Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
53Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
SUKU BANJAR

SUKU BANJAR

Ratings: (0)|Views: 4,658 |Likes:
Published by Syarif Hadiyani

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Syarif Hadiyani on May 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/08/2013

pdf

text

original

 
Suku Banjar1
Suku Banjar
Suku BanjarJumlah populasi
kurang lebih
2,5 juta
.
Kawasan dengan jumlah penduduk yang signifikan
Kalimantan Selatan:
2.271.586
(2000).
Bahasa
Banjar, Indonesia, Melayu, dan lain-lain.
Agama
Islam.
Kelompok etnis terdekat
Melayu, Kutai, Jawa, Dayak ( Bukit, Bakumpai, Ngaju, Maanyan, Lawangan, )
Profil pembesar Kerajaan Banjar sekitar tahun 1850koleksi Museum Lambung Mangkurat.
Sukubangsa Banjar
adalah suku bangsa yang menempatisebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, sebagianKalimantan Timur dan sebagian Kalimantan Tengah terutamakawasan dataran dan bagian hilir dari Daerah Aliran Sungai (DAS)di wilayah tersebut. Suku bangsa Banjar berasal dari daerah Banjaryaitu wilayah inti dari Kesultanan Banjar meliputi DAS Baritobagian hilir, DAS Bahan (Negara), DAS Martapura dan DASTabanio. Kesultanan Banjar sebelumnya meliputi wilayah provinsiKalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, kemudian terpecah disebelah barat menjadi kerajaan Kotawaringin yang dipimpinPangeran Dipati Anta Kasuma dan di sebelah timur menjadikerajaan Tanah Bumbu yang dipimpin Pangeran Dipati Tuha yangberkembang menjadi beberapa daerah : Sabamban, Pegatan,Koensan, Poelau Laoet, Batoe Litjin, Cangtoeng, Bangkalaan,Sampanahan, Manoenggoel, dan Tjingal. Wilayah KalimantanTengah dan Kalimantan Timur merupakan tanah rantau primer,selanjutnya dengan budaya
madam
, orang Banjar merantau hinggake luar pulau.
 
