Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
12Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Mahkamah Konstitusi Dalam Sistem Ketatanegaraan

Mahkamah Konstitusi Dalam Sistem Ketatanegaraan

Ratings: (0)|Views: 1,734|Likes:
Published by Anandika Kresna

More info:

Published by: Anandika Kresna on May 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/05/2012

pdf

text

original

 
MAHKAMAH KONSTITUSIREPUBLIK INDONESIA 
---------
MAHKAMAH KONSTITUSI DALAMSISTEM KETATANEGARAANREPUBLIK INDONESIA 
1
Oleh Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H.
2
 A.PERUBAHAN UUD 1945Reformasi Konstitusi
Sejak datangnya era reformasi yang ditandai dengan peristiwa berhentinya Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998 telah terbuka peluang bagidilakukannya reformasi konstitusi setelah mengalami fase “sakralisasi UUD1945” selama pemerintahan Orde Baru. Dalam perkembangannya reformasikonstitusi menjadi salah satu tuntutan berbagai kalangan, termasuk parapakar/akademisi hukum tata negara dan kelompok mahasiswa, yangkemudian diwujudkan oleh MPR melalui empat kali perubahan (1999-2002).Reformasi konstitusi dipandang merupakan kebutuhan dan agenda yang harus dilakukan berdasar pandangan berbagai kalangan bahwa UUD1945 tidak lagi cukup untuk mengatur dan mengarahkan penyelenggaraannegara sesuai harapan rakyat, terbentuknya
good governance
, sertamendukung penegakan demokrasi dan hak-hak asasi manusia. Buruknyapenyelenggaraan negara pada beberapa tahun terakhir pemerintahanPresiden Soeharto yang antara lain ditandai dengan maraknya korupsi, kolusi,dan nepotisme, menjadi bukti tak terbantahkan mengenai hal ini.Beberapa aspek yang terdapat dalam UUD 1945 yang menyebabkankonstitusi Indonesia ini tidak cukup mampu mendukung penyelenggaraan
1
Bahan ceramah pada Pendidikan Sespati dan Sespim Polri, Bandung, 19 April 2008.
2
Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.
 
negara yang demokratis dan menegakkan hak asasi manusia, antara lainsebagai berikut.1.UUD 1945 terlampau sedikit jumlah pasal dan ayatnya, hanya terdiri dari37 pasal sehingga belum/tidak mengatur berbagai hal mengenaipenyelenggaraan negara dan kehidupan bangsa di dalamnya yang makinlama makin kompleks.2.UUD 1945 menganut paham Supremasi MPR yang menyebabkan tidak adasistem
checks and balances
antarcabang kekuasaan negara.3.UUD 1945 memberikan kekuasaan sangat besar kepada Presiden(
executive heavy
) sehingga peranan Presiden sangat besar dalampenyelenggaraan negara.4.Beberapa muatan dalam UUD 1945 mengandung potensi multitafsir yangmembuka peluang penafsiran yang menguntungkan pihak penguasa.5.UUD 1945 sangat mempercayakan pelaksanaan UUD 1945 kepadasemangat penyelenggara negara.
Bentuk Perubahan UUD Indonesia
Dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia merdeka, telah tercatat beberapa upaya (a) pembentukan Undang-Undang Dasar, (b) penggantianUndang-Undang Dasar, dan (c) perubahan dalam arti pembaruan Undang-Undang Dasar. Pada tahun 1945, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945dibentuk atau disusun oleh Badan Penyelidik Usaha-Usaha PersiapanKemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan KemerdekaanIndonesia (PPKI) sebagai Hukum Dasar bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kemerdekaannya diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus1945. Pada tahun 1949, ketika bentuk Negara Republik Indonesia diubahmenjadi Negara Serikat (Federasi), diadakan penggantian konstitusi dariUUD 1945 ke Konstitusi Republik Indonesia Serikat Tahun 1949. Demikianpula pada tahun 1950, ketika bentuk Negara Indonesia diubah lagi dari bentuk Negara Serikat menjadi Negara Kesatuan, Konstitusi RIS 1949 digantidengan Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) Tahun 1950.Setelah itu, mulailah diadakan usaha untuk menyusun Undang-Undang Dasar baru sama sekali dengan dibentuknya lembaga Konstituante yang secara khusus ditugaskan untuk menyusun konstitusi baru. SetelahKonstituante terbentuk, diadakanlah persidangan-persidangan yang sangatmelelahkan mulai tahun 1956 sampai tahun 1959, dengan maksud menyusunUndang-Undang Dasar yang bersifat tetap. Akan tetapi, sejarah mencatat bahwa usaha ini gagal diselesaikan, sehingga pada tanggal 5 Juli 1959,
2
 
