Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Prosiding

Prosiding

Ratings: (0)|Views: 152|Likes:
Prosiding.. Tahap Lanjut dlm Kimia
Prosiding.. Tahap Lanjut dlm Kimia

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Victor Rizal Filosofi on May 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/20/2012

pdf

text

original

 
Prosiding KIMIA FMIPA - ITS
 
* Corresponding author Phone : +6231-72532701,+628563471912, e-mail:chyu_07@yahoo.com 
1, 2
Alamat sekarang : Jur Kimia, Fak. MIPA, Institut Teknologi10 Nopember, Surabaya.
STUDI INHIBISI PADA BAJA SS 304 DALAM LARUTAN HCl 2 MDENGAN ASAM LINOLEATFirdausy Alfiansyah*, Harmami
1
, Suprapto
2
 
Jurusan KimiaFakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan AlamInstitut Teknologi Sepuluh Nopember
ABSTRAK
Inhibisi dengan menggunakan larutan asam linoleat terhadap korosi baja 304 dalam larutan HCL 2 Mtelah diselidiki menggunakan metode pengukuran pengurangan berat, dan polarisasi Tafel. Hasil penelitianmemperoleh bahwa asam linoleat dapat berperan sebagai penghambat korosi untuk sistem yang diuji. Efisiensiinhibisi meningkat dengan meningkatnya konsentrasi asam linoleat. Perlakuan inhibisi dengan asam linoleat,dibahas dengan melihat adsorpsi komponen pada permukaan baja, yang kemudian membentuk semacam halanganuntuk transfer muatan. Adsorpsi komponen linoleat pada permukaan baja merupakan proses yang spontan danmengikuti adsorpsi isotherm Langmuir. Efisiensi Inhibisi akan mencapai optimum pada saat konsentrasi asamlinoleat sebesar 350 µL/L.
Kata kunci
: inhibisi korosi, baja SS 304, Asam Linoleat, Polarisasi.
ABSTRACT
The inhibitive action of the aqueous linoleic acid toward the corrosion of SS 304 in 2 M HCl solutionwas investigated using weight loss measurements, and Tafel polarization. It was found that the linoleic acid acts asa corrosion inhibitor for the tested system. The inhibition efficiency increases with increasing linoleic acidconcentration. The inhibitive action of the extract is discussed with a view to adsorption of its components onto thesteel surface, making a barrier to mass and charge transfer. The adsorption of linoleic components onto the steelsurface was found to be a spontaneous process and to follow the Langmuir adsorption isotherm. The inhibitionefficiency will be optimum at 350 µL/L of linoleic acid concentration.
Keywords:
Corrosion inhibition; SS 304; Linoleic Acid; Polarisation.
PENDAHULUAN
 Baja adalah logam paduan yang komponenutamanya adalah besi, dengan karbon sebagai materialpaduan utama. Menurut definisi klasik, baja adalahbesi-karbon paduan dengan kadar karbon sampai 5,1persen. Variasi jumlah karbon dan penyebaran paduandapat mengontrol kualitas baja. Terdapat beberapakelas baja di mana karbon diganti dengan materialpaduan lainnya, diantaranya dapat berupa baja
stainless steel
dan baja karbon (Hasnan,2006).Penggunaan baja dalam industri, memungkinkanterjadinya interaksi dengan berbagai medium. Yangpada akhirnya akan menimbulkan masalah korosi.Korosi ini dapat terjadi pada semua inventaris, baik berupa peralatan industri, alat transportasi, sertainfrastruktur.Secara umum, masalah korosi dapat diatasidengan beberapa cara, diantaranya: proteksi katodik,coating, dan penggunaan inhibitor kimia. Inhibitorpada umumnya digunakan dengan konsentrasi kecilsaat suatu logam kontak dengan suatu medium yangagresif (Surya, 2004). Inhibitor terbagi menjadi 2macam, yaitu: inhibitor anorganik dan inhibitororganik. Namun, dewasa ini, Inhibitor yang palingsering digunakan adalah inhibitor organik. Hal inidikarenakan terpenuhinya beberapa syarat untuk berlaku seperti inhibitor oleh inhibitor organik, yakni:murah, tidak toksik (tidak beracun), ramahlingkumgan, dan harus seusai dengan kondisinya,serta inhibisinya dalam proses korosi terbilang tinggi.Banyak riset terbaru sudah mengadopsi trenpenggunaan inhibitor organik. Hasil yang diperolehdari eksperimen sebelumnya di (dalam) bidang iniyaitu : ekstrak Khillah dapat menghambat korosi padabaja di (dalam) larutan HCL dengan efisiensi sebesar99%, ekstrak opuntia menghambat korosi padaaluminum di dalam asam yang sama denganefficiency sekitar 96%. Sedangkan ekstrak larutan daridaun olive ( Olea europaea L) dapat berperan sebagaisuatu penghambat untuk korosi pada Baja karbonProsiding Skripsi Semester Genap 2008/2009SK -12
 