Suku Banjar2Menurut Alfani Daud (1997), suku bangsa Banjar adalah suku asli sebagian besar wilayah Provinsi KalimantanSelatan, kecuali di Kabupaten Kota Baru.
Asal usul suku Banjar
Suku bangsa Banjar diduga berintikan penduduk asal Sumatera atau daerah sekitarnya, yang membangun tanah airbaru di kawasan ini sekitar lebih dari seribu tahun yang lalu. Setelah berlalu masa yang lama sekali akhirnya,-setelahbercampur dengan penduduk yang lebih asli, yang biasa dinamakan sebagai suku Dayak, dan denganimigran-imigran yang berdatangan belakangan-terbentuklah setidak-tidaknya tiga subsuku, yaitu
(Banjar)Pahuluan
,
(Banjar) Batang Banyu
, dan
Banjar (Kuala).Orang Pahuluan
pada asasnya ialah penduduk daerah lembah-lembah sungai (cabang sungai Negara) yang berhuluke pegunungan Meratus,
orang Batang Banyu
mendiami lembah sungai Negara, sedangkan
orang Banjar
(Kuala)mendiami sekitar Banjarmasin (dan Martapura).Bahasa yang mereka kembangkan dinamakan bahasa Banjar, yang pada asasnya adalah bahasa Melayu Sumateraatau sekitarnya-, yang di dalamnya terdapat banyak kosa kata asal Dayak dan asal Jawa.Nama
Banjar
diperoleh karena mereka dahulu-sebelum dihapuskan pada tahun 1860, adalah warga KesultananBanjarmasin atau disingkat
Banjar
, sesuai dengan nama ibukotanya pada mula berdirinya. Ketika ibukotadipindahkan ke arah pedalaman, terakhir di Martapura, nama tersebut nampaknya sudah baku atau tidak berubahlagi.
Banjar Pahuluan
Sangat mungkin sekali pemeluk Islam sudah ada sebelumnya di sekitar keraton yang dibangun di Banjarmasin, tetapipengislaman secara massal diduga terjadi setelah raja, Pangeran Samudera yang kemudian dilantik menjadi SultanSuriansyah, memeluk Islam diikuti warga kerabatnya, yaitu
bubuhan raja-raja
. Perilaku raja ini diikuti elit ibukota,masing-masing tentu menjumpai penduduk yang lebih asli, yaitu suku
Dayak Bukit
, yang dahulu diperkirakanmendiami lembah-lembah sungai yang sama. Dengan memperhatikan bahasa yang dikembangkannya, suku Dayak Bukit adalah satu asal usul dengan cikal bakal suku Banjar, yaitu sama-sama berasal dari Sumatera atau sekitarnya,tetapi mereka lebih dahulu menetap. Kedua kelompok masyarakat Melayu ini memang hidup bertetangga tetapi,setidak-tidaknya pada masa permulaan, pada asasnya tidak berbaur.Jadi meskipun kelompok 
suku Banjar (Pahuluan)
membangun pemukiman di suatu tempat, yang mungkin tidak terlalu jauh letaknya dari
balai
suku
Dayak Bukit
, namun masing-masing merupakan kelompok yang berdiri sendiri.Untuk kepentingan keamanan, dan atau karena memang ada ikatan kekerabatan, cikal bakal
suku Banjar
membentuk komplek pemukiman tersendiri.Komplek pemukiman cikal bakal
suku Banjar (Pahuluan)
yang pertama ini merupakan komplek pemukiman
bubuhan
, yang pada mulanya terdiri dari seorang tokoh yang berwibawa sebagai kepalanya, dan warga kerabatnya,dan mungkin ditambah dengan keluarga-keluarga lain yang bergabung dengannya.Model yang sama atau hampir sama juga terdapat pada masyarakat
balai
di kalangan masyarakat
Dayak Bukit
, yangpada asasnya masih berlaku sampai sekarang. Daerah lembah sungai-sungai yang berhulu di Pegunungan Meratus ininampaknya wilayah pemukiman pertama masyarakat Banjar, dan di daerah inilah konsentrasi penduduk yang banyak sejak zaman kuno, dan daerah inilah yang dinamakan
Pahuluan
. Apa yang dikemukakan di atas menggambarkanterbentuknya masyarakat (Banjar) Pahuluan, yang tentu saja dengan kemungkinan adanya unsur
Dayak Bukit
ikutmembentuknya
 
