Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
38Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
masuknya islam ke indonesia

masuknya islam ke indonesia

Ratings: (0)|Views: 4,213 |Likes:
Published by Cero Statis Mhrj
Dari seluruh Negara di dunia, Indonesia dianggap sebagai negara yang memiliki penduduk beragama Islam terbanyak di dunia. Masuknya agama Islam ke Indonesia dan menjadi agama yang besar di Indonesia, tentunya tidak terjadi begitu saja, namun mengalami proses yang cukup panjang. Proses itu meliputi jasa para da’i, mubalig, ulama, dan pemimpin bidang masing-masing dalam proses penyebaran agama Islam di Indonesia.
Kedatangan Islam pada abad ke-7 M ke dunia, dianggap oleh sejarawan sebagai pembangunan dunia baru dengan pemikiran baru, cita-cita baru, kebudayaan serta peradaban baru. Selama lebih dari empat belas abad sejak nabi Muhammad menyebarkan ajaran-ajaran baru dalam bidang teologi monoteistis, bidang kehidupan individu, bidang kehidupan masyarakat, dan kenegaraan, terbentanglah peradaban Islam dari wilayah Spanyol sampai benteng Cina, dari lembah Sungai Wolga di Rusia sampai ke Asia Tenggara, belakangan bahkan sudah hampir keseluruh dunia, yang dirintis oleh Rasul Muhammad, Khulafa al-Rasyidin, Amawiyah, Abbasiyah.
Saat Islam datang ke Indonesia, sebenarnya kepulauan nusantara sudah mempunyai peradaban yang bersumber dari kebudayaan asli pengaruh dari peradaban Hindu-Budha dari India, yang pengaruh penyebarannya tidak merata. Penyebaran Islam di sebagaian daerah di Indonesia berkembang dengan pesat. Hal itu disebabkan Islam yang dibawa oleh pedagang maupun para da’i dan ulama, penyebarannya menyiarkan suatu rangkaian ajaran dan cara serta gaya hidup yang secara kualitatif lebih maju dari peradaban yang ada. Dengan kedatangan Islam, masyarakat Indonesia mengalami transformasi dari masyarakat agraris feodal pengaruh Hindu-Budha kearah masyarakat kota pengaruh Islam.
Dari seluruh Negara di dunia, Indonesia dianggap sebagai negara yang memiliki penduduk beragama Islam terbanyak di dunia. Masuknya agama Islam ke Indonesia dan menjadi agama yang besar di Indonesia, tentunya tidak terjadi begitu saja, namun mengalami proses yang cukup panjang. Proses itu meliputi jasa para da’i, mubalig, ulama, dan pemimpin bidang masing-masing dalam proses penyebaran agama Islam di Indonesia.
Kedatangan Islam pada abad ke-7 M ke dunia, dianggap oleh sejarawan sebagai pembangunan dunia baru dengan pemikiran baru, cita-cita baru, kebudayaan serta peradaban baru. Selama lebih dari empat belas abad sejak nabi Muhammad menyebarkan ajaran-ajaran baru dalam bidang teologi monoteistis, bidang kehidupan individu, bidang kehidupan masyarakat, dan kenegaraan, terbentanglah peradaban Islam dari wilayah Spanyol sampai benteng Cina, dari lembah Sungai Wolga di Rusia sampai ke Asia Tenggara, belakangan bahkan sudah hampir keseluruh dunia, yang dirintis oleh Rasul Muhammad, Khulafa al-Rasyidin, Amawiyah, Abbasiyah.
Saat Islam datang ke Indonesia, sebenarnya kepulauan nusantara sudah mempunyai peradaban yang bersumber dari kebudayaan asli pengaruh dari peradaban Hindu-Budha dari India, yang pengaruh penyebarannya tidak merata. Penyebaran Islam di sebagaian daerah di Indonesia berkembang dengan pesat. Hal itu disebabkan Islam yang dibawa oleh pedagang maupun para da’i dan ulama, penyebarannya menyiarkan suatu rangkaian ajaran dan cara serta gaya hidup yang secara kualitatif lebih maju dari peradaban yang ada. Dengan kedatangan Islam, masyarakat Indonesia mengalami transformasi dari masyarakat agraris feodal pengaruh Hindu-Budha kearah masyarakat kota pengaruh Islam.

