Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Metode Belajar Bhs Arab Di PT

Metode Belajar Bhs Arab Di PT

Ratings: (0)|Views: 863 |Likes:

More info:

Published by: Dr. Munirul Abidin, M.Ag on May 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/30/2012

pdf

text

original

 
STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA ARABDENGAN METODE SAM’IYAH-SYAFAWIYAHOleh : Munirul Abidin, M.Ag
A. Muqaddimah
Menurut kebanyakan orang Indonesia, belajar bahasa Arablebih sulit daripada belajar bahasa asing lainnya, seperti bahasaInggris, Jerman, bahkan Madura sekalipun. Bahkan banyak di antaramahasiswa yang menganggap bahasa Arab sebagai momok yangmenakutkan, sehingga ketika mendengar kata “bahasa Arab”mereka langsung merinding. Demikian itu karena bahasa Arabmemiliki struktur bahasa yang lebih rumit dan bervariatif dibandingkan dengan bahasa-bahasa lainnya. Perubahankalimatnya juga lebih banyak daripada bahasa-bahasa asinglainnya, sehingga dianggap sulit oleh para pemula, apalagi yangmemiliki semangat belajar rendah dan kurang termotivasi
.
Pada dasarnya, setiap anak manusia mempunyai kemampuanuntuk menguasai setiap bahasa, termasuk bahasa Arab, walaupundalam kadar dan dorongan yang berbeda. Adapun diantaraperbedaan-perbedaan tersebut adalah tujuan-tujuan pengajaranyang ingin dicapai, kemampuan dasar yang dimiliki, motivasi yangada di dalam diri dan minat serta ketekunannya. Karena itu,problem pembelajaran bahasa Arab di perguruan tinggi yangmewajibkan kepada seluruh mahasiswanya untuk belajar bahasaArab adalah adanya motivasi belajar yang bervariatif darimahasiswa. Sebagian di antara mereka ada yang memiliki motivasikuat untuk belajar, sebagian ada yang setengah-setengah dansebagian lain ada yang tidak memiliki motivasi sama sekali karenaterpaksa atau dipaksa. Maka dari itu, hal pertama yang harusdilakukan oleh para pengajar bahasa Arab sebelum memulaipembelajaran adalah membangkitkan motivasi belajar mahasiswaagar mereka tertarik dengan bahasa Arab. Setiap pengajar harusbisa meyakinkan kepada mahasiswanya bahwa bahasa Arab itupenting, belajar bahasa Arab itu mudah, menyenangkan danmengasyikkan. Hal tersebut menuntut para pengajar bahasa Arabuntuk selalu kreatif dalam menciptakan strategi-strategi baru dalampembelajaran bahasa Arab, agar mahasiswa tertarik dan selalutermotivasi untuk belajar
.
B.Prinsip-prinsip Pengajaran Bahasa Arab (asing
(
Belajar bahasa asing, termasuk bahasa Arab, berbeda denganbelajar bahasa Ibu. Menurut Ahmad (1979) ada dua hal yangmembedakan antara belajar bahasa asing dan belajar bahasa ibu:(1) Pengajaran Belajar bahasa ibu memiliki tujuan yang hidup, yaitusebagai alat komunikasi untuk mencapai sesuatu yang diinginkandalam hidupnya, oleh karena itu motivasi untuk belajarnya sangattinggi. Sementara itu belajar bahasa asing, seperti bahasa Arab(bagi non Arab), pada umunya mempunyai tujuan sebagai alat
 