Prosiding KIMIA FMIPA - ITS
 
dalam larutan HCL 2 M, dengan efisi. Mengacu pada uraiandilakukanlah Percobaan ini yangmenguji asam linoleat sebagai inhibiPengujian dilakukan pada Baja SS 3HCL 2 M. Pengukuran penguranpolarisasi potentiostatik digunakanini. Pengukuran pengurangan beratpotentiostatik digunakan untuk perco
METODOLOGI PENELITIANAlat dan BahanAlat
Peralatan yang digunakanini adalah gelas ukur, beaker gelas,ukur, pengaduk, pipet tetes, mikropiElektroda kalomel, Potensiostat PGS
Bahan
 Bahan-bahan yang digunak NaOH, HCl, Asam oksalat, Asam LiBaja SS 304.
Prosedur Kerja
Pada eksperimen digunakaBaja ini mempunyai komposisi kimiMn, 0.45% P, 0.03% S, 0.75% Si, 1810,5 % Ni, dan sisanya adalah besibiperoleh dari tempat penjualan baja sMetode yang digunakan pkali ini yaitu : metode pengurangapolarisasi potensiostatik. Untuk metberat, baja yang digunakan mempuny0,1 cm) dan luas permukaan 1eksperimen polarisasi potentiostatdigunakan mempunyai dimensi (d =1dengan luas area permukaan 1,54digosok dengan kertas ampelas, dicudan dibilas air suling sebelum dimalarutan uji.Semua bahan kimia yangmenyiapkan larutan uji dalamdilakukan secara analitis, dan ekspepada suhu ruangAsam linoleat diperolehUtama Multi Core dengan jenis “Linfluka”. Asam linoleat dibuat menja200, 250, 300, 350, 400, 450, 5002MUntuk metode pengukuraberat, baja diukur terlebih dahuluKemudian baja diletakkan pada laruthari pada suhu ruang. Penghitunganberdasarkan pada pengukuran pengurakhir keseluruhan proses. Eksperimepengurangan berat dilakukan secaramasing dengan suatu pelat baja dan syang belum ditambahkan asam lindari efisiensi inhibisi dihitungpersamaan:nsi sebesar 90%di atas, makabertujuan untuk tor untuk korosi.4 dalam larutangan berat, danntuk percobaan, dan polarisasiaan inialam penelitianrlenmeyer, labuet, Elektroda Pt,01 T, FT-IR.an dalam yaituinoleat, aquades,n baja SS 304.a 0.08% C, 2%-20% Cr, dan 8-. Spesimen Bajatainless.ada eksperimenn berat, metodede penguranganai dimensi ( 3; 3;,2 cm
2
. Untuk ik, baja yang,4 cm, t = 1 cm),cm
2
. Elektrodai dengan aseton,ukkan ke dalamigunakan untuk eksperimen inirimen dilakukanari PT Indofaoleic Acid 5 mli 50, 100, 150,L/L dalam HCln penguranganerat mula-mula.n uji selama ± 1efisiensi inhibisiangan berat padadengan metodetruplo, masing-atu larutan asamleat. PersentasemenggunakanDimana W dan Wi adalahsebelum dan sesudah ditamUntuk metodedilakukan dengan menggumenghitung parameter korkorosi, konstanta tafel) seuntuk menghitung densitasdihitung dari intersep anodibagian sel dengan suatu(SCE) dan suatu elektrdigunakan pada eksperimedihitung menggunakan pers Dimana
 I 
dan
 Ii
merupakasebelum dan sesudah konta
HASIL DAN DISKUSIMetode Pengukuran peng
Data pada tabel 1diperoleh dari pengukuranmenunjukkan bahwa laju304 berkurang saat penamini mencerminkan efek inhilinoleat pada baja 304. Edengan peningkatan konsmencapai 93,215 % untuditambahkan.
Tabel 1.
Perilaku korosikeadaan tanpa dan denganlarutan HCl 2 M dengan m
Konsentrasi(µL/L)
∆ŵ
 (gram)0 0,33650 0,034100 0,033150 0,030200 0,027250 0,026300 0,025350 0,023400 0,035450 0,056500 0,070Dari Tabel 1 dapat dilihatantara konsentrasi asam lipada larutan uji dengan elinoleat. Hal ini dapat dilihatingkat korosi baja saatbahkan asam linoleat.polarisasi potensiostatik akan “PGS 201 T” untuk o
 
