Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
35Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MIKROKONTROLER ATMEGA8535 SEBAGAI PEMBANGKIT PWM SINUSOIDA 1 FASA

MIKROKONTROLER ATMEGA8535 SEBAGAI PEMBANGKIT PWM SINUSOIDA 1 FASA

Ratings: (0)|Views: 721 |Likes:
Published by evhyajah

More info:

Published by: evhyajah on May 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2013

pdf

text

original

 
APLIKASI MIKROKONTROLER ATMEGA8535SEBAGAI PEMBANGKIT PWM SINUSOIDA 1 FASAUNTUK MENGENDALIKAN PUTARAN MOTOR SINKRON
Hasrudin Usman
1
, Bambang Sutopo
21
Penulis, Mahasiswa S-1 Teknik Elektro – UGM, Yogyakarta
2
Dosen Pembimbing I, Staff Pengajar pada Jurusan Teknik Elektro – UGM, Yogyakarta
 ABSTRACT 
Single phase pulse width modulation inverter is a circuit which convert DC voltage to ACvoltage for one phase. Generating PWM signal digitally give good performance because their immunefrom noisy. Designing a PWM signal generator using microcontroller has several advantages, such aseasy to programmed and network inverter become modestly. The aim of this thesis is designinggenerating of signal PWM one phase by using microcontroller ATMEGA8535. By using this inverter,hence operation of speed of motor AC can be controlled with more carefully. This network inverter isdesigned so that summarize, therefore a minimum system of microcontroller only rely on the singlechip mode.Observation shows that the design of PWM generator work well. The PWM signal which produced has24 pulse each period and frequency interval between 20 – 60 Hz with the increase and degradation of each every 1 Hz.
 Keyword: Inverter PWM Satu Fase, ATMEGA8535
ABSTRAKSI
Pulse Width Modulation Inverter satu fase adalah rangkaian pengubah tegangan searahmenjadi tegangan bolak balik untuk satu fase. Pembangkitan sinyal PWM secara digital dapatmemberikan unjuk kerja sistem yang bagus karena lebih kebal terhadap gangguan/derau. Perancangansebuah pembangkit sinyal PWM menggunakan mikrokontroler memiliki beberapa keuntungan yaitumudah diprogram dan rangkaian inverter menjadi sederhana. Tujuan tugas akhir ini adalah merancang pembangkit sinyal PWM satu fase dengan menggunakan mikrokontroler ATMEGA8535. Denganmenggunakan inverter ini, maka pengendalian kecepatan motor AC dapat dilakukan dengan lebihteliti. Rangkaian inverter ini dirancang supaya ringkas, oleh karena itu pada sistem minimalmikrokontroler hanya mengandalkan ragam chip tunggal.Hasil pengamatan menunjukan bahwa rancangan pembangkit PWM telah berfungsi dengan baik. Sinyal PWM yang dibangkitkan memiliki 24 pulsa setiap periode dan rentang frekuensi antara 20 – 60 Hz dengan kenaikan dan penurunan setiap 1 Hz.I.PendahuluanMotor AC memiliki keunggulan dalamhal kesederhanaan dan murahnya biaya perawatan sehingga jenis motor ini banyak dipakai di lingkungan industri maupun rumahtangga. Pengendalian kecepatan putaran motor AC dapat dilakukan dengan beberapa caradiantaranya dengan kendali tegangan danfrekuensi.Inverter adalah konverter DC ke ACdengan tegangan dan frekuensi keluaran dapatdiatur sehingga motor AC dapat dikendalikandengan fleksibel. Ada beberapa jenis inverter diantaranya adalah inverter PWM (
 PulseWidth Modulation
). Keuntungan operasiinverter PWM sebagai teknik konversidibanding dengan jenisjenis inverter lainnyaadalah rendahnya distorsi harmonik pada
1
 