komunikasi dan ilmu pengetahuan (kebudayaan). Namun bahasaasing tidak dijadikan sebagai bahasa hidup sehari-hari, oleh karenaitu motivasi belajar Bahasa Arab lebih rendah daripada bahasa ibu.Padahal besar kecilnya motivasi belajar Bahasa Arab mempengaruhihasil yang akan dicapai. (2) Ketika seorang anak kecil belajarbahasa ibu, otaknya masih bersih dan belum mendapat pengaruhbahasa-bahasa lain, oleh karena itu ia cenderung dapat berhasildengan cepat. Sementara ketika orang non-Arab belajar BahasaArab, ia telah lebih dahulu menguasai bahasa ibunya, baik lisan,tulis, maupun bahasa berpikirnya. Karena itu ketika belajar bahasaArab mengalami kesulitan, karena ia harus menyesuaikan sistembahasa ibu kedalam sistem bahasa Arab, baik sistem bunyi, strukturkata, struktur kalimat maupun sistem bahasa berpikirnya. Karenaitu, ada beberapa prinsip utama yang harus diperhatikan dalampengajaran bahasa asing
.
Menurut As-Sya’labi (1983) ada lima prinsip dasar dalampengajaran bahasa asing, yaitu prinsip prioritas dalam prosespenyajian, prinsip koreksitas dan umpan balik, prinsip bertahap,prinsip penghayatan, serta korelasi dan isi
.1.
Prinsip PrioritasPrinsip prioritas, merupakan hal-hal harus diprioritaskan dalampembelajaran bahasa asing, sebelum hal-hal lainnya. Dalampembelajaran Bahasa Arab misalnya, ada prinsip-prinsip prioritasdalam penyampaian materi pengajaran, yaitu; pertama,mengajarkan, mendengarkan, dan bercakap sebelum menulis.Kedua, mengakarkan kalimat sebelum mengajarkan kata. Ketiga,menggunakan kata-kata yang lebih akrab dengan kehidupan sehari-hari sebelum mengajarkan bahasa sesuai dengan penutur BahasaArab
.a.
Mendengar dan berbicara sebelum menulis. Prinsip ini berangkatdari asumsi bahwa pengajaran bahasa yang baik adalahpengajaran yang sesuai dengan perkembangan bahasa yangalami pada manusia, yaitu setiap anak akan mengawaliperkembangan bahasanya dari mendengar dan memperhatikankemudian menirukan. Hal itu menunjukkan bahwa kemampuanmendengar/menyimak harus lebih dulu dibina, kemudiankemampuan menirukan ucapan, lalu aspek lainnya sepertimembaca dan menulis
. b.
Mengajarkan kalimat sebelum mengajarkan bahasaDalam mengajarkan struktur kalimat, sebaiknya mendahulukanmengajarkan struktur kalimat/nahwu, baru kemudian masalahstruktur kata/sharaf. Dalam mengajarkan kalimat/jumlahsebaiknya seorang guru memberikan hafalan teks/bacaan yangmengandung kalimat sederhana dan susunannya benar
.c.
Menggunakan kata-kata yang lebih akrab dengan keidupansehari-hari sebelum mengajarkan kata-kata yang jauh dari jangkauan pelajar. Berdasarkan prinsip ini, maka sebaiknya
 
seorang guru bahasa Arab dapat memilih kata dan kalimat yangisinya mudah dimengerti oleh peserta didik dan mengandungkalimat inti saja, bukan kalimat yang panjang dan bertele-tele
.1.
Prinsip Korektisitas
)ةقدلا(
Prinsip koreksitas adalah prinsip yang mengharuskan guruuntuk melakukan koreksi terhadap pencapaian bahasa pelajar.Seorang guru bahasa Arab hendaknya jangan hanya bisamenyalahkan pada peserta didik, tetapi ia juga harus mampumelakukan pembetulan dan membiasakan pada peserta didik untukkritis pada hal-hal berikut
:a.
Korektisitas dalam pengajaran fonetik. Pengajaran aspekketerampilan ini melalui latihan pendengaran dan ucapan. Jikapeserta didik masih sering melafalkan bahasa ibu, maka guruharus menekankan latihan melafalkan dan menyimak bunyihuruf Arab yang sebenarnya secara terus-menerus dan fokuspada kesalahan peserta didik
. b.
Korektisitas dalam pengajaran sintaksis. Struktur kalimat dalambahasa satu dengan yang lainnya pada umumnya terdapatbanyak perbedaan. Karena itu, korektisitas ditekankan dalam halini, supaya pengaruh struktur bahasa ibu terhadap Bahasa Arabdiketahui perbedaan dan persamaannya. Misalnya, dalambahasa Indonesia kalimat akan selalu diawali dengan kata benda(subyek), tetapi dalam bahasa Arab kalimat bisa diawali dengankata kerja
)عف .(c.
Korektisitas dalam pengajaran semiotik. Dalam bahasaIndonesia pada umumnya setiap kata dasar mempunyai satumakna ketika sudah dimasukan dalam satu kalimat. Tetapi,dalam bahasa Arab, hampir semua kata mempunyai arti lebihdari satu, yang lebih dikenal dengan istilah mustarak (satu katabanyak arti) dan mutaradif (berbeda kata sama arti). Olehkarena itu, guru bahasa Arab harus menaruh perhatian yangbesar terhadap masalah tersebut. Ia harus mampu memberikansolusi yang tepat dalam mengajarkan makna dari sebuahungkapan karena kejelasan petunjuk
.3.
Prinsip Berjenjang
)جردتلا(
Prinsip berjenjang adalah prinsip yang mengharuskan pengajaranbahasa Arab dilakukan secara bertahap, sedikit demi sedikit sesuaidengan tingkat kemampuan siswa. Jika dilihat dari sifatnya, ada 3kategori prinsip berjenjang. Pertama, pergeseran dari yang konkritke yang abstrak, dari yang global ke yang detail, dari yang sudahdiketahui ke yang belum diketahui. Kedua, ada kesinambunganantara apa yang telah diberikan sebelumnya dengan apa yang akania ajarkan selanjutnya. Ketiga, ada peningkatan bobot pengajaranterdahulu dengan yang selanjutnya, baik jumlah jam maupunmaterinya
.a.
 Jenjang Pengajaran mufrodat
.

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Utami Wahyuni liked this
Udin Juhrodin liked this
Qony El-Rahma liked this
Nur Sripit liked this
Juju Al Arjuu liked this
B'MAZ liked this
dwie291089 liked this
Alit Syarma liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->