Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
9Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Etika Menurut Imam Al

Etika Menurut Imam Al

Ratings: (0)|Views: 1,112|Likes:

More info:

Published by: Dr. Munirul Abidin, M.Ag on May 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/14/2013

pdf

text

original

 
Etika Menurut Imam Al-Ghazali
Bisa dikatakan, Al-Ghazali adalah orang pertama yang memproklamirkan kajiantentang etika. Studi-studi tentang etika sebelumnya tidak begitu sempurnasampai akhirnya beliau menggelutinya dengan memberikan penjelasan dansistematika yang runtut dan pemahaman yang mendalam. Dialah orang Islamyang pertama kali membukukan disiplin etika dengan kajian filosofis. Beliaumenyusunnya berdasarkan semangat keislaman sufistik dan menggunakanberbagai studi filosofis. Al-Ghazali memberikan nama ilmu ini dengan beberapanama seperti, “Ilmu Jalan Menuju Akhirat”, “Ilmu Akhlak”, “Rahasia-rahasiainteraksi keagamaan” dan juga “Akhlak orang-orang baik”. Ilmu etika menurutImam Al-Ghazali merupakan ilmu praktis dan bukan ilmu melalui prosespenyingkapan. Ilmu etika adalah ilmu yang membahas tentang amal perbuatanlahiriyah dan apa yang seharusnya dilakukan oleh seseorang agar perilakunyasesuai dengan semangat syariat
.
Menurut Imam Al-Ghazali akhlak memiliki empat makna
:1.
Perbuatan baik dan buruk
.2.
Kemampuan untuk melakukan keduanya
3.
Kemampuan untuk mengetahui keduanya
.4.
Kecenderungan jiwa kepada perbuatan baik dan buruk
.
 Teori Al-Ghazali ini sejalan dengan empat teori keutamaan (
summum bonum)
yang yang diserukan oleh Plato yaitu: hikmah (
wisdom
) kebijaksanan, keberanian,kesucian dan keadilan. Beliau berpandangan bahwa keutamaan merupakanmoderasi antara dua ekstrimitas yang juga dikembangkan oleh Aritoteles. Beliauberkata
,
Barang siapa yang mampu menyeimbangkan perkara ini dan mampumenjadikan itu sebagai kebiasaanya maka itulah yang disebut dengan akhlakbaik secara mutlak, dan barang siapa yang mampu melakukan itu sebagiannyasaja sedangkan sebagian yang lain tidak dilakukan maka itu termasuk akhlakbaik. Artinya orang yang memperbaiki beberapa bagiannya saja tanpa yanglain, dan memperbaiki potensi amarahnya, serta menyeimbangkannya disebutsifat baik, sedangkan orang yang memperbaiki potensi syahwat danmenyeimbangkannya dianggap telah menjaga kehormatan. Jika potensiamarah lebih dominan daripada penyeimbang yang membawa kepada semakinbertambahnya syahwat disebut ektrim. Jika potensi amarah cenderungsemakin mengendor maka itu disebut penakut dan dianggap sebagai sebuahkelemahan. Jika potensi syahwat cenderung bertambah maka yang demikianitu disebut tamak atau loba. Jika potensi syahwat cenderung melemah makayang demikian itu disebut statis, sedangkan sifat statis termasuk sifat yanghina dan tercela. Sifat adil, jika telah hilang, tidak bertambah dan tidak pulaberkurang, bahkan memiliki satu benturan dan kontradiksi yang disebutperbuatan menyimpang (
 zhalim
). Jadi, inti dari akhlak dengan semua prinsipfundamentalnya ada empat macam yaitu: hikmah (wisdom), kebijaksanaan,keberaniaan, menjaga kehormatan dan bersikap adil
.
Hikmah adalah kondisi jiwa yang dapat mengetahui perbuatan baik dariperbuatan salah pada semua perbuatan yang telah dipilih oleh seseorang. Yang kami maksud dengan keadilan adalah kondisi atau kemampuan jiwamendeteksi perasaan marah dan syahwat serta dapat membawa keduanya kepuncak hikmah, mendeteksi keduanya secara bebas dan mampu menekannyasesuai dengan kebutuhannya. Sedangkan yang kami maksud dengankeberanian adanya kekuatan amarah yang berawal dari rasio dalammenunjukkan sekaligus mengisinya. Sedangkan yang kami maksud dengan
iffah
adalah meminjam potensi syahwat dengan manajemen akal danmanajemen agama. Keseimbangan dari prinsip-prinsip ini semuanya akanmemunculkan akhlak yang baik
.
Keutamaan-keutamaan ini telah menyatu dengan ajaran Islam, semua nilaiyang terambil dari moto Islam merujuk kepadanya, seperti sifat kasih sayang,emansipasi, keberagamaan, dan keadilan, bukan didasarkan atas

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Zuhairee Hmy liked this
Isiara Tahir liked this
Jhon Hasibuan liked this
frilantik liked this
abd_mughits86 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->