si (arus korosi, potensialerti halnya integrasi arusmuatan. Parameter korosik dan katodik Tafel. Tigaelektroda acuan kalomelda bantu platinum foilini. Efisiensi inhibisi IEamaaan:densitas arus korosi saatdengan larutan asam.
urangan berat
menampilkan hasil yangpengurangan berat. Datakorosi pada baja stainlessahan Asam Linoleat. Halbisi korosi asam dari asamfisiensi korosi meningkatentrasi ekstrak. Efisiensi350 µL/L ekstrak yang
 pada baja karbon dalamadanya inhibitor di dalamtode pengurangan berat 
EfisiensiInhibisi (%)
θ
 0,000 0,00089,365 0,89390,472 0,90591,354 0,91491,592 0,91592,454 0,92592,791 0,92893,215 0,93291,363 0,91483,614 0,83678,948 0,789bahwa terdapat hubungannoleat yang ditambahkanfisiensi inhibisi dari asamt pada Gambar 1.
 
Prosiding KIMIA FMIPA - ITS
 
Gambar 1. Hubungan Konsentrasi den Inhibisi
Perilaku Adsorpsi
Inhibisi yang dilakukan oluntuk korosi asam pada baja, berhadsorpsi dari asam linoleat padaLapisan adsorpsi yang terbentuk, bpenghalang antara permukaan bajaagresif, dan menurunkan laju k menunjukkan bahwa efisiensi inhilurus dengan fraksi dari permukaan ymolekul adsorban (
θ 
). Maka
θ 
 persamaan:
Gambar 2. Struktur Asam L
 
Saat konsentrasi Linoleat (C(C/ 
θ
), diperoleh garis lurus dengandapat dilihat pada Gambar 4.2menyatakan bahwa asam linoleat yanpermukaan baja mengikuti adsLangmuir. Menurut adsorpsi isothermada kekuatan interaksi antaradiadsorpsi, dan energi adsorpsi berpada pelapisan permukaan (
θ
). ALangmuir dapat dilihat pada persamaDan hasil perhitungan ditunjukkanVariasi
θ 
dengan konsentrasimenunjukkan adsorpsi isotherm yasistem. Adsorpsi isoterm tersebut daGambar 3.
y = 0,034R² =00,20,40,60,811,2
       T      a      n      p      a       5       0       1       0       0       1       5       0       2       0       0       2       5       0       3       0       0
   I   E   %
Konsentrasi (µL
 
an Efisiensi
h asam linoleatubungan denganermukaan baja.rtindak sebagaian larutan yangorosi. Hal inibisi berbandingang dilapisi olehihitung dengan
inoleat 
, diplot terhadapsuatu slope, dan. Perilaku inig teradsorp padaorpsi isothermLangmuir, tidak molekul yangsifat independensorpsi isothermn berikut:(El-Etre, 2007)pada Tabel 1.asam linoleatg berlaku padapat terlihat pada
Gambar 3. Kurva IsotermTerhadap Baja
Polarisasi
Metode polarismengetahui seberapa bespotensial korosi (E
kor
) darisaat sebelum dan sesudahyang bertindak sebagai inhikurva Tafel yang diperolPolarisasi dilakukan dePotensiostat PGS 201 T, dRange area potensial yang2500 mV sampai dengan +
Gambar 4. Kurva Polarisas150, 250, 350 µL 
Pada Gambarpolarisasi bergeser ke arahdengan bertambahnya konsditambahkan. Adanya perarus yang dihasilkan padaturun. Hal ini mengindikasdapat menginhibisi korosbertambahnya konsentrasikonsentrasi 350 µL/L, yangarus korosi yang paling keci
x
 
+ 0,610,170
       4       0       0       4       5       0       5       0       0
L)
0100200300400500600700
       0       5       0       1       0       0       1       5       0
   C    /   Ѳ
 
 Adsorpsi Asam Linoleat SS 304
asi bertujuan untuk r arus korosi (I
kor
) danaja 304 dalam larutan uji,itambahkan asam linoleatitor dengan menggunakaneh dari hasil Polarisasi.gan menggunakan alatengan
scan rate
20 mV/s.digunakan adalah antara -1000 mV.
i HCl 2 M, Asam Linoleat  L
menunjukkan bahwayang lebih negatif seiringentrasi asam linoleat yangeseran ini menunjukkanproses polarisasi semakinikan bahwa asam linoleati semakin kuat dengansam linoleat sampai padamana dapat menghasilkanl.
y = 50,23xR² = 0,947
       2       0       0       2       5       0       3       0       0       3       5       0       4       0       0       4       5       0       5       0       0
C (µL/L)

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
phil23_363629362 liked this
Terry Atmajaya liked this
nianyo liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->