Karena kejadian itu, Siti Nurbaya oleh datuk Maringgih diusir, karena dianggap telah mencorengnama baik keluarganya dan adat istiadat. Siti Nurbaya kembali ke kampunyanya danm tinggal bersama bibinya. Sementara Samsulbahri yang ada di Jakarta hatinya hancur dan penuh dendamkepada Datuk Maringgih yang telah merebut kekasihnya. Siti Nurbaya menyusul kekasihnya keJakarta, naumun di tengah perjalanan dia hampir meninggal dunia, ia terjatuh kelaut karena adaseseorang yang mendorongnya. Tetapi Siti Nurbaya diselamatkan oleh seseorang yang telahmemegang bajunya hingga dia tidak jadi jatuh ke laut.Rupanya, walaupun dia selamat dari marabahaya tersebut, tetapi marabahaya sberikutnyemenunggunya di daratan. Setibanya di Jakarta, Siti Nurbaya ditangkap polisi, karena surattelegram Datuk Maringgih yang memfitnah Siti Nurbaya bahwa dia ke Jakarta telah membawalari emasnya atau hartanya.Samsulbahri berusaha keras meolong kekasihnya itu agar pihak pemerintah mengadili Siti Nirbaya di Jakarta saja, bukan di Padang seperti permintaan Datuk Maringgih. Namun usahanyasia-sia, pengadilan tetap akan dilaksanakan di Padang. Namun karena tidak terbukti Siti Nurbaya bersalah akhirnya dia bebas.Beberapa waktu kemudian. Samsulbahri yang sudah naik pangkat menjadi letnan dikirim oleh pemerintah ke Padang untuk membrantas para pengacau yang ada di daerah padang. Para pengacau itu rupanya salah satunya adalah Datuk Maringgih, maka terjadilah pertempuran sengitantara orang-orang Letnan Mas (gelar Samsulbahri) dengan orang-orang Datuk Maringgih.Letnan Mas berduel dengan Datuk Maringgih. Datuk Maringgih dihujani peluru oleh LentanMas, namun sebelum itu datuk Maringgih telah sempat melukai lentan Mas dengan pedangnya.Datuk Maringgih meninggal ditempat itu juga, sedangkan letan mas dirawat di rumah sakit.Sewaktu di rumah sakit, sebelum dia meninggal dunia, dia minta agar dipertemukan denganayahnya untuk minta maaf atas segala kesalahannya. Ayah Samsulbahri juga sangat menyesaltelah mengata-ngatai dia tempo dulu, yaitu ketika kejadian Samsulbahri memukul Datuk Maringgih dan mengacau keluarga orang yang sangat melanggar adat istiadat dan memalukanitu. Setelah berhasil betemu dengan ayahnya, Samsulbahripun meninggal dunia. Namun,sebelum meninggal dia minta kepada orangtuanya agar nanti di kuburkan di Gunung Padangdekat kekasihnya Siti Nurbaya. Perminataan itu dikabulkan oleh ayahnya, dia dikuburkan diGunung Padang dekat dengan kuburan kekasihnya Siti Nurbaya. Dan di situlah kedua kekasih ini bertemu terakhir dan bersama untuk selama-lamanya.Dengan maksud yang licik Datuk Maringgih meminjamkan uangnya pada Baginda Sulaiman.Berkat pinjangan uang dari Datuk Maringgih tersebut, usaha dagang Baginda maju pesat. Namunsayang, rupanya Datuk Maringgih menjadi iri hati melihat kemajuan dagang yang dicapai olehBaginda Sulaiman ini, maka dengan seluruh orang suruhanya, yaitu pendekar lima, pendekar empat serta pendekar tiga, serta yanglainnya Datuk Maringgih memerintahkan untuk membakar toko Baginda Sulaiman. Dan toko Bagindapun habis terbakar. Akibatnya Baginda Sulaiman jauh bangrut dan sekligus dengan hutang yang menunpuk pada Datuk Maringgih.Di tengah-tengah musibah tersebut, Datuk Maringgih menagih hutangnya kepadanya. Jlas, tentusaja Baginda Sulaiman tidak mempu membayarnya. Hal ini memang sengaja oelh datuk Maringgih, sebab dia sudah tahu pasti bahwa Baginda Sulaiman tidak mampu membayarnya.Dengan alasan hutang tersebut, Datuk Maringgih langsung menawarkan bagaimana kalau Siti Nurbaya, Putri Baginda Sulaiman dijadikan istri Datuk Maringgih. Kalau tawaran Datuk Maringgih ini diterima, maka hutangnya lunas. Dengan terpaksa dan berat hati, akhirnya Siti Nurbaya diserahkan untuk menadi istri Datuk Maringgih.