tegangan keluaran dibanding dengan jenisinverter lainnya. Selain itu teknik PWM sangat praktis dan ekonomis untuk diterapkan berkatsemakin pesatnya perkembangan komponensemikonduktor (terutama komponen dayayang mempunyai waktu penyaklaran sangatcepat) Pada pengendalian kecepatan motor AC, inverter PWM mempunyai kelebihanyaitu mampu menggerakkan motor induksidengan putaran halus dan rentang yang lebar.Selain itu apabila pembangkitan sinyal PWMdilakukan secara digital akan dapat diperolehunjuk kerja system yang bagus karena lebihkebal terhadap derau.II.Tinjauan pustakaMotor induksi pada dasarnya dapatmempunyai kecepatan yang beragam dengancara (1) mengubah frekuensi sumber daya, (2)mengubah tegangan terminal, (3) mengubah jumlah kutubnya.Pengaturan kecepatan putar motor induksisecara konvensional dengan mengubah jumlahkutub yaitu membagi belitan stator menjadi beberapa bagian yang sama danmenghubungkannya dengan sakla penghubung yang menentukan hubungan jumlah kutubnya. Kelemahannya, hasil pengaturan kecepatannya bertingkat tidak kontinyu, dengan dua atau lebih tingkatkecepatan. Motor dengan hubungan seperti ini biasa disebut motor Dahlander.Pengaturan kecepatan putar motor induksikonvensional lainnya ialah mengubah nilaitegangan stator, dilakukan denganmenggunakan reaktor atau variac. Cara inimengubah torsi motor induksi yangmenyebabkan perubahan kecepatan, tetapiefisiensinya menurun tajam yang membuatmetoda ini tidak banyak dipakai. Metoda inidigunakan untuk mengurangi arus awal motor induksi berdaya besar.Pengaturan kecepatan putar motor induksidengan mengubah frekuensi sumber tegangan pada stator dapat menghasilkan pengaturanlebih baik dibanding dengan dua metodalainnya. Kecepatan motor lebih halus, tetapisangat rumit dalam rangkaian pengaturannya.Konsep dasar pengubah frekuensi adalahmengubah sumber daya AC menjadi DCmelalui penyearah yang dikontrol atau tidak,dan kemudian diubah kembali menjadi ACuntuk memberi tegangan pada motor, yangdapat diatur besar tegangan dan frekuensinya.Untuk mengkonversi sumber daya DC keAC dengan tegangan dan frekuensi yang dapatdiatur menggunakan salah satu cara yaitumengatur lebar pulsa modulasi atau PWM(
 pulsa-width-modulation
). Bentuk gelombangtegangan keluaran idealnya sinusoida, akantetapi dalam prakteknya tidak sinusoidal danmengandung komponen harmonik. Untuk aplikasi daya sedang dan rendah, bentuk gelombang tegangan masih berbentuk kotak yang masih dapat diterima, tetapi untuaplikasi daya besar dibutuhkan bentuk gelombang tegangan sinusoida yangdistorsinya rendah. Untuk mengurangikomponen harmonik tegangan keluaran dapatdigunakan komponen
 switching 
yang cepat.Pada tugas akhir ini menggunakanmikrokontroler dengan metoda PWM dalamsistem pengaturan kecepatan putar motor induksi satu fasa untuk memberikankeuntungan pada ketelitian sistem danmemungkinkan melakukan modifikasi atassistem yang sudah ada hanya denganmengganti atau mengubah perangkatlunaknya. Dengan memperhatikan keunggulanmikrokontroler dalam sistem pengaturankecepatan putar motor induksi akan dapatmengurangi tingkat kerumitan.III.Dasar TeoriInverter PWM Sinusoida satu fasemenghasilkan pulsa PWM bolak balik satufase dengan nilai tegangan bolak baliefektifnya dirumuskan sebagai berikut:
dvVrms
∫ 
=
02
1
 (1)dengan Vrms = tegangan efektif v = fungsi teganganT = periodaOleh karena pada inverter SPWM nilaitegangan masukan DC adalah konstan makategangan rms dapat juga dirumuskan :
VdcVrms
p
=
(2)
2
 
dengan Vrms = tegangan efektif VDC = tegangan searah inverter tp = lebar pulsa tinggi dalam 1 periodeT = periodaUntuk menghasilkan sinyal PWM tersebutdapat menggunakan 2 buah sinyal sinus dan 1sinyal segitiga atau dengan menggunakan 1 buah sinyal sinus dan 2 buah sinyal segitiga.Pada proses pembangkitan SPWM denganmenggunakan 2 buah sinyal sinus dan sebuahsinyal segitiga, dilakukan pembandinganamplitudo antara sinyal segitiga dengan sinyalsinus. Sinyal penggerak akan dibangkitkanapabila amplitude sinyal sinus lebih besar daripada amplitudo sinyal segitiga. Masing-masing sinyal penggerak digunakan untuk  penyaklaran sehingga diperoleh sinyal PWM.Proses pembangkitan SPWM tersebut dapatdilihat pada gambar 1.
A
c
A
Gelombangacuan, v
Gelombangpembawa, v
c
e
π  
π  
2
π 
π  
π 
π  
2
π  
2
π  
2
ω  
ω  
ω  
ω  
-v
v
AN
v
BN
V
d
V
d
V
d
000Vo = V
AN
- V
BN
V
o
fundamental (v
o1
)- V
d
m
δ 
m
α 
m
α π  
+
v
> v
c
T
A
+ : on-v
> v
c
T
B
+ : on(a)(b)(c)(d)
Gambar 1. (a) Proses pembandingan antarasinyal pembawa dengan sinyal referensi, (b)Sinyal penggerak V
AN
, (c) Sinyal penggerak V
BN
, (d) Sinyal SPWMProses pembangkitan SPWM secara digitaldapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:1. Dengan membangkitkan gelombang segitigadan gelombang sinus secara diskret denganmetode
look up table
. Kemudian dilakukan pembandingan untuk masing-masing nilaiamplitudo gelombang sinus dan segitigaseperti pada gambar 1. Cara ini sama halnyadengan membangkitkan gelombang sinusanalog dan gelombang segitiga analogsecara digital.2.Dengan mencari terlebih dahulu waktuuntuk setiap pulsa masing-masing sinyal penggerak, untuk dijadikan data dalam proses pembangkitan sinyal penggerasecara
look up table
. Cara inilah yangdipakai dalam perancangan tugas akhir ini.IV.Metodologi PenelitianMetodologi yang digunakan dalam penelitianini adalah sebagai berikut :1. Studi literatur mengenai Inverter PWM satufase dan Mikrokontroler ATMEGA8535.2.Merancang dan mensimulasi PWM SatuFase secara software dengan simulink dariMATLAB 73.Merancang dan membuat sistem secarahardware.4.Merancang perangkat lunak pembangkitsinyal penggerak dengan menggunakan bahasa Assembly.5.Menguji dan mengambil data dari perancangan.6.Menganalisa hasil dan membuatkesimpulan.V.Hasil Implementasi danPembahasanA.Perancangan SistemSecara lebih detailnya sistem pengendalian kecepatan motor sinkron dapatdilihat dalam gambar 2.
 
Sistem MinimalMikrokontroler ATmega8535Modul IGBT 1fasaMotor SinkronKeypadDisplayPenggerak APenggerak ANPenggerak BPenggerak BN
Gambar 2. Diagram blok secara detail
3

Activity (35)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ridho Ruswanto liked this
SherLy Zulwardi liked this
SherLy Zulwardi liked this
Ir Mrb liked this
09223 liked this
Seffin Arsyad liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->