Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perguruan Tinggi Sebagai Lembaga Birokrasi

Perguruan Tinggi Sebagai Lembaga Birokrasi

Ratings: (0)|Views: 470|Likes:

More info:

Published by: Dr. Munirul Abidin, M.Ag on May 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/26/2011

pdf

text

original

 
Perguruan Tinggi sebagai Lembaga Birokrasi
Pengertian awal tentang birokrasi biasanya merujuk kepada tulisan MaxWeber (1947) yang monumental tentang birokrasi. Weber sendiri sebenarnyamengembangkan teori birokrasi ini dari karya Gullic (1937) tentang administrasi publik. Bila dilacak lebih jauh ke belakang, teori birokrasi masih memiliki hubunganyang erat dengan teori pendekatan ilmiah yang dikemukaan oleh Taylor (1924).Weber sebenarnya adalah seorang sosiolog Jerman yang kenamaan abad ke-19 yanggagasan-gagasannya sangat berpengaruh terhadap negara-negara Eropa, khususnyanegara-negara yang berbahasa Inggris. Salah satu karyanya yang sangat berpengaruhtersebut adalah tentang konsep tipe ideal birokrasi. Menurut Dowding (1995) konsepini sebenarnya muncul tidak lepas dari keadaan semasa Weber hidup. Weber  berpendapat bahwa tidak mungkin kita memahami setiap gejala kehidupan yang adasecara keseluruhan, tetapi yang mampu kita lakukan hanyalah memahami sebagiandari gejala tersebut. Dengan demikian tipe ideal organisasi adalah abstaksi dari aspek-aspek yang amat sangat penting dan krusial yang membedakan antara kondisiorgansisasi tertentu dengan organisasi lainnya. Akan tetapi satu konsep tipe idealhanyalah sebuah konstruksi yang bisa menjawab suatu masalah tertentu pada kondisiwaktu dan tempat tertentu. Tipe ideal tersebut bisa dipergunakan untuk membandingantara birokrasi orangasasi yang satu dengan organisasi yang lain. Tipe ideal birokrasiingin menjelaskan bahwa suatu birokrasi atau administrasi mempunyai bentuk yang pasti di mana semua fungsi dijalankan dalam cara-cara yang rasional.Weber (1964) menetapkan seperangkat
 prinsip-prinsip organisasi
, yangdianggap universal dalam aplikasinya. Prinsip-prinsip ini akan menuntun suatuorganisasi menuju tingkat efisiensi maksimum yang lebih tinggi.1.
Struktur Hirarkis
: Otoritas dalam suatu organisasi didistribusikan dalamkonfigurasi piramid; tiap pejabat bertanggungjawab terhadap tindakan dankeputusan bawahannya.2.
 Pembagian Kerja:
Karena berbagai tugas yang harus dikerjakan dalam suatuorganisasi terlalu kompleks untuk dipelajari semua orang dengan kompetensi yangsama, timbul efisiensi yang lebih besar ketika tugas dibagi-bagi kedalam bidang- bidang keahlian khusus dan orang-orang ditentukan tugas-tugasnya sesuai dengan pelatihan, skill, dan pengalamannya.
 