More info:

Published by: Cero Statis Mhrj on May 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/23/2013

pdf

text

original

 
MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA
I.Pendahuluan
Dari seluruh Negara di dunia, Indonesia dianggap sebagai negara yang memilikipenduduk beragama Islam terbanyak di dunia. Masuknya agama Islam ke Indonesiadan menjadi agama yang besar di Indonesia, tentunya tidak terjadi begitu saja, namunmengalami proses yang cukup panjang. Proses itu meliputi jasa para da’i, mubalig,ulama, dan pemimpin bidang masing-masing dalam proses penyebaran agama Islam diIndonesia.Kedatangan Islam pada abad ke-7 M ke dunia, dianggap oleh sejarawan sebagaipembangunan dunia baru dengan pemikiran baru, cita-cita baru, kebudayaan sertaperadaban baru.
1
Selama lebih dari empat belas abad sejak nabi Muhammadmenyebarkan ajaran-ajaran baru dalam bidang teologi monoteistis, bidang kehidupanindividu, bidang kehidupan masyarakat, dan kenegaraan, terbentanglah peradabanIslam dari wilayah Spanyol sampai benteng Cina, dari lembah Sungai Wolga di Rusiasampai ke Asia Tenggara, belakangan bahkan sudah hampir keseluruh dunia, yangdirintis oleh Rasul Muhammad, Khulafa al-Rasyidin, Amawiyah, Abbasiyah.Saat Islam datang ke Indonesia, sebenarnya kepulauan nusantara sudahmempunyai peradaban yang bersumber dari kebudayaan asli pengaruh dari peradabanHindu-Budha dari India, yang pengaruh penyebarannya tidak merata. PenyebaranIslam di sebagaian daerah di Indonesia berkembang dengan pesat. Hal itu disebabkanIslam yang dibawa oleh pedagang maupun para da’i dan ulama, penyebarannyamenyiarkan suatu rangkaian ajaran dan cara serta gaya hidup yang secara kualitatif lebih maju dari peradaban yang ada. Dengan kedatangan Islam, masyarakat Indonesiamengalami transformasi dari masyarakat agraris feodal pengaruh Hindu-Budha kearahmasyarakat kota pengaruh Islam.
2
1
Musyrifah Sunanto,
Sejarah Peradaban Islam Indonesia
, (Jakarta: RajagarafindoPersada,2005), hlm.1
2
 
Ibid
, hlm 3-4
1
 
II.
Sejarah Masuknya Islam Ke Indonesia
3
Pada tahun 30 Hijri atau 651 Masehi, hanya berselang sekitar 20 tahun dariwafatnya Rasulullah SAW, Khalifah Utsman bin Affan RA mengirim delegasi ke Cinauntuk memperkenalkan Daulah Islam yang belum lama berdiri. Dalam perjalanan yangmemakan waktu empat tahun ini, para utusan Utsman ternyata sempat singgah dikepulauan nusantara. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 674 M, DinastiUmayyah telah mendirikan pangkalan dagang di pantai barat Sumatera. Inilahperkenalan pertama penduduk Indonesia dengan Islam. Sejak itu para pelaut danpedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil buminusantara sambil berdakwah.Lambat laun penduduk pribumi mulai memeluk Islam meskipun belum secarabesar-besaran. Aceh, daerah paling barat dari kepulauan nusantara, adalah yangpertama sekali menerima agama Islam. Bahkan di Acehlah kerajaan Islam pertama diIndonesia berdiri, yakni kerajaan Pasai. Berita dari Marcopolo menyebutkan bahwapada saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H / 1292 M, telah banyak orang Arabyang menyebarkan Islam. Begitu pula berita dari Ibnu Battuthah, pengembara Muslimdari Maghribi., yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H / 1345 M menuliskan bahwa diAceh telah tersebar mazhab Syafi'i. Adapun peninggalan tertua dari kaum Musliminyang ditemukan di Indonesia terdapat di Gresik, Jawa Timur. Berupa komplek makamIslam, yang salah satu diantaranya adalah makam seorang Muslimah bernamaFathimah binti Maimun. Pada makamnya tertulis angka tahun 475 H / 1082 M, yaitupada zaman Kerajaan Singosari. Diperkirakan makam-makam ini bukan dari pendudukasli, melainkan makam para pedagang Arab.Sampai dengan abad ke-8 H / 14 M, belum ada peng-Islaman penduduk pribuminusantara secara besar-besaran. Baru pada abad ke-9 H / 14 M, penduduk pribumimemeluk Islam secara massal. Para pakar sejarah berpendapat bahwa masukIslamnya penduduk nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkansaat itu kaum Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti, yaitu ditandaidengan berdirinya beberapa kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan AcehDarussalam, Malaka, Demak, Cirebon, serta Ternate.
3
 
