Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
137Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Pergaulan Bebas

Makalah Pergaulan Bebas

Ratings:

2.75

(4)
|Views: 19,110 |Likes:
Published by nur abdillah

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: nur abdillah on May 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2013

pdf

text

original

 
Pengertian Pergaulan Bebas (Free Sex)
Sex bebasadalah hubungan sexualyang di lakukan pra nikah (tanpa menikah) atau sebuah hubungan pergaulan yangsering berganti pasangan.
UPAYA PENGHAMBATAN AIDS/HIV
 
Untuk menghambat penyebaran HIV/AIDSagar tidak semakin menjalar di negeri ini,haruslah kita mengetahui apa yang menjadi penyebab utama penyebaran virus HIVdiantaranya:
Penyalahgunaan Narkoba Beresiko Terinfeksi HIV Karena Seks Bebas.Umumnya penderita tertular virus HIV melalui penggunaan jarum suntik bersamadan aktif melakukan seks bebas akibat“loss control”sehingga resiko tertular virus HIV semakin tinggi.
Penularan HIV/AIDS Sebagai Akibat “Efek Spiral” Perilaku Seks Bebas yaitumelalui transfusi darah,ASI, alat-alat kedokteran, hubungan suami isteri yangsudah tertular karena seks bebas. Sehingga tidaklah heran, apabila banyakditemukan3000 bayi lahir dengan mengidap HIVpositif. Keempat, MewaspadaiPenularan Virus HIV Melalui ODHA. Penularan virus HIV ternyata dapat terjadiapabila ada kontak antara cairan tubuh ODHA (terutama darah, semen, sekresivagina dan ASI) dengan luka terbuka pada seseorang yang sehat walaupunberupa luka kecil. Sedangkan caira tubuh lain seperti urine, air mata, air ludah,keringat dan feses tergolong penularanHIV berisiko rendah selama tidak terkontaminasi oleh darah ODHA.
Mengatasi Perilaku Seks Bebas
Beberapa saat yang lalu, salah satu media lokal menurunkan sebuah berita tentanghasil penelitian yang cukup mengagetkan, yaitu penelitian tentang perilaku seks bebas
1
 
di antara generasi muda. Penelitian tersebut mengungkap perilaku seks bebas generasiyang menamakan dirinya anak baru gede alias ABG. Data penelitian tersebutmenunjukkan bahwa ternyata di kalangan remaja bangsa Indonesia, bangsa yang ber-Ketuhanan yang Maha Esa, 50 persen dari 474 remaja yang dijadikan samplepenelitian, ternyata mengaku telah melakukan hubungan seks tanpa nikah. Yang lebihmengagetkan lagi karena ternyata 40 persen di antara mereka melakukan hubunganseks tersebut pertama kali justru dilakukan di rumah sendiri. Banyak komentar danpertanyaan muncul seiring dengan terungkapnya fenomena sosial yang telah menjadirealitas sangat memprihatinkan. Ya, itulah kenyataan hidup yang harus diterima.Dari sekian banyak pertanyaan seputar masalah perilaku remaja yang dinilaimenyimpang tersebut, ada dua pertanyaan mendasar yang perlu segera dijawab, yaituapa penyebab perilaku seks bebas tersebut, dan bagaimana cara mengatasinya? Duahal yang tidak bisa dibiarkan menggantung, melainkan harus didapatkan jawabansekaligus solusi atas fenomena yang tidak sepantasnya dibiarkan. * Penyebab PerilakuSeks Bebas.*Menurut beberapa penelitian, cukup banyak faktor penyebab remaja melakukan perilakuseks bebas. Salah satu di antaranya adalah akibat atau pengaruh mengonsumsiberbagai tontonan. Apa yang ABG tonton, berkorelasi secara positif dan signifikandalam membentuk perilaku mereka, terutama tayangan film dan sinetron, baik film yangditonton di layar kaca maupun film yang ditonton di layar lebar.Disyukuri memang karena ada kecenderungan dunia perfilman Indonesia mulai bangkitkembali, yang ditandai dengan munculnya beberapa film Indonesia yang laris dipasaran. Sebutlah misalnya, film Ada Apa Dengan Cinta, Eiffel I’m in Love, 30 HariMencari Cinta, serta Virgin. Tetapi rasa syukur itu seketika sirna seiring denganmunculnya dampak yang ditimbulkan dari film tersebut. Terutama terhadap penontonusia remaja.Menurut hemat saya, film-film yang disebutkan tadi laris di pasaran bukan karena mutupembuatan filmnya akan tetapi lebih karena film tersebut menjual kehidupan remaja,bahkan sangat mengeksploitasi kehidupan remaja. Film tersebut diminati oleh banyakremaja ABG bukan karena mutu cinematografinya, melainkan karena alur cerita filmtersebut mengangkat sisi kehidupan percintaan remaja masa kini. Film tersebut diminatiremaja ABG, karena banyak mempertontonkan adegan-adegan syur dengan membawa
2
 
