirMonarkiSultan Suriansyah (1526-1550)Sultan
 
Muhammad Seman (1862-1905)
Sejarah
-Didirikan-Zaman kejayaan-Krisis suksesi15261626-18571857
 
Kesultanan Banjar2
Profil Bangsawan Banjar sekitar tahun 1850 koleksiMuseum Lambung Mangkurat.Profil gadis Banjar sekitar tahun 1850 koleksi MuseumLambung Mangkurat.
Kesultanan Banjar
(24 September 1526 s.d 11 Juni 1860) adalahkesultanan yang terdapat di Kalimantan Selatan. Kesultanan inisemula beribukota di Banjarmasin kemudian dipindahkan keMartapura dan sekitarnya (kabupaten Banjar). Ketika beribukotadi Martapura disebut juga Kerajaan Kayu Tangi.Ketika ibukotanya masih di Banjarmasin, maka kesultanan inidisebut
Kesultanan Banjarmasin
. Kesultanan Banjar merupakanpenerus dari Kerajaan Negara Daha yaitu kerajaan Hindu yangberibukota di kota Negara, sekarang merupakan ibukotakecamatan Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan.
Sejarah
Menurut mitologi suku Maanyan suku tertua di KalimantanSelatan kerajaan pertama adalah Kerajaan Nan Sarunai yangdiperkirakan wilayah kekuasaannya terbentang luas mulai daridaerah Tabalong hingga ke daerah Pasir. Keberadaan mitologiMaanyan yang menceritakan tentang masa-masa keemasanKerajaan Nan Sarunai sebuah kerajaan purba yang dulunyamempersatukan etnis Maanyan di daerah ini dan telah melakukanhubungan dengan pulau Madagaskar. Salah satu peninggalanarkeologis yang berasal dari zaman ini adalah Candi Agung yangterletak di kota Amuntai. Pada tahun 1996, telah dilakukanpengujian C-14 terhadap sampel arang Candi Agung yangmenghasilkan angka tahun dengan kisaran 242-226 SM(Kusmartono dan Widianto, 1998:19-20).Menilik dari angka tahun dimaksud maka Kerajaan NanSarunai/Kerajaan Tabalong/Kerajaan Tanjungpuri usianya lebihtua 600 tahun dibandingkan dengan Kerajaan Kutai Martapura diKalimantan Timur.Menurut Hikayat Sang Bima, wangsa yang menurunkan raja-rajaBanjar adalah Sang Dewa (Sadewa) bersaudara dengan wangsayang menurunkan raja-raja Bima (Sang Bima), raja-raja Bali,raja-raja Makassar yang terdiri lima bersaudara Pandawa (SangBima, Sang Dewa, Sang Kula,..).Sesuai Tutur Candi (Hikayat Banjar versi II), di KalimantanSelatan telah berdiri suatu pemerintahan dari dinasti kerajaan(keraton) yang terus menerus berlanjut hingga daerah inidigabungkan ke dalam Hindia Belanda sejak 11 Juni 1860, yaitu :1.Keraton awal disebut Kerajaan Kuripan2.Keraton I disebut Kerajaan Negara Dipa3.Keraton II disebut Kerajaan Negara Daha4.Keraton III disebut Kesultanan Banjar5.Keraton IV disebut Kerajaan Martapura/Kayu TangiMaharaja Sukarama, Raja Negara Daha telah berwasiat agar penggantinya adalah cucunya Raden Samudera, anak dari putrinya Puteri Galuh Intan Sari. Ayah dari Raden Samudera adalah Raden Manteri Jaya, putra dari Raden
 