Presiden Soekarno mengeluarkan keputusannya yang dikenal dengan sebutanDekrit Presiden 5 Juli 1959 yang isinya antara lain membubarkanKonstituante dan menetapkan berlakunya kembali UUD 1945 menjadi hukumdasar dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perubahan dari UUDSTahun 1950 ke UUD 1945 ini tidak ubahnya bagaikan tindakan penggantianUndang-Undang Dasar juga. Karena itu, sampai dengan berlakunya kembaliUUD 1945 itu, dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia modern belum pernahterjadi perubahan dalam arti pembaruan Undang-Undang Dasar, melainkan baru perubahan dalam arti pembentukan, penyusunan, dan penggantianUndang-Undang Dasar.Perubahan dalam arti pembaruan Undang-Undang Dasar, baru terjadisetelah bangsa Indonesia memasuki era reformasi pada tahun 1998, yaitusetelah Presiden Soeharto berhenti dan digantikan oleh Presiden Prof. Dr. Ir.Bacharuddin Jusuf Habibie. Pada tahun 1999 dapat diadakan Perubahanterhadap UUD 1945 sebagaimana mestinya. Perubahan Pertama ditetapkanoleh Sidang Umum MPR pada tahun 1999, disusul dengan Perubahan Keduadalam Sidang Tahunan (ST) MPR 2000 dan Perubahan Ketiga dalam ST2001. Pada ST MPR 2002, disahkan pula naskah Perubahan Keempat yangmelengkapi naskah-naskah Perubahan sebelumnya, sehingga keseluruhanmateri perubahan itu dapat disusun kembali secara lebih utuh dalam satunaskah Undang-Undang Dasar yang mencakupi keseluruhan Hukum Dasar yang sistematis dan terpadu.Kedua bentuk perubahan Undang-Undang Dasar seperti tersebut, yaitupenggantian dan perubahan pada pokoknya sama-sama merupakanperubahan dalam arti luas. Perubahan dari UUD 1945 ke Konstitusi RIS 1949,dan begitu juga dari UUDS Tahun 1950 ke UUD 1945 adalah contoh tindakanpenggantian Undang-Undang Dasar. Sedangkan perubahan UUD 1945dengan naskah Perubahan Pertama, Kedua, Ketiga dan Keempat adalahcontoh perubahan Undang-Undang Dasar melalui naskah Perubahan yangtersendiri. Di samping itu, ada pula bentuk perubahan lain seperti yang biasadipraktekkan di beberapa negara Eropa, yaitu perubahan yang dilakukandengan cara memasukkan (
insert 
) materi baru ke dalam naskah Undang-Undang Dasar. Cara terakhir ini, boleh jadi, lebih tepat disebut sebagaipembaruan terhadap naskah lama menjadi naskah baru, yaitu setelahdiadakan pembaruan dengan memasukkan tambahan materi baru tersebut.Berkenaan dengan prosedur perubahan Undang-Undang Dasar, dianutadanya tiga tradisi yang berbeda antara satu negara dengan negara lain.
Pertama
, kelompok negara yang mempunyai kebiasaan mengubah materi
3

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mareta Tri Utami liked this
Ahmad Farelo liked this
s1mb4h liked this
sony91 liked this
Yasir Fatahillah liked this
soraform liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->