Suku Banjar3
Banjar Batang Banyu
Masyarakat (Banjar) Batang Banyu terbetuk diduga erat sekali berkaitan dengan terbentuknya pusat kekuasaan yangmeliputi seluruh wilayah Banjar, yang barangkali terbentuk mula pertama di hulu sungai Negara atau cabangnyayaitu sungai Tabalong. Selaku warga yang berdiam di ibukota tentu merupakan kebanggaan tersendiri, sehinggamenjadi kelompok penduduk yang terpisah.Daerah tepi sungai Tabalong adalah merupakan tempat tinggal tradisional dari
suku Dayak Maanyan
(dan
Lawangan
), sehingga diduga banyak yang ikut serta membentuk subsuku
Batang Banyu
, di samping tentu sajaorang-orang asal
Pahuluan
yang pindah ke sana dan para pendatang yang datang dari luar.Bila di
Pahuluan
umumnya orang hidup dari bertani (subsistens), maka banyak di antara penduduk 
Batang Banyu
yang bermata pencarian sebagai pedagang dan pengrajin.
Banjar Kuala
Ketika pusat kerajaan dipindahkan ke
Banjarmasin
(terbentuknya Kesultanan Banjarmasin), sebagian warga
Batang Banyu
(dibawa) pindah ke pusat kekuasaan yang baru ini dan, bersama-sama dengan penduduk sekitarkeraton yang sudah ada sebelumnya, membentuk subsuku
Banjar
.Di kawasan ini mereka berjumpa dengan suku
Dayak Ngaju
, yang seperti halnya dengan dengan masyarakat
Dayak Bukit
dan masyarakat
Dayak Maanyan
atau
Lawangan
, banyak di antara mereka yang akhirnya meleburke dalam masyarakat Banjar, setelah mereka memeluk agama Islam.Mereka yang bertempat tinggal di sekitar ibukota kesultanan inilah sebenarnya yang dinamakan atau menamakandirinya
 orang Banjar
, sedangkan masyarakat
Pahuluan
dan masyarakat
Batang Banyu
biasa menyebut dirinyasebagai orang (asal dari) kota-kota kuno yang terkemuka dahulu. Tetapi bila berada di luar Tanah Banjar, mereka itutanpa kecuali mengaku sebagai orang Banjar.(Alfani Daud, Islam dan Asal Usul Masyarakat Banjar)
Inti Suku Banjar
Menurut Alfani Daud (Islam dan Masyarakat Banjar, 1997), inti suku Banjar adalah para pendatang Melayu dariSumatera dan sekitarnya, sedangkan menurut Idwar Saleh justru penduduk asli suku Dayak (yang kemudianbercampur membentuk kesatuan politik sebagaimana Bangsa Indonesia dilengkapi dengan bahasa Indonesia-nya).Menurut IdwarSaleh (Sekilas Mengenai Daerah Banjar dan Kebudayaan Sungainya Sampai Akhir Abad ke-19, 1986): " Demikian kita dapatkan keraton keempat adalah lanjutan dari kerajaan Daha dalam bentuk kerajaan BanjarIslam dan berpadunya suku Ngaju, Maanyan dan Bukit sebagai inti. Inilah penduduk Banjarmasih ketika tahun 1526didirikan. Dalam amalgamasi (campuran) baru ini telah bercampurunsur Melayu, Jawa, Ngaju, Maanyan, Bukit dan suku kecil lainnya diikat oleh agama Islam, berbahasa Banjar dan adat istiadat Banjarolehdifusikebudayaanyang ada dalam keraton....Di sinikita dapatkan bukan suku Banjar, karena kesatuan etnik itu tidak ada, yang ada adalah grup atau kelompok besar yaitu kelompok Banjar Kuala, kelompok BanjarBatang Banyu dan Banjar Pahuluan. Yang pertama tinggal di daerah Banjar Kuala sampaidengan daerah Martapura. Yang k edua tinggal di sepanjang sungai Tabalong dari muaranya di sungai Barito sampai dengan Kelua. Yang ketiga tinggal di kaki pegununganMeratus dari Tanjung sampai Pelaihari. Kelompok Banjar Kuala berasal dari kesatuan-etnik Ngaju, kelompok BanjarBatang Banyu berasal dari kesatuan-etnik Maanyan, kelompok Banjar Pahuluan berasal dari kesatuan-etnik Bukit.Ketiga ini adalah intinya. Mereka menganggap lebih beradab dan menjadi kriteria dengan yang bukan Banjar, yaitugolongan Kaharingan, dengan ejekan orang Dusun, orang Biaju, Bukit dan sebagainya".Selanjutnya menurut Idwar Saleh (makalah Perang Banjar 1859-1865, 1991): "Ketika Pangeran Samuderamendirikan kerajaan Banjar ia dibantu oleh orang Ngaju, dibantu patih-patihnya seperti patih Balandean, PatihBelitung, Patih Kuwin dan sebagainya serta orang Bakumpai yang dikalahkan. Demikian pula penduduk Daha yangdikalahkan sebagian besar orang Bukit dan Manyan. Kelompok ini diberi agama baru yaitu agama Islam, kemudian

Activity (53)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Dimas Ramadhani liked this
Haris Firdaus liked this
Nurul Iman liked this
Adib Muntasir liked this
Adib Muntasir liked this
Adib Muntasir liked this
fiantiiii liked this
liancnainggolan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->