Kesultanan Banjar3Begawan, saudara Sukarama. Wasiat tersebut menyebabkan Raden Samudera terancam keselamatannya karena paraPangeran juga berambisi sebagai pengganti Sukarama yaitu Pangeran Bagalung, Pangeran Mangkubumi danPangeran Tumenggung. Sepeninggal Sukarama, Pangeran Mangkubumi putra Sukarama menjadi Raja Negara Daha,selanjutnya digantikan Pangeran Tumenggung yang juga putra Sukarama. Raden Samudera sebagai kandidat rajadalam wasiat Sukarama terancam keselamatannya, tetapi berkat pertolongan Arya Taranggana, mangkubumikerajaan Daha, ia berhasil lolos ke hilir sungai Barito, kemudian ia dijemput oleh Patih Masih (Kepala KampungBanjarmasih) dan dijadikan raja Banjarmasih sebagai upaya melepaskan diri dari Kerajaan Negara Daha denganmendirikan bandar perdagangan sendiri dan tidak mau lagi membayar upeti. Pangeran Tumenggung, raja terakhirKerajaan Negara Daha akhirnya menyerahkan regalia kerajaan kepada keponakannya Pangeran Samudera, Raja dariBanjarmasih. Setelah mengalami masa peperangan dimana Banjar mendapat bantuan dari daerah pesisir Kalimantandan Kesultanan Demak. Hasil akhirnya kekuasaan kerajaan beralih kepada Pangeran Samudera yang menjadimenjadi Sultan Banjar yang pertama, sementara Pangeran Tumenggung mundur ke daerah Alay di pedalamandengan seribu penduduk.Kesultanan Banjar mulai mengalami masa kejayaan pada dekade pertama abad ke-17 dengan lada sebagai komoditasdagang, secara praktis barat daya, tenggara dan timur pulau Kalimantan membayar upeti pada kerajaan Banjarmasin.Sebelumnya Kesultanan Banjar membayar upeti kepada Kesultanan Demak, tetapi pada masa Kesultanan Pajangpenerus Kesultanan Demak, Kesultanan Banjar tidak lagi mengirim upeti ke Jawa.Supremasi Jawa terhadap Banjarmasin, dilakukan lagi oleh Tuban pada tahun 1615 untuk menaklukkan Banjarmasindengan bantuan Madura dan Surabaya, tetapi gagal karena mendapat perlawanan yang sengit.Sultan Agung dari Mataram (1613
 – 
1646), mengembangkan kekuasaannya atas pulau Jawa dengan mengalahkanpelabuhan-pelabuhan pantai utara Jawa seperti Jepara dan Gresik (1610), Tuban (1619), Madura (1924) danSurabaya (1625). Pada tahun 1622 Mataram kembali merencanakan program penjajahannya terhadap kerajaansebelah selatan, barat daya dan tenggara pulau Kalimantan, dan Sultan Agung menegaskan kekuasaannya atasKerajaan Sukadana tahun 1622.Seiring dengan hal itu, karena merasa telah memiliki kekuatan yang cukup dari aspek militer dan ekonomi untuk menghadapi serbuan dari kerajaan lain, Sultan Banjar mengklaim Sambas, Lawai, Sukadana, Kotawaringin,Pembuang, Sampit, Mendawai, Kahayan Hilir dan Kahayan Hulu, Kutai, Pasir, Pulau Laut, Satui, Asam Asam,Kintap dan Swarangan sebagai vazal dari kerajaan Banjarmasin, hal ini terjadi pada tahun 1636.Sejak tahun 1631 Banjarmasin bersiap-siap menghadapi serangan Kesultanan Mataram, tetapi karena kekuranganlogistik, maka rencana serangan dari Kesultanan Mataram sudah tidak ada lagi. Sesudah tahun 1637 terjadi migrasidari pulau Jawa secara besar-besaran sebagai akibat dari korban agresi politik Sultan Agung. Kedatangan imigrandari Jawa mempunyai pengaruh yang sangat besar sehingga pelabuhan-pelabuhan di pulau Kalimantan menjadi pusatdifusi kebudayaan Jawa.Disamping menghadapi rencana serbuan-serbuan dari Mataram, kesultanan Banjarmasin juga harus menghadapikekuatan Belanda.Sebelum dibagi menjadi beberapa daerah (kerajaan kecil), wilayah asal Kesultanan Banjar meliputi provinsiKalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, sebelah barat berbatasan dengan Kerajaan Tanjungpura dan sebelahtimur berbatasan dengan Kesultanan Pasir. Pada daerah-daerah pecahan tersebut, rajanya bergelar Pangeran, hanya diKesultanan Banjar yang berhak memakai gelar Sultan. Kesultanan-kesultanan lainnya mengirim upeti kepadaKesultanan Banjar, termasuk Kesultanan Pasir yang ditaklukan tahun 1636 dengan bantuan Belanda.

Activity (20)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Adi Setiawan liked this
Danang Wibowo liked this
Cha Meymey liked this
Ai Inun liked this
Rida Yoona liked this
Lita Luthfiyanti liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->