3.
 Kontrol oleh peraturan:
Keputusan dan tindakan pejabat diarahkan oleh peraturan yang terkodifikasi, sehingga menjamin keseragaman, prediktabilitas,dan stabilitas.4.
 Hubungan Impersonal:
Kontrol atas orang dan aktivitas dalam suatuorganisasi dapat diadakan secara lebih efisien jika unusr-unsur yang murni personal, emosional, dan irasional dihilangkan. Para anggota organisasi tunduk  pada disiplin yang keras dan sistematik dalam perilaku dan kontrol atas jabatanmereka.5.
Orientasi pada Karir:
Kesempatan kerja didasarkan pada keahlian, promosidiberikan sesuai dengan senioritas dan/atau jasa, gaji dikaitkan dengan kedudukandalam hirarki, individu selalu bebas untuk berhenti, dan terdapat ketentuan pensiun. Semua unsur ini berkontribusi bagi pembentukan karir karyawan.Menurut Robert Merton (1957), manfaat utama birokrasi terletak padaefisiensi teknisnya, bersifat presisi, cepat, terkontrol, kontinyu dan memiliki hasilyang optimal. Di samping itu dalam birokrasi hubungan-hubungan yang bersifat personal dan pertimbangan-pertimbangan yang tidak rasional seperti permusuhan,kebencian, hubungan persaudaraan, tidak dijadikan sebagai dasar bagi penetapanstruktur.Lebih jelasnya, menurut Weber dalam Miftah Thoha (2003: 17-18) bahwatipe ideal birokrasi yang rasional itu dilakukan dengan prinsip-prinsip sebagai berikut:1.Individu pejabat secara personal bebas, akan tetapidibatasi oleh jabatannya manakala is menjalankan tugas-tugas ataukepentingan individual dalam jabs tannya. Pejabat tidak bebas menggunakan jabatannya untuk keperluan dan kepentingan pribadinya termasuk keluarganya.2.Jabatan-jabatan itu disusun dalam tingkatan hierarkidari atas ke bawah dan ke samping. Konsekuensinya ada jabatan atasan dan bawahan, dan ada pula yang menyandang kekuasaan lebih besar dan ada yanglebih kecil.Tugas dan fungsi masing-masing jabatan dalam hierarki itu secara spesifik  berbeda satu sama lainnya.3.Setiap pejabat mempunyai kontrak jabatan yang harusdijalankan. Uraian tugas
(job description)
masingmasing pejabat merupakandomain yang menjadi wewenang dan tanggung jawab yang harus dijalankan sesuaidengan kontrak.
 
4.Setiap pejabat diseleksi atas dasar kualifikasi profe-sionalitasnya, idealnya hal tersebut dilakukan melalui ujian yang kompetitif.5.Setiap pejabat mempunyai gaji termasuk hak untumenerima pensiun sesuai dengan tingkatan hierarki jabatan yang disandangnya.6.Setiap pejabat bisa memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan jabatannya sesuai dengan keinginannya dan kontraknya bisadiakhiri dalam keadaan tertentu.7.Terdapat struktur pengembangan karier yang jelasdengan promosi berdasarkan senioritas dan merit sesuai dengan pertimbanganyang objektif.8.Setiap pejabat sama sekali tidak dibenarkan menjalankan jabatannya dan
resources
instansinya untuk kepentingan pribadi dan keluarganya.9.Setiap pejabat berada di bawah pengendalian dan peng-awasan suatu sistem yang dijalankan secara disiplin. (Weber, 1978 dan Albrow, 1970)Meskipun prinsip-prinsip birokrasi yang dijelaskan Weber di atas kelihatan bagus dan ideal, sayangnya banyak orang yang bingung dengan tipe ideal tersebut,sehingga mereka menganggap birokrasi Weber tidak bisa lagi diterapkan dalamorganisasi modern. Karena itu, muncullah banyak kritik tentang penerapan birokrasiWeber tersebut dengan alasan yang bervariatif. Di antara mereka yang mengkritik sistem birokrasi model Weberian adalah Warrant Bennis (1967). Dia mengatakan bahwa birokrasi Weberian, 25 hingga 50 tahun yang akan datang akan jatuh dandiganti dengan sistem sosial yang baru yang sesuai dengan harapan masyarakat padaabad ke-20. Bennis menjelaskan bahwa setiap zaman tertentu akan mengembangkansuatu tatanan sistem organisasi yang sesuai dengan zamannya. Karena itu, tidak heran jika bentuk birokrasi piramidal model Weberian ini oleh sebagian kaum pebisnisdisebut dengan
"The Damm Bureucracy
(birokrasi terkutuk) karena dianggap telahketinggalan zaman.Kritikan serupa juga dilontarkan oleh Lawrence dan Lorch (1967). Iamengatakan bahwa sistem birokrasi hanya cocok untuk situasi lingkungan yangkompleks dan tidak menentu, jika birokrasi ingin selalu bertahan, maka birokrasiharus mau menyesuaikan diri dengan lingkungan yang selalu berubah.Akhir-akhir ini, kritikan terhadap sistem birokrasi juga masih gencar dilakukan, seperti yang dilontarkan oleh Heckscher dan Donellon (1994). Merekamengatakan bahwa bentuk organisasi yang cocok untuk masa depan adalah apa yang

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->