pesan-pesan gaya pacaran yang sangat berani dan secara terang-terangan melanggar norma sosial kemasyarakatan, apalagi norma agama.Sebagai pendidik, saya sulit dan amat sulit memahami apa sesungguhnya misi yangingin disampaikan oleh film tersebut terhadap penontonnya. Bukan saja karena tidakmenggambarkan keadaan sebenarnya yang mayoritas remaja bangsa Indonesia, tetapi juga karena ia ditonton oleh anak-anak yang belum dapat memberi penilaian baik danburuk. Mereka baru mampu mencontoh apa yang terhidang. Akibatnya, remajamencontoh gaya pacaran yang mereka tonton di film. Akibatnya pacaran yang dibumbuidengan seks bebaspun akhirnya menjadi kebiasaan yang populer di kalangan remaja.Maka, muncullah patologi sosial seperti hasil penelitian di atas.Hal kedua yang menjadi penyebab seks bebas di kalangan remaja adalah faktolingkungan, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan pergaulan. Lingkungankeluarga yang dimaksud adalah cukup tidaknya pendidikan agama yang diberikanorangtua terhadap anaknya. Cukup tidaknya kasih sayang dan perhatian yang diperolehsang anak dari keluarganya. Cukup tidaknya keteladanan yang diterima sang anak dariorangtuanya, dan lain sebagainya yang menjadi hak anak dari orangtuanya. Jika tidak,maka anak akan mencari tempat pelarian di jalan-jalan serta di tempat-tempat yangtidak mendidik mereka. Anak akan dibesarkan di lingkungan yang tidak sehat bagipertumbuhan jiwanya. Anak akan tumbuh di lingkungan pergaulan bebas.Dalam lingkungan pergaulan remaja ABG, ada istilah yang kesannya lebih mengarahkepada hal negatif ketimbang hal yang positif, yaitu istilah “Anak Gaulâ€
. Istilah inimenjadi sebuah ikon bagi dunia remaja masa kini yang ditandai dengan nongkrong dikafe, mondar-mandir di mal, memahami istilah bokul, gaya fun, berpakaian serba sempitdan ketat kemudian memamerkan lekuk tubuh, dan mempertontonkan bagian tubuhnyayang seksi.Sebaliknya mereka yang tidak mengetahui dan tidak tertarik dengan hal yangdisebutkan tadi, akan dinilai sebagai remaja yang tidak gaul dan kampungan. Akibatnya,remaja anak gaul inilah yang biasanya menjadi korban dari pergaulan bebas, diantaranya terjebak dalam perilaku seks bebas.Melihat fenomena ini, apa yang harus kita lakukan dalam upaya menyelamatkangenerasi muda? Ada beberapa solusi, di antaranya:
Pertama,
membuat regulasi yang dapat melindungi anak-anak dari tontonan yangtidak mendidik. Perlu dibuat aturan perfilman yang memihak kepada pembinaan moral
3

Activity (137)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Is Bèllö liked this
Auliya Fahma liked this
Rahum Haysnaid liked this
caranya downloadx itu gimanya...??????????????? ghak asyik log gini.............
Cep Cepi Cipta liked this
Achmad Darodjat liked this
Achmad Darodjat liked this
Venny Khodijah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->