www
.sejarahIslam Nusantara
.comTgl 15 Februari 2010, 20.33 WIB
2
 
Pesatnya Islamisasi pada abad ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan olehsurutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu / Budha di nusantara sepertiMajapahit, Sriwijaya dan Sunda. Thomas Arnold dalam
The Preaching of Islam
mengatakan bahwa kedatangan Islam bukanlah sebagai penakluk seperti halnyabangsa Portugis dan Spanyol. Islam datang ke Asia Tenggara dengan jalan damai,tidak dengan pedang, tidak dengan merebut kekuasaan politik. Islam masuk kenusantara dengan cara yang benar-benar menunjukkannya sebagai
rahmatan lil'alamin
.Setiap kali para penjajah terutama Belanda menundukkan kerajaan Islam dinusantara, mereka pasti menyodorkan perjanjian yang isinya melarang kerajaantersebut berhubungan dagang dengan dunia luar kecuali melalui mereka. Makaterputuslah hubungan umat Islam nusantara dengan umat Islam dari bangsa-bangsalain yang telah terjalin beratus-ratus tahun. Keinginan kaum kolonialis untukmenjauhkan umat Islam nusantara dengan akarnya, juga terlihat dari kebijakan merekayang mempersulit pembauran antara orang Arab dengan pribumi.Semenjak awal datangnya bangsa Eropa pada akhir abad ke-15 Masehi keIndonesia, memang sudah terlihat sifat rakus mereka untuk menguasai. Apalagi merekamendapati kenyataan bahwa penduduk kepulauan ini telah memeluk Islam, agamaseteru mereka, sehingga semangat Perang Salib pun selalu dibawa-bawa setiap kalimereka menundukkan suatu daerah. Dalam memerangi Islam mereka bekerja samadengan kerajaan-kerajaan pribumi yang masih menganut Hindu / Budha.Satu contoh, untuk memutuskan jalur pelayaran kaum Muslimin, maka setelahmenguasai Malaka pada tahun 1511, Portugis menjalin kerjasama dengan KerajaanSunda Pajajaran untuk membangun sebuah pangkalan di Sunda Kelapa. Namunmaksud Portugis ini gagal total setelah pasukan gabungan Islam dari sepanjang pesisir utara Pulau Jawa bahu membahu menggempur mereka pada tahun 1527 M.Pertempuran besar yang bersejarah ini dipimpin oleh seorang putra Aceh berdarahArab Gujarat, yaitu Fadhilah Khan Al-Pasai, yang lebih terkenal dengan gelarnya,Fathahillah. Sebelum menjadi orang penting di tiga kerajaan Islam Jawa, yakni Demak,Cirebon dan Banten, Fathahillah sempat berguru di Mekkah. Bahkan ikutmempertahankan Mekkah dari serbuan Turki Utsmani.
3

Activity (38)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Sity Rofi'ah liked this
Putradi Triroe liked this
adinda_arto liked this
Rifky Caem liked this
Anissa Retno liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->